Breaking News:

Banjir dan Lonsor di Jabodetabek

Jakarta, Banten, dan Jawa Barat Masih Sendiri-sendiri Atasi Banjir, Pengamat: Belum Kompak

Selama ini pemerintah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten dianggap belum kompak dalam membenahi masalah banjir.

Wartakotalive.com/Desy Selviany
Pengamat Tata Kota Nirwono Joga usai diskusi di Populi Center, Kemanggisan, Rabu (15/1/2020). 

"Sekarang disinilah ketegaskan pemerintah pusat menginstruksikan kepada Pemda untuk mematuhi kalau pencegahan banjir Jabodetabek hanya ada 1," kata Nirwono.

Melalui ketegasan itulah maka akan tercapai koordinasi yang baik dari ketiga daerah tersebut.

Sehingga ketiga daerah tersebut hanya fokus ke dalam 5 hal dalam pencegahan banjir.

Yakni pembenahan bantaran sungai, melakukan revitalisasi situ, embung dan waduk dan menambah atau konservasi ruang terbuka hijau baru.

"Keempat memperbaiki sistem drainase kota dan kelima gerakan masyarakatnya seperti membuat sumur resapan air dan tidak membuang sampah sembarangan," kata Nirwono.

Diketahui akibat hujan lebat 1 Januari lalu wilayah Jabodetabek lumpuh.

Baik wilayah Bekasi, Depok, Tangerang dan Jakarta terputus karena banjir. (m24)

Ada 101 Jalan Rusak Pascabanjir di Jakarta Utara Diperbaiki

Sebanyak 101 titik jalan rusak pascabanjir di Jakarta Utara ditangani puluhan satgas Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Bernhard Gultom menjelaskan 101 titik jalan rusak pascabanjir itu tersebar di enam kecamatan.

Halaman
1234
Penulis: Desy Selviany
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved