Perang AS Vs Iran

Donald Trump Keluarkan Izin AS Bunuh Komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani Sejak 7 Bulan Lalu

PRESIDEN AS Donald Trump Presiden AS dilaporkan sudah mengizinkan pembunuhan terhadap jenderal Iran Qasem Soleimani sejak tujuh bulan lalu.

www.thenation.com
PRESIDEN AS Donald Trump 

Dia tewas bersama wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, ketika mobil mereka dihantam rudal AS.

 Komandan Korps Pengawal Revolusi Iran Mengaku Sangat Malu Anak Buahnya Tembak Pesawat Ukraina

 Istri Pilot Pesawat Ukraina Minta Tak Terbang, Suami: Siapa yang Menerbangkannya jika Bukan Aku?

 Demontrans di Iran Tuding Pejabat Setempat Pembohong, Begini Pengakuan Iran Tembak Pesawat Ukraina

Pangkalan militer Iran mengirimkan roket dan menghantam pangkalan Irak di mana terdapat pasukan Amerika, pada Senin (7/1/2020) pukul 20.43 waktu Amerika
Pangkalan militer Iran mengirimkan roket dan menghantam pangkalan Irak di mana terdapat pasukan Amerika, pada Senin (7/1/2020) pukul 20.43 waktu Amerika (Sima news)

Dalam laporan NBC News Jumat (10/1/2020), intelijen AS sudah mengetahui pesawat Aibur A320 milik maskapai Suriah Cham Wings Airlines yang ditumpangi Soleimani telah mendarat.

Dikutip Middle East Monitor Senin (13/1/2020), mereka mendapat laporan mengenai lokasi maupun jam berapa pesawat itu mendarat.

Intelijen Israel kemudian mengonfirmasi informasi yang dipunyai AS, dan berujung pada serangan yang menewaskan jenderal Iran itu.

Washington disebut hanya memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai kebijakan mereka untuk menggelar serangan.

Rudal balistik surface-to-surface Shahab-3 dipamerkan dalam perayaan Garda Revolusi Iran di Lapangan Baharestan, Teheran, pada 26 September 2019.
Rudal balistik surface-to-surface Shahab-3 dipamerkan dalam perayaan Garda Revolusi Iran di Lapangan Baharestan, Teheran, pada 26 September 2019. (AFP/STR via Kompas.com)

Maka, sebelum bertolak ke Yunani, Netanyahu sempat menyatakan 'kejadian yang sangat dramatis' bakal terjadi di Timur Tengah.

"Kita tahu kawasan kita ini panas. Bakal terjadi kejadian sangat dramatis," katanya di Bandara Ben Gurion, dikutip The Times of Israel.

PM Israel Benjamin Netanyahu melanjutkan, jajarannya bakal meningkatkan kewaspadaan dan memonitor serta mendiskusikannya dengan AS.

Para pelayat yang menghadiri prosesi pemakaman Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang juga merupakan tokoh terkuat kedua Iran setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Para pelayat yang menghadiri prosesi pemakaman Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang juga merupakan tokoh terkuat kedua Iran setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (AFP/Sabah Arar via Kompas.com)

Sasar pejabat senior Iran lainnya

Kemudian di hari yang sama, Washington Post memberitakan bahwa AS mencoba melenyapkan pejabat militer senior Iran yang lain.

Target yang disasar adalah Abdul Reza Shahlai, yang merupakan komandan senior di Garda Revolusi Iran. Namun gagal.

Shahlai disebut merupakan pengelola keuangan dan salah satu petinggi kunci Pasukan Quds, dan diketahui aktif di Yaman.

Akibat kematian Qasem Soleimani, Teheran melancarkan aksi balasan dengan membombardir dua pangkalan milik AS dan sekutunya di Irak.

Situasi itu sempat membuat khawatir akan terjadinya konflik lebih besar.

Namun, Presiden Donald Trump memilih pendekatan berbeda.

Dalam konferensi pers Rabu waktu AS, Trump tak mengumumkan serangan balasan. Melainkan bakal menjatuhkan sanksi.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trump Izinkan AS Bunuh Jenderal Iran sejak 7 Bulan Lalu" Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved