Coppa Italia

Paulo Fonseca Menjadikan Laga Melawan Parma Sebagai Ajang Kebangkitan

Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca, meminta skuadnya untuk tampil maksimal saat bertamu ke markas Parma pada laga Coppa Italia.

Paulo Fonseca Menjadikan Laga Melawan Parma Sebagai Ajang Kebangkitan
Bola.com
Paulo Fonseca 

Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca, meminta skuadnya untuk tampil maksimal saat bertamu ke markas Parma di Stadio Ennio Tardini pada laga 16 besar Coppa Italia, Jumat (17/1) dini hari WIB.

Kedua tim berada dalam performa yang cukup kontras. Parma menang tiga kali, sekali seri, dan hanya kalah sekali dalam lima laga terakhir. Sementara itu, AS Roma dua kali menang, sekali seri, dan kalah dalam dua laga terakhir.

Paulo Fonseca
Paulo Fonseca (Ist)

Melihat fakta tersebut, Fonseca pun menjadikan laga melawan Parma ini sebagai momentum kebangkitan. Apalagi, dua kekalahan terakhir didapat saat Serigala Roma itu menjadi tuan rumah. Tragisnya lagi, ketika dikalahkan Juventus, AS Roma juga kehilangan Nicolo Zaniolo yang mengalami cedera parah.

AS Roma sudah melawan Parma di Tardini, di Serie A musim ini. Laga pekan ke-12 itu berakhir pahit buat Giallorossi. Mereka ditekuk Parma 0-2 lewat gol-gol Mattia Sprocati dan Andreas Cornelius di tempat ini.

Kali ini, Fonseca perlu lebih memutar otak. Selain kehilangan beberapa pemain yang cedera, dia juga tak bisa memainkan Edin Dzeko di lini depan. Pasalnya, Dzeko memiliki 'tabungan' skorsing dua laga Coppa Italia dari musim lalu, gara-gara aksi kurang terpuji kepada wasit saat AS Roma dipermak Fiorentina 1-7 di babak perempat final.

Di sisi lain, Parma sedang percaya diri. Setelah dihajar Atalanta 0-5, mereka bangkit dengan mengalahkan Lecce di Tardini. Diperkuat pemain baru Jasmin Kurtic, pasukan Roberto D'Aversa menang 2-0 melalui gol Simone Iacoponi dan Cornelius yang masuk sebagai pemain pengganti. Kemenangan itu membawa Gialloblu ke posisi ketujuh klasemen sementara.

Cornelius baru kembali dari cedera. Gervinho juga sudah bisa kembali memperkuat Parma. Ditambah Dejan Kulusevski, Juraj Kucka, hingga Hernani, Parma skuad Parma kali ini lebih lengkap daripada ketika dihancurkan Atalanta. Parma sudah siap menghadapi AS Roma.

Parma tergolong kuat di kandang. Serangan balik mereka juga berbahaya, dan AS Roma sudah membuktikannya. Parma punya peluang. Meski begitu, dengan kualitas dasar yang mereka miliki, AS Roma tetap berpotensi menang. Selama AS Roma tak mengulangi kesalahan-kesalahan seperti di pertemuan sebelumnya atau ketika ditekuk Torino dan Juventus, kans untuk lolos tetap terbuka.

Penulis: Valentino Verry
Editor: Valentino Verry
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved