Kekerasan Terhadap Anak

Laporan dari Suriah: Bocah 9 Tahun Dijadikan Budak Seks oleh ISIS, Bocah 6 Tahun Hukum Mati Temannya

SEORANG bocah berusia 9 tahun diperkosa dan dijadikan budak seks oleh ISIS. Demikian sebuah laporan yang didukung PBB.

Via syrianobserver.com
SEORANG bocah Suriah, korban konflik berkepanjangan di negara itu. 

Oleh milisi pro-pemerintah, anak-anak itu sering dijadikan sasaran tembak oleh para sniper, dengan sekolah hingga rumah sakit dipasangi bom.

Kemudian, terdapat kisah bocah dengan usia paling muda 9 tahun diperkosa, dan dijadikan budak seks oleh kelompok ISIS.

Lalu, kombatan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda menyiksa bocah laki-laki, mengikutkannya ke pelatihan militer, dan memaksa mereka melakukan pembunuhan massal.

 "Delapan tahun konflik, anak-anak di Suriah mengalami pelanggaran hak: terbunuh, cacat, terluka, dan yatim piatu. Menanggung beban kekerasan akibat pihak bertikai," ulas laporan itu.

Pemboman sekolah dan RS

Laporan tersebut mengomentari juga pengeboman terhadap sekolah dan rumah sakit, membuat anak-anak tak bisa mendapat kesehatan dan pendidikan yang layak.

Dokumen itu tidak menyebutkan mengenai korban tewas atau terluka, di mana terdapat kesulitan dalam menentukan jumlah pastinya mengingat penyelidik tak punya akses.

Hanya menyebutkan setidaknya ada lima juta anak yang terenggut masa kecilnya, di mana mereka ditempatkan di dalam atau luar Suriah selama konflik.

HAM

Ketua Komisi Penyelidikan Paulo Pinheiro menyatakan, dia sangat terkejut dengan pengabaian HAM oleh negara yang berkonflik.

Dia sangat menyoroti dugaan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad tak mengindahkan HAM para warga yang ada di teritorinya.

"Semua aktor yang ada di konflik ini harus berbuat lebih untuk melindung anak-anak, dan generasi muda negara itu," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS" Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved