Kabar Tokoh

47 Tahun PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Merasa Gelisah, Begini Curhatannya

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri curhat soal partai politik yang sudah berdiri selama 47 tahun, ada beragam pengalaman yang dipelajari

47 Tahun PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Merasa Gelisah, Begini Curhatannya
Warta Kota/Ichwan Chasani
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri memberikan paparan dalam kegiatan Internalisasi dan Pembumian Pancasila & Penguatan Wawasan Kebangsaan di Lingkungan Kementerial Sosial yang diselenggarakan di Gedung Konvensi, Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Senin (9/12/2019). 

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merefleksikan pahit manisnya perjalanan politik yang telah ia tempuh selama 47 tahun partai berdiri.

"Kegembiraan, kepedihan, kemajuan-kemajuan, harapan-harapan, kekecewaan-kekecewaan, rasa unggul, rasa pahit, rasa getir, rasa manis, rasa cemas, rasa letih, rasa babak bundas, semua sudah kita alami," ucap Megawati dalam pidato politiknya saat Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP sekaligus peringatan HUT Ke-47 partai di JIExpo, Jumat (10/1/2020).

Setelah PDI Perjuangan berturut-turut menang dalam dua kali Pemilu, 2014 dan 2019, pertanyaan yang selalu menghentak dalam dada saya, inikah makna sesungguhnya kemenangan politik.

Jika sudah menang Pemilu, lalu mau apa? Apakah menang Pemilu, berupa kemenangan elektoral, jadi tujuan akhir bagi Partai? Kegelisahan-kegelisahan tersebut merundung Megawati..

Putrinya Jadi Perempuan Pertama Jabat Ketua DPR, Megawati: Dominasi Pria Kuat Sekali

Komisioner KPU Wahyu Setiawan Jadi Tersangka Minta Uang Rp 900 Juta untuk Muluskan Caleg PDIP

"Beberapa hari ini saya merenung. Saya mencoba menggali kembali lembar-lembar perjalanan kehidupan politik yang telah saya lewati," tutur Megawati.

Perenungan spiritual itu mengantarkan Megawati, pada kotak pandora ingatan, kotak yang berisi cita-cita dan gagasan politik seorang lelaki, yang ia panggil Bapak, yaki Bung Karno.

Bung Karno yang telah menempa Megawati sejak kecil untuk hidup di jalan pengabdian kepada tanah air dan bangsa.

Lalu Megawati pun mengingat pesan sang bapak.

“Saya memohon kepada Allah SWT tetapkanlah kecintaanku kepada tanah air dan bangsa, selalu menyala-nyala di dalam saya punya dada, sampai terbawa masuk ke dalam kubur saat Allah memanggilku pulang.” (Di Bawah Bendera Revolusi, 1941).

"Itulah doa Bapak, ayah saya, yang biasa dipanggil oleh rakyat Indonesia dengan sebutan Bung Karno," kenang Megawati.

Habis Tangkap Komisioner KPU, Benarkah KPK Mengejar Sekjen PDIP Hasto Kristianto?

Halaman
1234
Penulis: Sri Handriyatmo Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved