Konflik Natuna

‎Pemerintah Bakal Bangun Pangkalan Militer di Natuna, Kapal Ikan Cina Tinggalkan ZEE Indonesia

MENTERI Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah bakal membangun pangkalan militer di Natuna.

‎Pemerintah Bakal Bangun Pangkalan Militer di Natuna, Kapal Ikan Cina Tinggalkan ZEE Indonesia
Puspen TNI
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono memimpin apel gelar pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna, Jumat (3/1/2020). 

MENTERI Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah bakal membangun pangkalan militer di Natuna.

Pembangunan pangkalan‎ militer tidak hanya di perairan Natuna, Kepulauan Riau, tapi juga di wilayah Indonesia Timur.

"Tidak hanya di Natuna, Kita mau bikin pangkalan di Indonesia Timur," ujar Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Dibully Netizen, Anies Baswedan: Bundaran HI Tidak Ketutup Banjir tapi Pembicaraannya Tinggi

Prabowo Subianto menegaskan, pembangunan pangkalan militer pasti di wilayah strategis. Namun, dia tidak merinci di mana saja lokasinya.

"Tempatnya pasti strategis seluruh Indonesia. ‎Masa saya paparan pertahanan untuk kalian semua," tuturnya.

Lebih lanjut, Kepala Bappenas Suharso menjelaskan, pembangunan pangkalan militer sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sejak Dibeli pada 1997, Gedung Alfamart yang Roboh di Slipi Tak Pernah Dirawat

Secara teknis, pembangunan dilakukan oleh Kementerian Pertahanan dikomandoi oleh Menhan Prabowo Subianto.

"Itu memang perencanaan jangka menengah kami," imbuhnya.

Selain pangkalan militer, menurut Suharso, pemerintah juga akan membangun pangkalan kapal ikan Indonesia di sejumlah wilayah, di antaranya di Natuna, Tual, dan Saumlaki.

Cuaca Ekstrem, Penumpang Diminta Maklum Jika Pesawat Delay Atau Gagal Berangkat

Sementara, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Satu Laksamana Madya Yudo Margono memastikan kapal-kapal nelayan Cina telah bergerak meninggalkan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di Perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved