Bisnis

Volume Transaksi Rifan Financindo Berjangka Tembus 1,5 Juta Lot, Tahun Ini Targetkan 2 Juta Lot

Perusahaaan pialang berjangka terbesar ini berhasil menembus target total volume transaksi sebanyak 1,5 juta lot, atau tumbuh sebesar 31,40% dari 2018

Dok. RFB
CEO Rifan Financindo Berjangka (RFB) Teddy Prasetya 

“Kami merespon pasar dengan tetap menjaga kualitas pelayanan dengan mengutamakan transparansi dan edukasi kepada nasabah..."

“Emas banyak diminati investor karena sifatnya yang safe haven, dan diprediksi tren harganya akan naik stabil hingga akhir tahun...”

MENUTUP tahun 2019, PT Rifan Financindo Berjangka (“RFB”) mencatat pencapaian kinerja positif.

Perusahaaan pialang berjangka terbesar ini berhasil menembus target total volume transaksi sebanyak 1,5 juta lot, atau tumbuh sebesar 31,40% dari tahun 2018.

RFB juga kembali menduduki peringkat pertama dari 10 Pialang Gabungan (transaksi multilateral & bilateral) berdasarkan data yang dirilis oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange).

Total volume transaksi bilateral Perusahaan hingga 31 Desember 2019 mencapai 1,1 juta lot atau naik 32,58%, dan masih menjadi pendorong utama terhadap total volume transaksi.

Sementara total volume transaksi multilateral mengalami pertumbuhan 27,83% menjadi 372.910 lot dibandingkan tahun 2018.

CEO PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Teddy Prasetya menyerahkan donasi kepada Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Ira Soelistyo beberapa waktu lalu.
CEO PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Teddy Prasetya menyerahkan donasi kepada Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Ira Soelistyo beberapa waktu lalu. (Dok. RFB)

Kinerja menggembirakan lain dari sisi perolehan nasabah baru, PT Rifan Financindo Berjangka berhasil mendapatkan nasabah baru melampaui target sebelumnya sebanyak 3.500, dan telah tercapai 3.987 nasabah baru, melonjak 40,73% dibandingkan tahun 2018.

CEO PT Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya mengatakan bahwa perjalanan bisnis di tahun 2019 cukup menantang, khususnya menjelang pemilihan umum.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang stagnan membuat banyak orang lebih selektif dalam berinvestasi di pasar keuangan dan komoditi.

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved