Ganjar Minta Warga Tak Alih Fungsikan Tanggul Sungai Tuntang

Ganjar pun mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang langsung terjun ke lokasi sesaat setelah terjadinya banjir.

Ganjar Minta Warga Tak Alih Fungsikan Tanggul Sungai Tuntang
Dok Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau pembuatan tanggul di Demak, Senin (8/1/2019) 

DEMAK - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghimbau warga Desa Trimulyo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak untuk tidak mengalihfungsikan tanggul semipermanen yang kembali dibangun di Sungai Tuntang.

Ini dimaksudkan untuk mencegah tanggul sungai kembali jebol saat curah hujan tinggi.

"Fungsi tanggul ini jangan diotak-atik. Jangan ditanami, jangan buat pintu air dan jangan buat gorong-gorong untuk ambil air. Tanggul ini harus kita rawat. Karena begitu tanggulnya bermasalah, saat curah hujan tinggi pasti jebol lagi," kata Ganjar saat meninjau langsung pembuatan tanggul semipermanen Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Senin (13/1/2020). 

Desa Trimulyo menjadi salah satu desa terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Kamis (8/1/2020) malam. Tanggul darurat telah dibangun sehari kemudian namun derasnya arus sungai membuat tanggul darurat ini jebol dan warga kembali kebanjiran.

Tanggul jebol di dua sisi sungai. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pun menerjunkan tujuh eskavator ke lokasi untuk menggarap tanggul semipermanen.

Ganjar pun mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang langsung terjun ke lokasi sesaat setelah terjadinya banjir.

"Kalau dilihat ini kawasan pemukimannya lebih rendah daripada Sungai Tuntang. KemenPUPR dan BBWS langsung ke sini membangun tanggul untuk mengamankan supaya air tidak limpas ke pemukiman. Ini respon yang cepat," kata Ganjar. 

Untuk memaksimalkan keberadaan tanggul semipermanen, Ganjar membentuk tim Jaga Kali untuk mengawasi dan mengantisipasi kerusakan tanggul. Tim ini melibatkan  BBWS, Pemprov Jateng dan Pemkab Demak. 

"Kita perlu terus patroli jaga kali karena ketinggian air harus terus diwaspadai. Juga di daerah rawan harus ada tanda peringatan dan patroli untuk mengecek apakah di situ ada gangguan atau tidak," imbuh Ganjar. 

Ganjar menambahkan, jebolnya tanggul Sungai Tuntang tak hanya menyebabkan banjir di Desa Trimulyo namun juga di desa lain di Demak dan Grobogan. 

Ganjar mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap membantu Kemenpupr dan BBWS dalam merawat sungai. Dalam jangka panjang, pihaknya juga akan terus mendukung pemerintah pusat menggalakkan penanaman pohon di daerah hulu sungai. Rencananya, upaya penanaman pohon akan diintensifkan di kawasan Gunung Muria, Pegunungan Kendeng dan daerah lainnya. 

"Ini ranahnya BBWS tapi Jawa Tengah siap membantu. Kami bekerjasama merawat sedimentasi. Merawat sedimentasi bukan hanya mengeruk sungai saja, tapi juga termasuk penanaman pohon di Muria, Kendeng dan daerah hulu lainnya," tandas Ganjar. (*)

Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved