Kesehatan

Awas Jatuh Miskin Akibat Penyakit Tidak Menular Berikut Ini, Yuk Hidup Sehat Mulai Sekarang

Diabetes menjadi ancaman nyata bagi anak-anak Indonesia melihat maraknya iklan minuman manis kemasan yang tidak diregulasi dan menyasar anak-anak.

Awas Jatuh Miskin Akibat Penyakit Tidak Menular Berikut Ini, Yuk Hidup Sehat Mulai Sekarang
KOMPAS.com
ILUSTRASI Mengonsumsi sayuran. 

Dr Farrukh Qureshi, WHO Indonesia dalam paparan di International Symposium on Health Research belum lama ini mengatakan, setiap tahun ada empat puluh juta orang meninggal akibat penyakit tidak menular, 15 jutanya meninggal di usia 30-70 tahun, artinya setiap 2 detik seseorang mati premature akibat penyakit tidak menular.

"Hampir dua pertiga dari total kematian akibat penyakit tidak menular terkait dengan konsumsi rokok, konsumsi alkohol yang tidak sehat, diet yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, dan polusi udara,” ungkap Dr Farrukh Qureshi kepada Wartakotalive.com, Senin (13/1/2020).

Sementara itu, Representatif Aliansi Penyakit Tidak Menular Indonesia Ibnu Haykal, mengungkapkan penyakit tidak menular menghambat pertumbuhan ekonomi di tingkat global dan nasional dengan memengaruhi produktivitas pekerja secara negatif, dan mengalihkan sumber daya dari tujuan produktif ke pengobatan penyakit.

Obesitas dan Diabetes

Penyakit tidak menular diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi global kumulatif 47 triliun USD pada tahun 2030, atau sekitar 75 persen dari PDB global 2010.

Penelitian yang dilakukan World Obesity Federation memprediksi pada tahun 2025 sepertiga populasi dunia akan hidup dengan obesitas.

Pada tahun yang sama akan ada lebih banyak anak-anak dan remaja mengalami obesitas daripada berat badan kurang.

Sementara jumlah total orang yang menderita diabetes akan mendekati 500 juta. Obesitas dan terkena diabates menjadi faktor risiko terkena PTM.

"Kurang dari 5 tahun lagi Indonesia akan terdampak ancaman global penyakit tidak menular namun hingga kini Indonesia belum memiliki regulasi yang benar-benar mampu yang melindungi masyarakat dari penyakit tidak menular," ungkap Haykal.

Ia menjelaskan, kosumsi rokok masih tinggi dan dengan dibebaskannya iklan, CSR (Corporate Social Responsibility) dan sponsorship rokok serta harga rokok yang murah menyebabkan anak-anak Indonesia masih menjadi objek rentan industri rokok untuk meregenerasi perokok aktif.

Diabetes menjadi ancaman nyata bagi anak-anak Indonesia melihat maraknya iklan minuman manis kemasan yang tidak diregulasi dan menyasar pada anak-anak.

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved