Kemiskinan

Warga dan Perangkat Desa Bersama Membangun Rumah Permanen Mengetahu Gubuk Cicih Seperti Kandang Ayam

Cicih (45) adalah anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di RT 02 RW 06, Kampung Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Muhammad Azzam
Cicih (45) adalah anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di RT 02 RW 06, Kampung Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni. 

Cicih (45) adalah anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di RT 02 RW 06, Kampung Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni.

Bantuan rumah permanen untuk keluarga Cicih itu melibatkan semua pihak, mulai perangkat desa Cibening, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Badan Permusyawatan Desa (BPD) Cibening, Bidan Desa maupun tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

Sebelumnya, Cicih bersama suami dan kedua anaknya tinggal di gubuk kumuh mirip kandang ayam.

Kini tak lama lagi Cicih akan berpindah tempat tinggalnya ke lokasi yang lebih layak.

Cicih (45) adalah anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di RT 02 RW 06, Kampung Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni.
Cicih (45) adalah anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di RT 02 RW 06, Kampung Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Rumah permanen itu tengah proses pembangunan dan telah mencapai progres 80 persen, tersisa pengerjaan pemasangan atap, pintu dan pelester tembok rumah.

Kepala Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Sinyo Suryadi Efendi mengungkapkan Cicih merupakan warga baru di wilayahnya. Sebelumnya, keluarga Cicih tinggal berpindah-pindah.

"Terakhir itu di rumah saudaranya di desa ini, tapi karena ada masalah beliau keluar dan bangun rumah seadanya itu," ujar Sinyo kepada Wartakota, Jumat (10/1/2020).

Dirinya bersama warga telah mencoba berkomunikasi kepada keluarganya agar dibangunkan rumah layak. Akan tetapi tak direspon sehingga keluarga Cicih tetap tinggal di gubuk tersebut.

Cicih (45) adalah anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di RT 02 RW 06, Kampung Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni.
Cicih (45) adalah anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di RT 02 RW 06, Kampung Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Cicih telah tinggal di rumah semi permanen itu sekitar tiga bulan.

"Saya sama warga sempat bicara ke keluarga, tolong bangunin rumah sederhana engga apa-apa asal layak. Atau rumah saudaranya itu sisihkan saja buat Cicih," beber Sinyo.

Melihat warganya menempati lokasi yang tak layak, Sinyo langsung berinisiatif meminta bantuan warga sekitar dan mencari swadaya perusahaan di wilayahnya sehingga dapat membangunkan keluarga Cicih sebuah rumah layak.

"Atas partisipasi aktif semua unsur, akhirnya bisa dibangun rumah buat keluarga Cicih, ya Insya Allah dalam waktu dekat bisa segera pindah kasihan cuacanya kan tidak bagus hujan terus," kata Kepala Desa yang telah menjabat dua periode tersebut.

Sementara Yoyok Setyo Wijoyo Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dibawah Kementerian Sosial wilayah Kabupaten Bekasi mengatakan kondisi memprihatinkan keluarga Cicih ketika tim pendamping PHK tengah melakukan distribusi bantuan hingga home visit.

Saat hendak home visit keluarga Cicih tidak lagi berada di rumahnya itu. Saat dicari ternyata tinggal di gubuk ini.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved