Breaking News:

Kabar Artis

Izinkan Suami Menikah Lagi, Ria Irawan: Kalau Cari Pengganti yang Lebih Kaya dari Gue

Mayky Wongkar mengungkapkan pembicaraan masalah kematian bersama Ria Irawan bukan menjadi hal yang serius.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Ria Irawan menemui wartawan di Gedung A Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019) petang. Ria menjelaskan, kesehatannya membaik meski dikabarkan kritis. 

"Mungkin kemarin-kemarin dia sudah merasa banyak memimta kepada saya, menyuruh-nyuruh saya, jadi dia tidak mau merepotkan saya,"katanya.

"Ya jadi begitu, saya rasa dia ingin (ke Meykey) nikmatin dulu lah masa-masa ini. Dia hanya berpesan, jangan pernah lupain gue," imbuh Mayky.

Keluarga besar Ria Irawan dikatakan Mayky juga sudah ikhlas.

"Sebelum dia meninggal kan saya tanya sama mama Ade (Ade Irawan), 'Ma, ini gimana?' mama bilang ya peluangnya 50:50.

"Antara dia dulu yang meninggal atau Ria Irawan. Jadi memang sudah siap apapun risikonya," ujar Mayky..

Sang ibu, Ade Irawan, dikatakan Mayky juga tak lagi menangis meratap atas kepergian Ria Irawan.

"Mungkin beliau kan sudah punya pengalaman ditinggal suami," tandas Mayky.

Keluarga besar Ria Irawan melangsungkan pengajian atau tahlilan tujuh hari meninggalnya almarhum, Minggu (12/1).

Digelar di kediaman ibunda, Ade Irawan di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, para kerabat dan tetangga membacakan ayat suci dan melantunkan doa buat Ria Irawan.

Ria Irawan Diusulkan sebagai Pejuang Kanker

Ria Irawan, aktris dan sutradara film
Ria Irawan, aktris dan sutradara film (Warta Kota/Jepri MA)

SEBELUMNYA Wartakotalive melaporkan, aktor dan presenter Aldi Taher mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo memberikan gelar bagi Ria Irawan sebagai pejuang kanker.

Aldi Taher yang menjadi salah seorang penderita kanker getah bening yang dinyatakan sembuh, mengungkapkan alasannya.

Ia mengungkapkan, ada banyak kisah di balik penyakit yang dideritanya itu yang sempat membuatnya terpuruk dan putus asa.

Ia bahkan sudah pasrah jika maut segera menjemputnya.

Tetapi kemudian ia bangkit.

Ia mencoba melawan penyakitnya dan terus mendekatkan diri kepada Tuhan.

Sosok terbesar yang menginspirasinya untuk bangkit yakni Ria Irawan.

 

Aldi membagi kisah itu saat menghadiri tahlil tujuh hari meninggalnya Ria Irawan di kediaman Ade Irawan di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (12/1) petang.

"Beliau orang yang sangat menginspirasi saya dan membuat saya optimis lagi menghadapi penyakit kanker. Sebelumnya, saya sangat terpuruk.

Aldi Taher berbincang di Redaksi Tribunnews, Jumat (22/11/2019), terkait keinginannya maju dalam pencalonan Gubernur Sumatera Barat di Pilkada 2020 Sumatera Barat. Ia mengklaim telah mendapatkan dukungan dari PKS.
Aldi Taher berbincang di Redaksi Tribunnews, Jumat (22/11/2019), terkait keinginannya maju dalam pencalonan Gubernur Sumatera Barat di Pilkada 2020 Sumatera Barat. Ia mengklaim telah mendapatkan dukungan dari PKS. (Tribunnews/Nurul Hanna)

Bahkan, jelang menghadapi kemoterapi, saya berpikir yang macam-macam. Pasti habislah tubuh saya nanti," ujar Aldi Taher.

"Tapi saat itu Ria Irawan bilang ke saya, no drama. Dia mengajarkan untuk tidak sedih dan terpuruk di depan orang.

"Kalau sedih boleh, tapi pas lagi tahajjud saja, berdoa kepada Allah," imbuhnya.

Di saat bersamaan, almarhum Julia Perez juga terus menyemangati Aldi Taher.

Sejak itu, Aldi merasa punya kekuatan untuk menghadapi penyakitnya.

Ia tak lagi cengeng. Apalagi mengumbar kesedihan di depan banyak orang atau di sosial media.

"Sejak itu saya mulai menjalani pengobatan dan alhamdulillah berkat semangat dan tentu saja atas izin Allah saya bisa melewati semua itu," terang Aldi.

Aldi masih mengingat betapa besar peran Ria Irawan dalam menyemangati dirinya sendiri juga kepada penderita kanker lain..

"Beliau jadi contoh bagi banyak penderita kanker lainnya. Bagaimana harusnya menghadapi itu semua.

Beliau selalu mencontohkan tetap tersenyum. Hadapi dengan senyum. Bahkan, saat meninggal, bibir beliau juga terlihat tersenyum," tutur Aldi.

"Maka tidak berlebihan tampaknya jika presiden Joko Widodo memberikan gelar baginya sebagai pejuang kanker.

Minimal dari pemerintah kasih pengukuhan saja. Karena kita butuh satu sosok, 'eh ada loh pejuang kanker,'" tandasnya.

Karangan Bunga Jokowi

Sebelumnya karangan bunga dari Presiden Joko Widodo tiba di rumah duka Ria Irawan, Senin (6/1/2020) siang.

Karangan bunga setinggi 2 meter itu segera dibawa dan diletakkan didepan rumah mendiang Ria Irawan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Karangan bunga Presiden Joko Widodo menjadi satu-satunya karangan bunga yang diletakkan didepan rumah Ria Irawan.

Ria Irawan meninggal, Senin (6/1/2020) pukul 04.40 WIB, ketika sedang menjalani ibadah salat subuh.

 

Karangan bunga itu didominasi warna hitam dan kuning dan berdiri gagah.

Tertulis kiriman bunga tanda duka cita dari Presiden Joko Widodo dan keluarganya.

Ria Irawan meninggal saat sedang salat subuh ditengah menjalani perawatan lanjutan karena sakit kanker di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat.

Ria Irawan divonis mengidap kanker endometrium stadium 3 C medio 2014.

Setelah menjalani kemoterapi selama 1,5 tahun, Ria Irawan dinyatakan bersih dari kanker tersebut.

Pada 2017, sel kanker disebutkan keluar di diafragma dan sudah menyebar ke bagian paru- paru Ria Irawan.

Tidak hanya itu, bagian kepala Ria Irawan juga diketahui terdapat tumor hingga mengakibatkan sulit bicara dan kehilangan keseimbangan.

Sejak Agustus 2019, kondisi Ria Irawan melemah dan harus menjalani perawatan di RS Cipto Mangunkusumo sejak 1 September lalu.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved