Breaking News:

Ancaman Banjir

Pelaksanaan Normalisasi Sungai Ciliwung 2020 Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Dari 1,5 kilometer sungai yang akan dinormalisasi, hanya 1,2 kilometer saja yang bisa dikeruk, sementara sisanya 300 meter masih dikuasai warga.

Warta Kota
Ilustrasi. Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) melakukan pengerukan terhadap Situ Parigi, Tangerang, Selasa (19/11/2019). 

Rencana Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk melakukan normalisasi Sungai Ciliwung di Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 2020, terkendala pembebasan lahan.

Dari 1,5 kilometer sungai yang akan dinormalisasi, hanya 1,2 kilometer saja yang bisa dikeruk, sementara sisanya 300 meter masih dikuasai warga.

“Kalau yang tahun 2020 ini sudah dialokasikan sekitar Rp 20 miliar untuk 1,2 kilometer karena kondisi (ketersediaan) lahannya bolong-bolong,” ujar Kepala BBWSCC Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bambang Hidayah pada Sabtu (11/1/2020).

Bambang mengatakan, lembaganya terus berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta agar melakukan pendekatan kepada warga.

Harapannya, lahan mereka mau dibebaskan pemerintah demi mempercepat proyek normalisasi.

Rudal Iran Menembak Jatuh Pesawat Sipil yang Menewaskan 176 Jiwa dengan Memanasnya Konflik Lawan AS

Kekhawatiran Meningkat Jika Sejumlah Bukti Pesawat yang Kena Rudal dalam Upaya Dimusnahkan oleh Iran

Dia menilai, ketersediaan lahan yang tidak utuh membuat petugas kesulitan menormalisasi Sungai Ciliwung. Alat berat cenderung sulit menjangkau titik yang akan dinomalisasi dan petugas juga tidak bisa memasang tanggul sheetpile di pinggir kali.

“Kami pendekatan dulu dengan warga dan menawarkan bisa nggak kalau dikerjakan (normalisasi) dulu, nanti dibayarnya (lahan) belakangan,” katanya.

“Karena ada seksi yang sudah dibebaskan ada juga seksi lahan yang belum dibebaskan, ini justru bisa masalah juga dalam normalisasi,” kata Bambang.

Proyek normalisasi Sungai Ciliwung telah berjalan sejak 2013 lalu. Namun dari 33,69 kilometer sungai yang akan dinormalisasi, pemerintah baru merealisasikan program itu sepanjang 16,19 kilometer sampai tahun 2016 lalu.

Artinya, masih ada 17,5 kilometer yang belum dinormalisasi. 

PT JLJ Membantah Tuduhan Mantan Karyawan yang Memaparkan Bukti Mendadak Ditransfer Uang Pensiun Dini

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bogor, Bima Arya memaparkan fakta terkait foto selfie yang digunakan oleh Gun Romli untuk menyebarkan hoax.

Fakta terkait foto tersebut diungkap Bima Arya melalui akun Instagram miliknya.

Menurut Bima Arya, foto tersebut bukan merupakan foto selfie Bima Arya dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di tengah bencana banjir.

Anies Baswedan Membantah Kabar Hoax yang Disebar Terkait Dana Banjir Dialokasikan untuk Formula E

Berikut terungkap fakta yang disampaikan Bima Arya, yang menjelaskan foto tersebut bukan merupakan foto selfie di tengah bencana banjir.

Apalagi, foto tersebut dibuat di tahun 2018 dan pada tahun 2020, kegiatan Bima Arya di tempat yang sama, tidak bersama dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Secara jelas, Bima Arya mengecam perbuatan menyebarkan hoax tersebut.

 Pembersihan Jalur Utama Perumahan Pondok Gede Permai Ditargetkan Bisa Selesai di Hari Ini

Halaman
1234
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved