Breaking News:

Pesawat Jatuh

Komandan Korps Pengawal Revolusi Iran Mengaku Sangat Malu Anak Buahnya Tembak Pesawat Ukraina

KOMANDAN Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayjen Hossein Salami meminta maaf setelah pihaknya menembak jatuh pesawat Ukraina.

Editor: Yaspen Martinus
Twitter@Aviation_NewsTW
Potongan pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Ukraina International Airlines nomor penerbangan 752, yang jatuh di dekat Bandara Teheran pada Rabu (8/2/2020). 

Karena, Washington meningkatkan ketegangan dengan Teheran sebelum pesawat itu jatuh.

Hajizadeh mengatakan, IRGC bertanggung jawab penuh atas bencana itu, dan siap menghadapi keputusan apa pun yang diambil oleh pihak berwenang.

 23 Menteri Kabinet Indonesia Maju Belum Laporkan Harta Kekayaan ke KPK, Deadline-nya 20 Januari

Hajizadeh mengaku langsung memberi tahu pihak berwenang tentang serangan yang tidak disengaja itu, tak lama setelah insiden terjadi.

Ia bahkan mengaku ingin mati saja ketika mendengar insiden tragis tersebut.

Teheran sebelumnya menekankan tragedi itu terjadi karena kesalahan teknis.

 Bukan Cuma Qasem Soleimani, Komandan Garda Revolusi Iran Juga Jadi Target AS tapi Gagal Dibunuh

Namun, beberapa negara Barat menolak mengesampingkan kemungkinan pesawat itu jatuh oleh rudal.

Sebelumnya, Pemerintah Iran akhirnya mengakui pihaknya menembak pesawat Ukraine International Airlines PS 752 di dekat Bandara Teheran, Iran, Rabu (8/2/2020) lalu.

Namun, melalui akun Twitter-nya, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan penambakan itu terjadi karena human error, alias tidak disengaja..

"Hari yang menyedihkan. Kesimpulan awal investigasi internal oleh Angkatan Bersenjata:"

"Kesalahan manusia saat krisis yang disebabkan oleh petualangan AS menyebabkan bencana."

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved