Siswi Bunuh Diri di Jaktim, KPAI Imbau Orangtua dan Guru Peka dengan Masa Pubertas Siswa SMP

Siswi Bunuh Diri di Jaktim, KPAI Imbau Orangtua dan Guru Peka dengan Masa Pubertas Siswa SMP

Siswi Bunuh Diri di Jaktim, KPAI Imbau Orangtua dan Guru Peka dengan Masa Pubertas Siswa SMP
Tribun Manado
ILUSTRASI bunuh diri dengan cara terjun bebas. Ortu dan guru diminta peka terhadap masa pubertas siswi SMP 

Komisoner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan terkait peristiwa bunuh dirinya siswi sekolah di Jakarta Timur, berinisial SN (14) dengan melompat dari lantai tiga sekolah, KPAI menyampaikan keprihatinan sekaligus duka yang mendalam.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan menghadapi musibah ini," kata Retno, Jumat (17/1/2020).

Menururnya menghadapi anak-anak di usia yang baru memasuki masa pubertas memang tidak mudah.

"Oleh karena itu, KPAI mendorong orang dewasa di sekitar anak, baik orangtua maupun guru untuk memiliki kepekaaan sehingga mampu mencegah anak-anak melakukan tindakan bunuh diri," kata Retno.

Kejutan, Amien Rais Pastikan Dukung Jokowi Hingga 2024, PAN Takkan Tergoda, Misal Bikin Huru-Hara

Helmy Yahya Ternyata Sudah Siapkan Tunkin untuk Karyawan TVRI, Cair 1 Februari, Dirapel 17 Bulan

Menurutnya alasan seorang remaja melakukan percobaan bunuh diri bisa begitu rumit, yang sekaligus pada sisi lain mungkin bukan suatu hal yang dianggap berat bagi orang dewasa pada umumnya.

"Oleh karena itu, jangan langsung menghakimi remaja yang sedang dirundung masalah," katanya.

Yang harus dilakukan orang dewasa di sekitar anak katanya adalah memiliki sensitivitas atau kepekaan dan mengenali tanda-tanda remaja berniat melakukan bunuh diri. "Dan segera upayakan langkah pencegahan," katanya.

"Jangan abaikan tanda-tanda perilaku remaja yang berniat bunuh diri. Dengarkan semua yang dia ingin sampaikan dan selalu pantau tindakannya," katanya.

Jokowi: Mau Normalisasi Mau Naturalisasi, Sungai di Jakarta Harus Dilebarkan dan Harus Dikerjakan

Selain itu kata Retno, jangan mengabaikan ancaman bunuh dirinya dan justru melabelinya sebagai individu yang suka bersikap berlebihan.

"Cobalah untuk bertukar perasaan dengan anak dan pastikan dia tahu kondisi yang dialaminya adalah normal. Tiap orang pernah mengalami masa-masa terpuruk dan pada akhirnya semua akan baik-baik saja," kata Retno.

Menurut Retno, KPAI sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan segera pengawasan langsung ke sekolah untuk dimintai penjelasan dan kronologis peristiwanya karena kejadiannya di lingkungan sekolah.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved