Rabu, 29 April 2026

Viral Bule Bunuh Kucing Pakai Anjing Pitbull, Warga Minta Pemerintah Usir Bule dari Bali

Viral Mara Wolford, WNA bunuh kucing di Bali pakai anjing pitbull, warga minta Pemerintah Provinsi Bali usir bule dari Bali.

Editor: Dwi Rizki
Instagram @niluhdjelantik
Kucing dan Anjing Milik Niluh Djelantik 

Aksi tidak terpuji seorang Warga negara Asing (WNA), Mara Wolford membunuh kucing di Bali menarik perhatian para pecinta binatang.

Terlebih warga Bali yang kini meminta agar Mara Wolford diusir dari Bali.

Permintaan tersebut seperti yang disampaikan oleh Niluh Jelantik, Desainer pakaian asal Bali.

Lewat akun instagramnya @niluhdjelantik; pada Senin (13/1/2020), Niluh meminta agar Pemerintah Provinsi Bali dapat menyaring turis masuk Bali.

Sebab menurutnya, perilaku yang dilakukan oleh Mara Wolford sangat tidak terpuji.

Tanpa menggunakan hati, Mara Wolford katanya tega membunuh kucing yang berkeliaran dengan pakai anjingnya berjenis pitbull.

"Udah saatnya Bali memfilter (menyaring) turis yang tak berkualitas masuk ke pulau ini," jelas Niluh.

"Ada segelintir manusia yang keji tak menggunakan hati nurani menyalahgunakan karunia Tuhan malah jadi pembunuh dan memprovokasi yang lainnya untuk mendapatkan pembenaran. Satu contohnya adalah Mara Wolford," tegasnya.

Lebih lanjut diungkapkanya, Pemerintah Provinsi Bali harus menekankan pariwisata berkelanjutan apabila menginginkan pariwisata Bali sebagai destinasi utama.

"Kita bisa memulainya dengan menjaga lingkungan dari terjangan sampah," jelas Niluh.

"Tak hanya sampah yang kita buang sembarangan, namun juga manusia sampah yang datang ke pulau ini dengan berkedok turis. Tapi malah melecehkan dan melakukan hal-hal yang tidak senonoh dan tidak manusiawi," tegasnya.

Oleh karena itu, Bali ditegaskannya harus naik kelas.

Sehingga Bali di masa depan diharapkannya dapat menjadi lebih baik dibandingkan Bali saat ini.

"Bali Harus Naik Kelas. Agar kita bisa mewariskannya pada generasi penerus dengan kondisi yang lebih baik dibandingkan saat kita menempatinya," jelas Niluh.

"Aku percaya kita semua dewasa dan paham sesungguhnya yang terbaik untuk tanah kelahiran kita," tambahnya.

Terkait kasus pembunuhan kucing yang dilakukan oleh Mara Woldford, pemerintah katanya harus merangkul masyarakat.

Hal tersebut menurutnya sangat penting, mengingat penegakkan hukum hingga pencegahan agar aksi serupa tidak kembali adalah tanggung jawab bersama.

"Pemegang kebijakan dan masyarakat harus bergandengan tangan karena ini adalah sebuah tanggung jawab besar," tutupnya.

Keharmonisan tersebut ditunjukkan Niluh lewat potret yang turut diunggahnya.

Dalam potret tersebut, terlihat kucing dan anjing kesayangan Niluh dapat hidup berdampingan.

Mereka terlihat tertisur pulas di pinggir kolam renang.

Benci Kucing

Dikutip dari Tribunnews.com, akun Instagram @gardasatwafoundation, @christian_joshuapale dan beberapa akun penyayang binatang membagikan unggahan perempuan bernama Mara Wolford di Facebook.

Mara tega membunuh kucing-kucing yang masuk di kebun dan rumahnya di Bali, karena dia membenci kucing.

Mengutip dari Instagram @myfab4cats, perempuan asal Amerika ini tinggal di Nusa Dua Bali.

Dari tangkapan layar statusnya, Mara membenci kucing karena mereka seperti hama tikus.

Mara juga membandingkan kucing di Amerika itu lucu, lalu ketika di rumah mereka membawa hadiah seperti bangkai tikus dan burung.

Mara bahkan mengunggah foto kucing berwarna putih yang terkapar tidak berdaya.

Viral Medsos, Bule Tinggal di Bali Bantai Kucing-kucing Pakai Anjing Peliharaannya
Viral Medsos, Bule Tinggal di Bali Bantai Kucing-kucing Pakai Anjing Peliharaannya (Tribunnews.com)

"Mereka membawa penyakit dan di Amerika mereka dianggap normal. Orang-orang membiarkan mereka tidur di kotak yang ditempatkan di ruangan rumah. Jelaskan itu padaku. Kucing itu menjijikkan" tulis Mara di Facebook.

Mara merasa kesal karena di rumahnya dulu dia melihat ada 10-15 ekor kucing menempati atap rumahnya.

Ketika di Bali, dia tega membunuh kucing dengan melatih anjing peliharaannya.

Dia melatih anjing peliharaannya anjing yang di-foster untuk membunuh kucing di sekitar rumahnya.

Menurut Mara, anjing yang dinamakan Dawg bisa menangkap 6 tikus dan melakukan tugasnya lebih baik daripada kucing yang juga memburu burung.

Menurut akun Instagram @christian_joshuapale, perilaku wanita ini dapat membuat masyarakat awam semakin membenci anjing.

"Pola pikir dari si mbak ini bikin masyarakat awam semakin membenci pada anjing. Menurut pengakuan si mbak expatriat ini dia benci ma kucing sehingga ia membiarkan anjing kesayangannya menyerang kucing sampai meninggal.

Ada yang tau masalah hukumkah agar mbak expatriat ini bisa mendapatkan sanksinya" tulis akun Instagram @christian_joshuapale.

Mengutip dari akun Instagram Christian Joshuapale, dari penyayang hewan di Bali, wanita asal Amerika ini sebelumnya membasmi banyak kucing di area rumahnya.

Mara sangat membenci kucing sampai menganggap kucing sebagai hama dan membawa penyakit.

Mara berpikir ulang daripada meracuni kucing dan membuatnya membuang bangkai kucing satu-satu, dia menggunakan anjing foster peliharaannya untuk membantai kucing.

Mara sangat benci ada kucing yang memasuki halaman rumahnya. Setelah berhasil membunuh seekor kucing, dia dengan bangga memfoto dan mengunggah di Facebook.

Selain membunuh kucing di rumahnya, Mara juga mengunggah video berburu hewan-hewan laut di Bali.

Menurut akun Instagram @myfab4cats, selain membunuh kucing dia juga merusak lingkungan. Wanita asal Amerika ini berburu hiu, bintang laut dan beberapa ikan dengan senjata di perairan Bali.

Akun tersebut menyebut bahwa setelah postingan Mara viral, aktivis Bali menyambangi rumahnya, namun yang bersangkutan sudah tidak ada setelah mendapat komentar pedas netizen di Facebooknya.

Instagram @myfab4cats, Selain tega membunuh kucing Mara juga berburu beberapa ikan di laut menggunakan senjata (Instagram @myfab4cats)
Instagram @myfab4cats, Selain tega membunuh kucing Mara juga berburu beberapa ikan di laut menggunakan senjata (Instagram @myfab4cats) ()

Bahkan rumahnya telah dikosongkan dan disewakan di salah satu platform sewa dan booking penginapan.

Setelah viral, muncul petisi untuk mendeportasi mara di change.org yang berjudul "Deportasi Pembantai Kittens & Cats Berantai di Bali".

Petisi yang telah didukung sebanyak 1267 orang hingga Snein (13/1/2020) itu dapat diakses di sini.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved