Konflik Natuna

Mahfud MD Bilang Cina Minta Nelayannya Ganti Profesi dan Jangan Cari Ikan di ZEE Indonesia

MENKO Polhukam Mahfud MD mengaku telah menegaskan kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia, kepada Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian.

Editor: Yaspen Martinus
Puspen TNI
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono memimpin apel gelar pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna, Jumat (3/1/2020). 

MENKO Polhukam Mahfud MD mengaku telah menegaskan kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia, kepada Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian.

Hal ini terkait persoalan masuknya kapal-kapal ikan dan coast guard Cina di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di Perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Hal itu ia sampaikan seusai melakukan pertemuan dengan Qian di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

Pengamat Bilang Banjir Jakarta 1 Januari 2020 Bukan Kiriman, Ini Buktinya

"Soal Natuna, kami katakan sikap kita jelas untuk menjaga kedaulatan dan menjaga hak untuk berdaulat."

"Ada dua hal, kalau di ZEE itu hak berdaulat, kalau di wilayah teritori itu namanya kedaulatan. Kita akan jaga itu dua-duanya," kata Mahfud MD.

Ia mengatakan, sikap itu diwujudkan dengan meningkatkan patroli laut dan menghidupkan kegiatan ekonomi di laut Natuna sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

Pria Disekap Teman Kantornya karena Gelapkan Uang Perusahaan, Makan Sehari Sekali dan Disundut Rokok

Selain itu, Mahfud MD mengatakan, Qian menjelaskan Pemerintah Cina juga mendapat tekanan dari rakyatnya sendiri, agar dapat diperbolehkan melaut hingga ZEEI.

Meski begitu, ia menegaskan kepadanya bahwa Pemerintah Indonesia dan Cina tidak ada perselisihan soal wilayah tersebut.

"Karena di situ kita berpendapat tidak ada dispute (perselisihan), dan pihak Cina katakan kalau itu selalu terjadi di akhir tahun."

Tawuran di Tanjung Duren Disiarkan Live Streaming, 10 dari 16 Tersangka Masih Bau Kencur

"Tetapi kami (Pemerintah Cina) juga mendapat tekanan dari rakyatnya sendiri, juga untuk boleh berlayar ke situ," jelas Mahfud MD.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Cina mengatakan kepadanya akan menyesuaikan diri dengan menyuruh nelayan-nelayan Cina berganti profesi untuk mengurangi peristiwa-peristiwa serupa.

Selain itu, ia mengatakan dialog-dialog terkait hal tersebut juga akan tetap dilanjutkan.

PDIP Nilai Penangkapan Wahyu Setiawan Bukan OTT, Duga Ada Upaya Sistematis dari Oknum KPK

"Nah, dialog-dialog akan terus dilanjutkan dengan posisi itu, karena pihak Cina sendiri malah mengatakan mereka tetap akan menyesuaikan diri."

"Dan menyuruh nelayan-nelayan Cina ganti profesi dan jangan mencari ikan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved