Konflik Natuna

Negara di Asia Tenggara Diusulkan Bentuk Komando Gabungan Militer ASEAN Atasi Konflik Natuna

Klaim China atas perairan Natuna, Kepulauan Riau berdasar Nine-Dash Line tak berdasar lantaran hanya dibuat berdasarkan sejarah.

Negara di Asia Tenggara Diusulkan Bentuk Komando Gabungan Militer ASEAN Atasi Konflik Natuna
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Pengamat Intelijen yang juga merupakan mantan Anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid. 

Pengamat Intelijen yang juga merupakan mantan anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid menjelaskan, klaim China atas perairan Natuna, Kepulauan Riau berdasar Nine-Dash Line tak berdasar lantaran hanya dibuat berdasarkan sejarah.

Pasalnya, klaim atas 2.000 km​ tersebut tak hanya mencatut Natuna, tapi juga wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik negara lain di Asia Tenggara (Asean).

"Ini berarti yang tersakiti bukan hanya negara Indonesia saja. Berarti Asean, Malaysia, Brunei, ada lagi Vietnam, Thailand, dan Filipina," kata Fauka di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (14/1/2020).

Meski begitu, klaim Nine-Dash Line dari China tak bisa disepelekan. Terlebih China baru merampungkan kapal induk, yakni Shandong yang mampu mengangkut sejumlah pesawat tempur dan helikopter.

Fauka berpendapat, negara-negara di wilayah Asean harus membentuk wadah gabungan militer berupa Komando Gabungan Asia Tenggara untuk memperkuat wilayah perairan Natuna yang juga berbatasan langsung dengan negara-negara lain di Asean.

 TARIK Ancamannya, Trump Akan Tunduk pada Hukum Internasional Terkait Target Situs Iran

 Aa Gym Mengungkap Gubernur DKI Adalah Orang Sangat Beruntung Selalu Diserang dan Tidak Pernah Dipuji

 Sule Ancam Tuntut Balik Teddy Soal Tudingan KDRT Lina Zubaedah, Pengacara Rizky Febian: Tak Etis

 Pertanyaan Ibunya Kepada Reynhard Sinaga, Mengapa Kamu Simpan Foto dan Video Itu di Ponselmu

"Tugasnya menjaga batas wilayah daripada negara Asean, kedua semakin memperkuat Asean terhadap intervensi negara seperti China atau negara lain," tuturnya.

Dengan demikian, China bakal berpikir dua kali sebelum bersikap lantaran kekuatan gabungan yang dibentuk melibatkan negara-negara di Asean.

"Kalau kita bergabung, kita akan menjadi satu kekuatan yang mungkin menjadi satu pertimbangan bagi China untuk mengganggu wilayah Asean," lanjutkan Fauka.

Dia mengusulkan bahwa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto merupakan sosok yang cocok utuk memimpin Komando Gabungan Asia Tenggara.

 TERUNGKAP Alasan Fakhri Husaini Tutup Pintu untuk Latih Klub-klub profesional Indonesia

"Ada Panglima TNI, tapi Panglima harus melepas jabatan sebagai Panglima. Dia harus menjadi Panglima Komando Gabungan Asia Tenggara, fokus di situ," ucapnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved