Breaking News:

Banjir dan Lonsor di Jabodetabek

Jakarta, Banten, dan Jawa Barat Masih Sendiri-sendiri Atasi Banjir, Pengamat: Belum Kompak

Selama ini pemerintah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten dianggap belum kompak dalam membenahi masalah banjir.

Wartakotalive.com/Desy Selviany
Pengamat Tata Kota Nirwono Joga usai diskusi di Populi Center, Kemanggisan, Rabu (15/1/2020). 

Perwakilan masyarakat yang ikut dalam gugatan class action Banjir Jakarta 2020 ini pun mendatangi PN Jakarta Pusat, Senin (13/1) sore.

Mereka mendaftarkan gugatan class action ke PN Jakarta Pusat.

Adapun gugatan itu tertera pada nomor 27/pdt.GS/ClassAction/2020/PN.Jkt.Pst. dimana ada sebanyak 243 orang yang terverfikasikasi dan terdata untuk melakukan gugatan, dengan total kerugian Rp. 42.334.600.149.

Salah satu tim advokasi banjir Jakarta 2020, Azaz Tigor Nainggolan mengatakan jika gugatan yang diberikan kepada Anies Baswedan ini bukan banjir kiriman, melainkan banjir lokal yang terjadi pada 31 Desember 2019-1 Januari 2020.

Sebab, saat banjir lokal terjadi di Jakarta yang banyak diantarnya memiliki daerah cekungan dan bantaran kali, tidak mendapatkan informasi dini dan bantuan darurat secara baik oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau memang tahu di situ banjir kenapa di situ tidak dilakukan yg merespon kedaruratan itu," kata Azaz Tigor di PN Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

 Izinkan Suami Menikah Lagi, Ria Irawan: Kalau Cari Pengganti yang Lebih Kaya dari Gue

 Bupati Boven Digoel Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Hotel, Polisi Duga karena Sakit

 UPDATE Pelari Siapkan Latihan Dua Minggu Sebelum Ikut Ajang Superball Run 2020

Azaz justru beranggapan ada kelalaian dan ketidakmampuan Pemprov DKI Jakarta dan Anies dalam pemberian informasi dini, sehingga akibatnya Jakarta lumpuh, hingga jatuhnya korban jiwa dan kerugian materil yang cukup besar.

Selain itu, Azaz Tigor juga menyebut jika tidak adanya antisipasi yang dilakukan oleh Pemprov misalnya pesan berantai kepada masyarakat untuk informasi dini atau mitigasi bencana.

"Kalau pengakuan dari para korban yang kita collect itu ga ada.

"Nah itulah yang menjadi dalil bagi kita gitu. Karena gugatan kan berdasarkan fakta jadi dalil. Bukan dalil dan jadi fakta," katanya.

 UPDATE Jadi Peserta Lari Kategori 10 K Superball Run 2020, Wali Kota Bogor: Race yang Sensasional

 UPDATE Melihat Keseruan Peserta Superball Run Melintasi Jalan Layang Non Tol Kasablanka

 Pasca Banjir, Wali Kota Jakarta Selatan Sebut Kondisi Masyarakat Kondusif

Sedangkan Tim Advokasi Korban Banjir Jakarta 2020, Alvon Kurnia Palma menyatakan jika pihaknya melakukan gugatan atas nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukan Pemprov DKI, dikarenakan Gubernur memiliki tanggung jawab semuanya.

"Iya (hanya gubernur aja). Karena berdasarkan UU Otonomi Khusus, dia yang bertanggung jawab semuanya.

"Bukan Wali Kota ya. Karena Wali Kota bukan elected, kalau misalnya Jawa Barat atau Banten itu adalah elected, orang yang dipilih berdasarkan pilkada," ucapnya. (JOS)

Sekda DKI Klaim Sudah Bekerja Sistemik sejak Subuh

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim telah bekerja secara menyeluruh saat banjir melanda permukiman penduduk sejak Rabu (1/1/2020) dini hari.

Dari pegawai level staf hingga teratas, mereka bergerak untuk memperingatkan warga soal bencana banjir.

“Kalau dari sisi pemerintah, kami dari malam tahun baru itu kan hujan derasnya di situ. Kami itu dari subuh sudah bekerja secara sistemik, seluruh organ-organ pemerintah DKI digerakkan,” ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKKI pada Selasa (14/1/2020).

Menanggapi namanya yang disebut sebagai salah satu kandidat, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah pun tersenyum.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Hal itu dikatakan Saefullah untuk menanggapi adanya gugatan perdata class action yang dilakukan warga korban banjir.

Pada Senin (13/1/2020) warga korban banjir itu mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 27/Pdt/Gs/ClassAction/2020/PN/Jkt.Pst.

Gugatan dilayangkan karena Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai lalai menjalankan tugasnya sebagai gubernur.

 BPBD Kabupaten Bekasi Minim Peralatan Evakuasi Bencana Banjir

 Tujuh Ular Sanca Berukuran Lima Meter Ditangkap Warga Pondok Gede Permai saat Banjir

 KAPOLRES Sebut Penyuplai Senpi Koboi Lamborgini Pernah Berstatus Narapidana

Sebab sejak 31 Desember 2019 malam sampai 1 Januari 2020, tidak ada pemberitahuan soal peringatan dini banjir kepada masyarakat.

“Kalau soal kecerdasan orang, kemudian keahlian orang dalam hak-haknya hukum (melapor), itu bukan persoalan kami.

Namun yang jelas kami Pemprov DKI ini, dipimpin Pak Gubernur Anies merespons bencana dengan waktu yang sangat singkat, cepat, seluruh aktivitas perdagangan, transportasi, bisa berfungsi sesuai dengan sediakala,” jelas Saefullah.

 Ziarah ke Makam Benyamin Sueb, Rano Karno: Babeh Kayak Orangtua Sendiri

 Begini Kronologi Penumpang Ojol Terlindas Truk di S Parman

 UPDATE Wali Kota Bekasi Jalan Kaki Susuri Tanggul Sungai Bekasi dan Lokasi Banjir Sejauh 8 Kilometer

Menurut dia, genangan air yang terjadi di sepanjang dan sudut jalan merupakan hal biasa saat hujan ekstrem melanda ibu kota.

Namun dia mengklaim beberapa genangan yang dulunya sempat menerjang, kini menghilang karena penataan infrastruktur yang dilakukan Pemprov DKI.

“Contohnya genangan yang biasa terjadi di depan gedung pertemuan Balai Kartini, depan Dinas Pendidikan (Jalan Gatot Subroto, Setiabudi, Jakarta Selatan) itu tidak ada,” ucapnya.

 UPDATE Terdampak Banjir, Ratusan Siswa Madrasah di Semanan Terpaksa Tambah Libur Satu Minggu

 UPDATE Ternyata Ini Alasan ART di Jelambar Tega Bekap Anak Majikan dengan Wallpaper Tembok

 Hari Penghijauan di Kabupaten Bogor Ada 2020 Pohon Ditanam di Aliran Sungai, Iwan Fals Ikutan

Namun demikian, Saefullah sendiri mengaku belum mendapat informasi resmi soal gugatan perdata yang didaftarkan itu. Karenanya, Saefullah enggan menanggapi lebih detail terkait laporan perdata tersebut.

“Saya belum dengar (gugatan class action),” jelasnya.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved