Breaking News:

Berita Bekasi

Jadi Satu-satunya Wali Kota yang Dipanggil Jokowi ke Istana, Begini Tanggapan Rahmat Effendi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjadi wali kota satu-satunya yang dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (8/1/2020) lal

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi saat ditemui di Wartakotalive.com di Perum Vila Jatitasa usai kerja bakti, Minggu (12/1/2020) malam. 

Pepen sapaan Wali Kota Bekasi turun langsung bersama anak buahnya atau jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemkot Bekasi terjun melakukan kerja bakti proses pembersihan pascabanjir.

Pepen bersama anak buahnya telah memulai proses pembersihan dari pagi hingga sore hari ini.

"Hari ini semua aparatur tersebar di titik yang masih perlu penanganan pascabanjir," kata Pepen, Minggu (12/1/2020).

Wartakotalive.com ikut langsung dalam proses kerja bakti di Perum Vila Jatirasa. Pepen mengomandoi proses pemasangan pompa air.

Bahkan terlihat Pepen ikut dalam proses penyambungan pipa besar untuk pompa air.

Pepen yang menggunakan kaos dan sepatu boots itu layaknya tukang, ia mengoperasikan mesin gerinda untuk proses pemotongan pipa penyambung.

Sesekali Pepen memberikan pengarahan terhadap anak buahnya. Ada juga anak buahnya yang dimarahinya akibat lambat dalam proses penanganan.

Pengoperasian pompa air dilakukan agar air dari Kali Bekasi bisa disedot untuk membantu proses pembersihan lumpur di wilayah setempat.

Pompa air akhirnya bisa dioperasikan setelah tiga jam proses pemasangan.

Pepen berserta pasukannya beralih ke lokasi jalan perumahan untuk proses pembersihan.

Lumpur-lumpur itu terlihat masih memenuhi jalan maupun saluran air. 

Pepen langsung mengambil sekop untuk mengangkut lumpur itu ke dalam karung. Dalam proses tersebut, Pepen tak henti-hetinya berteriak mengarahkan Para anak buahnya.

"Angkat-angkat lumpur, mana bechkoe. Tolong kerahin ke titik sini," ucap Pepen.

Sebanyak dua alat berat, hingga dua mobil Pemadam Kebarakan langsung datang ke lokasi.

Bahkan para pejabat Pemkot Bekasi, mulai dari sekretaris derah, para kepala dinas, kepala bidang hingga camat ikut terjun langsung bersihkan sisa lumpur.

Tak hanya aparatur, sejumlah warga juga ikut terjun dalam proses pembersihan. Tak terlepas para anak-anak yang ikut membawa serokan pembersih lumpur.

Canda tawa pun terjadi, karena adanya semprotan air dari selang besar yang dipompa menggunakan mesin dari Kali Bekasi.

Saat proses pembersihan, Pepen terkena semprotan air saat memindahkan pipa besar. Bajunya pun basah kuyup, bukan marah tapi Pepen justru tersenyum dan tertawa atas ulah anak buahnya yang membuat seluruh badanya basah kuyup.

"Ini kita kerja keras, kita targetkan dua hari kedepan harus selesai," kata Pepen disela-sela kerja bakti.

Hingga pukul 15.45 WIB, proses kerja bakti pembersihan sisa lumpur masih berlangsung. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pun, belum juga istirahat masih ikut proses pembersihan.

Sebanyak 15.000 ton sampah di Kota Bekasi telah diangkut pascabanjir, pada awal tahun 2020.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan bahwa 15.000 ton sampah itu diangkut selama 10 hari pascabanjir.

"Kita mulai penangkutan sampah tanggal 2 Januari 2020, karena rata-rata banjir itu surut tanggal 2 atau 1 malamnya," kata Yayan, saat ditemui Wartakotalive.com di Vila Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (12/1/2020).

Yayan menerangkan selama pascabanjir ini ada peningkatan volume sampah yang diangkut. Dari rata-rata tiap harinya 800 ton menjadi 1.500 ton.

"Karena kan banyak sampah-sampah sisa banjir seperti peralatan rumah tangga, kasur, buku-buku dan lainnya," jelas Yayan.

Dalam proses pengangkutan, pihaknya mengerahkan 307 truk sampah. Rata-rata tiap truknya mampu mengangkut minimal 6,5 ton hingga 14 ton sampah.

"Truk yang kita punya ada dua tipe, ada tipe yang bisa angkut 6,5 ton ada yang bisa amgkut 14 ton," ungkap dia.

Yayan menyebut pihaknya juga menyewa 65 dump truk yang mampu mengangkut hingga 21 ton sampah.

"Jadi karena ini tanggap darurat, kita kerahkan semua tenaga dan personil agat penangannnya lebih cepat," ucap dia.

Yayan menambahkan masih ada ribuan ton sampah lagi yang belum diangkut. Sejumlah titik yang masih ada tumpukan sampah ialah di Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Timur dan Jatiasih.

Untuk Kecamatan Rawalumbu itu ada di Perum Kemang Pratama, Bekasi Timur itu di Jalan Underpass dan Durenjaya. Sedangkan di Jatiasih itu ada Perum Vila Jatirasa, Pondok Gede Permai, Pondok Mitra Lestari, Kemang IFI Graha, dan Komplek AL.

"Total keseluruhan sampah yang telah diangkut sekitar 70 persen. Lokasi terbanyak ini memang di Jatiasih sampahnya paling banyak, maka armada dan personil kita kerahkan paling banyak di Jatiasih itu," papar Yayan. (MAZ)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved