Breaking News:

Banjir Jakarta

Ditanya Soal Banjir Jakarta, Ahok: Anies Lebih Pinter Ngatasinnya

BEKAS Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, enggan berkomentar banyak soal ibu kota yang dilanda banjir di awal tahun 2020.

TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/1/2020), seusai bertemu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. 

Dua bendungan tersebut diprediksi akan rampung pada 2020.

"Kalau dua bendungan itu selesai, maka volume air yang masuk ke pesisir bisa dikendalikan."

 Pegawainya Jadi ASN, KPK Dinilai Bakal Jadi Alat Gigit yang Dikomandoi Pemerintah

"Kalau bisa dikendalikan, insyaallah bisa dikendalikan."

"Tapi selama kita membiarkan air mengalir begitu saja, selebar apa pun sungainya, maka volume air itu akan luar biasa."

"Karena makin banyak kawasan yang digunakan untuk perumahan, sehingga air pun mengalir ke sungai," paparnya.

 Menteri Sosial Disambut Omelan Emak-emak Korban Banjir: Ngapain Datang Kalau Cuma Mau Selfie Doang?

Saat mengunjungi lokasi banjir di Kantor Wali Kota Jakarta Barat dan Kampung Pulo di Jakarta Timur, Kamis (2/2/2019), Anies Baswedan menyebut banjir disebabkan air kiriman dari kawasan pegunungan.

"Kalau air hujan yang di Jakarta itu munculnya Senin pagi."

"Di Manggarai Senin pagi siaga satu, tetapi tidak cepat bergeraknya, lambat, karena itu air lokal."

 Bebas dari Penjara, Buni Yani Berniat Buka Pondok Pesantren

"Tapi begitu malam hari airnya itu bergerak begitu cepat bergolak, karena air kiriman dari daerah pegunungan," tuturnya seperti dikutip dari wawancara Kompas TV, Kamis (2/1/2019).

Namun, tegas Anies Baswedan, pihaknya kini hanya berfokus untuk merespons situasi di lokasi terdampak banjir, ketimbang mencari-cari kesalahan.

"Menyangkut cuaca dan curah hujan yang tidak mengenal wilayah administrasi, datang ke semua kawasan," kata mantan Mendikbud ini.

 DAFTAR 30 Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Jabodetabek, Paling Banyak karena Terseret Arus

Ia mengklaim, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah terbiasa dan menganggap kondisi ini bukan hal baru.

"Kita (Pemprov DKI Jakarta) siap dan bukan hal baru ini."

"Sering kita hadapi, kita bersiap, pencegahan terutama untuk air yang jatuhnya di Jakarta," tambah dia.

 Ibu Kota Pindah, Jusuf Kalla Ungkap Jakarta Bakal Dijadikan Seperti New York

Pada April 2019, Jakarta juga sempat diterjang banjir.

Kala itu, Anies Baswedan mengaku sudah mendapat kabar sejumlah titik di Ibu Kota tergenang banjir sejak Kamis (25/4/2019) malam.

Ia mengatakan banjir Jakarta terjadi akibat kiriman dari Bogor, Jawa Barat. Sebab, Jakarta seharian tidak diguyur hujan.

 Direktur Utama PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek PLTU Riau-1, Ini Perannya

"Di tempat (yang banjir) itu tidak ada hujan sebetulnya. Kita ini menerima air dari hulu, ketika di sana hujannya deras," ujar Anies Baswedan di Gedung Teknis Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019).

"Ini contoh situasi banjir karena kiriman dari selatan," sambung Anies Baswedan.

Ia menjelaskan, ketinggian air di Bendung Katulampa yang berada di Bogor naik hingga siaga 220 sentimeter, atau siaga 1.

 Ini Tiga Kategori Masyarakat yang Dibebaskan dari Kewajiban Bayar PBB-P2

"Tadi malam sekitar pukul 21.00 di Katulampa sudah siaga 1. Tempat-tempat di tepi sungai yang berpotensi terkena limpahan banjir kiriman ini sudah diantisipasi sejak malam," papar Anies Baswedan.

Bahkan, Anies Baswedan telah menyiagakan beberapa petugas dari Dinas Sumber Daya Air dan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), di kawasan yang rawan banjir.

"Seluruh petugas kita sejak malam sudah bekerja di lapangan untuk bersiaga mengantisipasi datangnya air kiriman dari hulu," jelas Anies Baswedan.

 Anies Baswedan: Bila Ekspatriat Masih Pakai Kendaraan Pribadi, Transportasi Kita Belum Kelas Dunia

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) lantas menanggapi banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota pada April 2019 itu.

BTP mengaku sudah tidak mengurusi DKI Jakarta hampir tiga tahun, terutama soal sungai yang oleh Pemerintah Provinsi DKI sekarang bakal dinaturalisasi.

"Saya sudah hampir tiga tahun enggak tahu urusan."

 Sehari Jelang May Day, Jokowi Cicipi Menu Makan Siang Buruh Pabrik Sepatu di Tangerang

"Soal kata-kata begitu, Pak Gubernur sekarang lebih pintar dari saya," kata BTP di rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

BTP menceritakan soal pengalamannya selama menjadi Wakil Gubernur DKI hingga Gubernur DKI dalam menangani banjir.

"Kalau pengalaman saya pasti sebenarnya Jakarta itu pompanya sudah cukup oke, tanggul juga sudah oke," ujarnya.

 Pejabat Daerah Diduga Cabuli Tiga Anak Kandung Sejak Cerai dari Istri, Polisi Malah Hentikan Kasus

"Jadi perhatikan saja, biasa kalau hujan sama kemarau kalau langsung hujan memang kayu ranting nutupi saringan," sambung BTP.

BTP mengatakan, dahulu alat berat selalu stand by untuk mengeruk material-material demi menurunkan volume air.

"Dan tentu pasukan oranye mesti keliling, pasukan biru mesti keliling. Setiap kali hujan Jakarta kan banyak, seperti ada buang sampah jangan nyumbat. Kalau nyumbat, volume air turunnya telat," ulasnya.

"Sama pompa mesti diperhatikan, jalan jamnya mesti dipenuhi. Jangan menghidupkan pompa telat. Kalau telat enggak keburu," tambahnya. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved