Hukum dan Kriminal

Gerebek Klinik Kesehatan di Kemang, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Praktik Stem Cell Ilegal

POLDA METRO JAYA menetapkan tiga tersangka dalam kasus praktik stem cell ilegal, pasca penggerebekan klinik kesehatan Hubsch Clinic, Sabtu lalu.

Gerebek Klinik Kesehatan di Kemang, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Praktik Stem Cell Ilegal
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan kepada awak media. 

"Selanjutnya ditemukan hasil bahwa klinik tersebut ilegal, padahal telah beroperasi selama tiga tahun di Indonesia," katanya.

Karenanya kata Suyudi, polisi menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam praktik ilegal ini, yakni YW selaku manajer, LJ selaku marketing manager, dan OH selaku dokter dan pemilik klinik.

Barang bukti

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa kuitansi pembayaran uang muka, hasil laboratorium pasien dan botol ampul serum stem cell.

Kemudian ada selang infus, alat suntik, alat septik hingga registrasi pasien yang akan dan telah melakukan pengobatan stem cell ilegal.

"Para pelaku telah melakukan praktik jual beli stem cell kepada korbannya seharga USD 16.000 atau setara dengan Rp230 juta. Para pasien yang akan membeli atau menggunakan serum ini diwajibkan menyetorkan dana awal terlebih dahulu sebesar 50 persen kepada YW," katanya.

Selanjutnya, kata Suyudi, YW langsung melakukan order transfer ke K LTD di Jepang dan produk serum lantas dikirim ke Indonesia.

"Yang langsung dijemput oleh YW di bandara. Lalu serum itu dibawa ke klinik untuk segera disuntikkan kepada pasien," katanya.

LJ sendiri menurut Suyudi, berperan mencari konsumen melalui promosi seminar dan iklan media sosial.

"Sisa pembayaran 50 persen yang belum dibayarkan akan dibebankan kepada pasien setelah selesai dilakukan penyuntikan atau infuse stem cell tersebut," katanya.

Pasal pelanggaran

Untuk saat ini ketiga orang yang ditangkap dikenai Pasal 204 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76 UU RI No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan atau Pasal 201 jo Pasal 198 jo Pasal 108 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

"Selanjutnya tersangka, korban, dan saksi-saksi dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan," kata Suyudi.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved