Banjir Jakarta

Tim Advokasi Hukum Korban Banjir Pastikan Gugat Anies Soal Banjir Tak Ada Unsur Politis

Azaz Tigor Nainggolan mengatakan jika gugatan class action terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak bermuatan politis.

WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerja bakti di RW 07 Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020). 

Tim Advokasi Hukum Korban Banjir Jakarta 2020, Azaz Tigor Nainggolan mengatakan jika gugatan class action terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak bermuatan politis.

Azaz menyebut jika dirinya sudah terbiasa menggugat kinerja pemerintah.

"Nggak ada politis, kami biasa mengugat pemerintah kok dalam hak ini biasa," kata Azaz Tigor di PN Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Sedangkan Tim Advokasi Korban Banjir Jakarta 2020, Alvon menambahkan jika bentuk gugatan ini merupakan hak warga sebagai negara, sehingga tidak ada unsur politis didalamnya.

"Anies ini sudah sering digugat, kenapa ada yang berfikiran seperti itu, dan kenapa dihitung sebagai sikap politis, ini kan hak warga negara yang tinggal di Jakarta," kata Alvon.

DKI Menambah Sejumlah Enam Titik Speaker untuk Peringatan Dini Bencana Banjir Senilai Rp 4 Miliar

Seorang Penumpang Ojol yang Mau Merapikan Rumah Usai Banjir Jatuh Masuk Kolong Truk Tewas Terlindas

Diketahui jika Tim Advokasi Banjir Jakarta 2020 mengugat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam bencana banjir besar yang terjadi pada awal tahun 2020 lalu.

Perwakilan masyarakat yang ikut dalam gugatan class action Banjir Jakarta 2020 ini pun mendatangi PN Jakarta Pusat, Senin (13/1) sore.

Mereka mendaftarkan gugatan class action ke PN Jakarta Pusat.

Adapun gugatan itu tertera pada nomor 27/pdt.GS/ClassAction/2020/PN.Jkt.Pst. dimana ada sebanyak 243 orang yang terverfikasikasi dan terdata untuk melakukan gugatan, dengan total kerugian Rp. 42.334.600.149.

Menurut Alvon, jika 243 orang yang mengunggat sudah terverifikasi korban banjir, mereka yang terverikifasi akan mewakili beberapa korban lainnya dengan menggunakan sistem sainte lague.

"Jadi ini itu mewakili saja sih. Kita mengunakan metode sainte lague. sainte lague ini sebenarnya sepanjang orang yang terkena dampak, kalo misalnya data Jakarta ada 31 ribu, sepanjang 31 ribu itu tidak menyatakan keluar dari class member ya jadi mereka menjadi penguatan gugatan ini," ucapnya. 

 Imbas Banjir, Mal Taman Anggrek dan Mal Cipinang Indah Tutup Pengusaha Minta Ganti Rugi ke Anies

Banjir yang menggenangi Jakarta pada awal tahun 2020 mengakibatkan sejumlah masyarakat merugi.

Baik itu pelaku usaha maupun masyarakat biasa yang harus mengungsi dari tempat tinggal mereka akibat banjir.

Meski awalnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan tidak ada mal yang tutup akibat banjir, namun faktanya masih ada dua mal yang masih tutup hingga saat ini.

Para pengelola mal minta kompensasi ganti rugi pada Anies Baswedan karena sampai saat ini belum bisa dibuka akibat banjir. Tampak dalam gambar Mal Cipinang Indah saat kebanjiran
Para pengelola mal minta kompensasi ganti rugi pada Anies Baswedan karena sampai saat ini belum bisa dibuka akibat banjir. Tampak dalam gambar Mal Cipinang Indah saat kebanjiran (Tribunnews/Jeprima)
Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved