KEMISKINAN

Penduduk Miskin Banten Berkurang, Begini Cara Gubernur Wahidin Menentaskan Kemiskinan

Penduduk Miskin Banten Berkurang, Begini Cara Gubernur Wahidin Menentaskan Kemiskinan. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Gubernur Banten Wahidin Halim membuka dan memberikan materi dalam Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan 3 Gelombang IV di Lingkungan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2019. Kegiatan tersebut berlangsung di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Senin (15/7/2019). 

BERDASARKAN hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) bulan September 2019, penduduk miskin di Provinsi Banten mengalami penurunan sebanyak 13 ribu orang dari total 654 ribu orang per Maret 2019 menjadi 641 ribu orang pada September 2019.

Atas data tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan bahwa pada tahun 2020 ini capaian penurunan angka kemiskinan harus lebih baik dengan terus melakukan upaya-upaya strategis pengentasan kemiskinan baik dari komoditi makanan maupun non makanan.

“Capaian ini kita syukuri, tapi tahun ini harus lebih baik lagi capaiannya. Upaya penekanan angka kemiskinan harus lebih terarah dan tepat sasaran,” ujar Wahidin, Jumat (17/1/2020).

Sebut Angka Kemiskinan Era Jokowi Tertinggi Selama Dua Dekade, Staf SBY Semprot Juru Bicara Jokowi

Pria yang akrab disapa WH ini menjelaskan upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemprov Banten setiap tahunnya terus bergulir melalui program-program strategis dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dari komoditi makanan.

Seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, roti dan lainnya. Serta kebutuhan non makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

“Termasuk pendidikan dan kesehatan kita dukung melalui program-program unggulan Pemprov Banten yang terintegrasi dengan program Pemerintah Pusat,” ucapnya.

Sesuai data Susenas September 2019 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, angka kemiskinan Provinsi Banten tercatat sebesar 4,94 persen atau mengalami penurunan 0,15 poin dibanding periode Maret 2019 yang tercatat sebesar 5,09 persen. Presentase penduduk miskin di daerah perkotaan yang pada Maret 2019 sebesar 4,12 persen, turun menjadi 4,00 persen pada September 2019.

Mensos Ajak Aktivis GMNI Jadi Garda Terdepan Perangi Kemiskinan

Sementara presentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2019 sebesar 7,49 persen atau turun menjadi 7,31 persen pada September 2019.

“Artinya, selama periode Maret 2019 hingga September 2019 penduduk miskin di perkotaan berkurang 7 ribu orang dari 378 ribu orang pada Maret 2019 menjadi 371 ribu orang pada September 2019. Sementara penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 5 ribu orang dari 275 ribu pada Maret 2019 menjadi 270 ribu orang pada September 2019,” kata Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana

Adhi menambahkan, secara umum pada periode 2002 hingga 2019 tingkat kemiskinan di Banten cenderung menurun baik dari sisi jumlah maupun presentase. Kecuali pada tahun 2006, September 2013, Maret 2015, September 2017 dan September 2018.

"Kenaikan kemiskinan pada periode tersebut dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak,” ungkapnya. 

Kemiskinan Jateng Menurun

Sementara itu, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan penurunan jumlah penduduk miskin tertinggi se-Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah per Maret – September 2019 turun dari 3,74 juta menjadi 3,68 juta orang. Artinya, sebanyak 63.830 penduduk miskin Jawa Tengah berhasil lepas dari garis kemiskinan. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved