Perang AS Vs Iran

Donald Trump Keluarkan Izin AS Bunuh Komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani Sejak 7 Bulan Lalu

PRESIDEN AS Donald Trump Presiden AS dilaporkan sudah mengizinkan pembunuhan terhadap jenderal Iran Qasem Soleimani sejak tujuh bulan lalu.

www.thenation.com
PRESIDEN AS Donald Trump 

"Pesan presiden jelas. Opsi itu hanya boleh ada di mejanya jika Iran sampai berani menyerang warga Amerika," tutur sumber itu.

Presiden Donald Trump menyampaikan pidato berisiko tinggi kepada dunia pada hari Rabu, menawarkan perdamaian Iran jika ia meninggalkan ambisi nuklirnya tetapi juga mengancam penggunaan senjata hipersonik jika perang mengikuti
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato berisiko tinggi kepada dunia pada hari Rabu, menawarkan perdamaian Iran jika ia meninggalkan ambisi nuklirnya tetapi juga mengancam penggunaan senjata hipersonik jika perang mengikuti (AP)

Arahan dari CIA

Ketika pertama menjabat pada 2017, Trump sebenarnya sudah mendapat pengarahan dari Pompeo yang saat itu adalah Direktur CIA.

Saat itu, presiden 73 tahun itu tersebut mendapat data intelijen bahwa Soleimani merupakan "ancaman paling serius yang masih belum berbuah".

Masih pada 2017, Penasihat Keamanan Nasional saat itu, HR McMaster, sudah mendiskusikan rencana untuk membunuh Soleimani.

"Namun, saat itu cara tersebut tak dipandang sebagai langkah utama yang harus segera dilakukan," beber si sumber.

Ide menyerang komandan Pasukan Quds itu makin serius digodok setelah McMaster digantikan oleh Bolton, yang dikenal sangat keras terhadap Teheran.

Sejak Oktober 2019, Iran sudah meluncurkan puluhan roket ke aset militer Negeri "Uncle Sam" yang berlokasi di Irak.

Pentagon menyalahkan Khataib Hezbollah, bagian dari milisi Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), yang disokong Teheran.

Suasana pemakaman jendral top Iran, Qasem Soleimani, yang dihadiri sekitar 1 juta orang, 40 orang diantaranya dilaporkan tewas akibat berdesak-desakan
Suasana pemakaman jendral top Iran, Qasem Soleimani, yang dihadiri sekitar 1 juta orang, 40 orang diantaranya dilaporkan tewas akibat berdesak-desakan (Washingtonpost)

Puncak serangan

Serangan terhadap pangkalan AS semakin menjadi dengan puncaknya pada 27 Desember, kontraktor sipil tewas dan empat tentara terluka.

Pentagon merespons dengan menggelar serangan udara terhadap lima lokasi Khataib Hezbollah di Irak dan Suriah, menewaskan 25 kombatannya.

Serangan itu dibalas dengan aksi demonstrasi yang dilakukan pendukung Khataib, bahkan hingga di depan Kedutaan AS di Baghdad.

Tak hanya itu. Serangan terhadap Jenderal Qasem Soleimani pun dieksekusi. Lalu Teheran membalas dengan membombardir Pangkalan Ain al-Assad dan Irbil dengan rudal.

Dibantu intelijen Israel

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, tewasnya Jenderal Iran Qasem Soleimani dalam operasi AS pada 3 Januari lalu ternyata tak lepas dari peran intelijen Israel.

Komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani terbunuh ketika berada di Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved