Breaking News:

Pembunuhan

Ritual Membantai Tujuh Anak dan Seorang Wanita Hamil Setelah Disiksa Lalu Dikubur di Kuburan Massal

Aliran seperti itu mengingatkan pada ritual pengorbanan manusia, yang biasanya perempuan di Sungai Nil sampai kemudian diberantas di masa lalu.

Daily Mail
Ibu hamil telah dimakamkan dengan lima anaknya sendiri dan anak di bawah umur yang ditemukan di lubang berusia dari satu hingga 17 tahun, menurut pejabat di negara itu. 

Dari 13 aliran itu di antaranya

  1. Kutub Robani
  2. Al Quran Suci
  3. Amanat Keagungan Ilahi
  4. Wahabi
  5. Ahmadiyah
  6. Syiah

Sementara 7 aliran kepercayaan yang dinilai sesat MUI adalah

  1. Millah Ibrahim
  2. Hidup di Balik Hidup
  3. Surga Eden
  4. Islam Jamaah
  5. Agama Samalullah atau yang lebih dikenal Lia Eden
  6. Al Qiyadah Al Islamiyah
  7. Jemaat Ahmadiyah.

Atas hal tersebut, Polres Metro Bekasi berupaya untuk melakukan preventif untuk meminimalisir penyebaran aliran sesat yang tumbuh di Kabupaten Bekasi.

Caranya, dengan membuka dialog secara langsung dengan instansi lain dan para tokoh.

"Kita akan buka dialog dengan penganut aliran sesat itu bersama dengan MUI, Kejaksaan, FKUB dan tokoh agama serta tokoh masyarakat"

"Tapi kita buat kajian terlebih dahulu," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara lewat pesan singkat, Senin (18/11/2019).

Aliran sesat yang tengah berkembang itu memiliki kesamaan dengan ajaran Agama Islam.

Dengan demikian, Candra mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan aqidah dan pedoman Al-Qur'an.

Ia menegaskan, tak menutup kemungkinan penyebar aliran sesat dapat dipidana apabila dilakukan secara masif.

Karenanya, polisi akan berusaha melakukan deteksi dini agar aliran sesat tak tersebar luas.

"Kami berupaya untuk melakukan pencegahan secara dini," ujar Candra.

Sebelumnya, Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat atau Korpakem mendeteksi adanya aktivitas dari 13 aliran kepercayaan di Kabupaten Bekasi.

Dari 13 aliran kepercayaan itu, tujuh diantaranya telah ditetapkan sebagai aliran sesat berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Ketua Tim Korpakem yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari dari 13 aliran kepercayaan tujuh diantaranya telah ditetapkan sesat oleh MUI.

"Itu menjadi perhatian kami, sekaligus kami lakukan pendekatan agar mereka kembali ke ajaran yang seharusnya,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Mahayu menjelaskan, beberapa di antara aliran itu memiliki kepercayaan beragam.

Seperti memiliki ayat suci baru, serta para pemimpin mereka yang mengaku bisa berbincang langsung dengan Tuhan.

Nama dari 13 aliran kepercayaan itu yakni, Kutub Robani, Al Qur’an Suci, Amanat Keagungan Ilahi, Wahabi, Ahmadiyah.

Kemudian Millah Ibrahim, Hidup di Balik Hidup, Surga Eden, Islam Jamaah, Agama Samalullah atau yang lebih dikenal Lia Eden, Al Qiyadah Al Islamiyah dan Jemaat Ahmadiyah.

“Tujuh aliran yang disebut terakhir ini telah ditetapkan sesat berdasarkan Fatwa MUI,” katanya.

Selain belasan aliran kepercayaan, terdapat juga kebiasaan lain yang ditemui di berbagai daerah di Kabupaten Bekasi.

Beberapa di antaranya bahkan menyalahi aturan agama.

Seperti pernikahan satu garis keturunan, tidak mewajibkan Salat Jumat, tidak mengenal puasa hingga bertemu dengan Sang Pencipta dengan membayar mahar.

Atas hal itu, Tim Korpakem terus melakukan pemantauan sekaligus pendekatan terhadap masyarakat yang menganut sejumlah paham tersebut.

Koordinasi terus dilakukan dengan sejumlah pihak terutama ulama untuk turut serta melakukan pendekatan.

"Kita terus koordinasi dnegan ulama untuk lakukan pendekatan agar tidak terjerumus lebih dalam ke aliran kepercayaan itu"

"Jangan sampai kepercayaan mereka meyalahi akidah," katanya.

Penulis: Gede Moenanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved