Breaking News:

Pesawat Jatuh

Iran Mengakui Ceroboh Menembak Jatuh Pesawat Ukraina Setelah Sempat Membantah karena Kerusakan Mesin

Akhirnya terungkap, pesawat Ukraina yang mengangkut 176 penumpang jatuh akibat ditembak rudal antipesawat oleh Iran.

The Guardian
Kekejaman perang telah mengakibatkan pesawat yang mengangkut 176 penumpang ditembak rudal antipesawat di Iran. 

Serangan di dua pangkalan AS adalah pembalasan atas serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan pemimpin Pasukan Quds yang kuat, Qassem Suleimani di Baghdad pada 3 Januari - puncak dari serangkaian serangan mutakhir yang mengancam mendorong Washington dan Teheran ke dalam perang.

Qassem Soleimani juga dikenal sebagai arsitek teror di sejumlah kawasan yang diduduki Syiah.

Dia juga merupakan arsitek dalam perang di Yaman dengan menyokong milisi Syiah, demikian pula dukungan penuh untuk penindasan yang dilakukan oleh Bashar Al Assad di Suriah.

Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Qassem Soleimani adalah teroris.

Pengakuan Iran atas tanggung jawab atas kecelakaan itu kemungkinan akan mengobarkan sentimen publik terhadap pihak berwenang setelah rakyat Iran berkumpul di sekitar para pemimpin mereka setelah pembunuhan Qassem Soleimani.

Jenderal itu dipandang sebagai ikon nasional dan ratusan ribu warga Iran telah menghadiri prosesi pemakaman di seluruh negeri.

Namun, sayang sekali, sebagian besar korban pesawat adalah orang Iran atau Iran-Kanada, dan kecelakaan itu terjadi, beberapa minggu, setelah pihak berwenang membatalkan protes nasional yang dipicu oleh kenaikan harga bensin yang terjadi di negara tiran tersebut.

"Ini adalah langkah yang tepat bagi pemerintah Iran untuk mengakui tanggung jawab, dan itu memberi orang langkah menuju penutupan dengan pengakuan ini," kata Payman Parseyan, seorang Iran-Kanada terkemuka di Kanada barat, yang kehilangan sejumlah teman dalam kecelakaan itu.

“Saya pikir, investigasi akan mengungkapkannya apakah mereka mengakuinya atau tidak."

"Ini akan memberi mereka kesempatan untuk menyelamatkan muka."

Iran memang tidak akan bisa membantah bukti yang ada termasuk kotak hitam yang ditemukan dalam peristiwa keji tersebut.

Iran telah membantah, selama beberapa hari, peluncuran rudal antipesawat telah menjatuhkan pesawat tersebut dan menyalahkan kerusakan mekanis.

Kepala organisasi penerbangan sipil Iran mengatakan:

"Secara ilmiah, tidak mungkin bahwa sebuah rudal bisa mengenai pesawat Ukraina."

"Desas desus seperti itu tidak logis," kata Ali Abedzadeh.

Dia mengatakan kepada media yang dikelola pemerintah.

Di London, duta besar Iran untuk Inggris, Hamid Baeidinejad, menuduh barat dan Inggris melakukan upaya politisasi penyelidikan.

Diduga pernyataan itu disampaikan karena tekanan yang sangat besar atas terjadinya peristiwa tersebut memang tidak bisa dibenarkan.

Kim Jong Un Pertama Kali Muncul dari Persembunyian Sejak Qassem Soleimani Tewas dalam Serangan Drone

Pejabat keamanan Barat mulai memberikan pengarahan pada Kamis sore bahwa intelijen menyatakan, pesawat itu secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh dua rudal darat ke udara yang ditembakkan oleh militer Iran.

Sebuah laporan awal yang dikeluarkan oleh otoritas penerbangan sipil Iran sehari setelah kecelakaan itu menemukan bahwa pilot pesawat itu tidak melakukan kontak radio, tapi dia telah berusaha untuk kembali ke bandara ketika pesawat itu jatuh.

Para ahli kecelakaan udara telah mengugkapkan keprihatinan serius sejak pesawat itu jatuh mengenai penanganan lokasi kecelakaan, seperti pemindahan puing-puing, yang memicu kekhawatiran bahwa Teheran telah berusaha untuk menghilangkan bukti dari daerah tersebut.

Rudal Iran Menembak Jatuh Pesawat Sipil yang Menewaskan 176 Jiwa dengan Memanasnya Konflik Lawan AS

Iran telah mengundang penyelidik dari Kanada, Ukraina dan Boeing untuk melihat lokasi kecelakaan di pinggiran Teheran dan mengatakan, mereka juga akan menyambut perwakilan dari negara lain yang warganya meninggal.

Pesawat itu, dalam perjalanan ke ibu kota Ukraina, Kyiv, mengangkut 167 penumpang dan sembilan anggota awak dari beberapa negara, termasuk 82 warga Iran, setidaknya 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, dan tiga warga Inggris.

Menteri luar negeri Ukraina, Vadym Prystaiko, mengatakan pada hari Jumat bahwa Kyiv telah diberi akses ke perekam penerbangan dan berencana untuk mulai menganalisis konten kotak hitam itu.

Ilustrasi kotak hitam yang ditemukan.
Ilustrasi kotak hitam yang ditemukan. (9News.com.au/Russian Ministry of Defence)
Penulis: Gede Moenanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved