Breaking News:

Banjir di Bekasi

BPBD Kabupaten Bekasi Minim Peralatan Evakuasi Bencana Banjir

Kabupaten Bekasi termasuk wilayah terparah akibat bencana banjir yang terjadi pada awal tahun 2020 ini.

Wartakotalive.com/Luthfi Khairul Fikri
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Abdul Rasyid. 

"Masih sangat minim menurut saya, masih di kisaran 40 persenan, masih cukup banyak," kata Tri saat ditemui di Kelurahan Jatiasih, Selasa, (7/1/2020).

Maka dari itu, kata Tri, untuk mempercepat proses pembersihan pihaknya mengerahkan seluruh aparatur pemerintah yang dibagi menjadi tiga tim.

Tim itu disebar ke sejumlah kecamatan yang terdampak banjir cukup parah.

"Hari ini kita kerahkan kekuatan, seluruh aparatur dan pimpinan terjun dalam tiap tim itu.

"Pak Wali Kota pegang empat kecamatan, saya di tim dua empat kecamatan, dan tim tiga di dua kecamatan," kata Tri.

Tri menerangkan tim itu fokus pada pembersihan sampah dan lumpur sisa banjir.

Selain itu, pihaknya juga mendata dan mendistribusikan keperluan apa saja yang sangat dibutuhkan.

"Kita juga kan tambah armada, sewa 65 dump truk selain kita punya armada sekitar 200 untuk proses pengangkutan sampah dan lumpur. Jadi prosesnya bisa lebih cepat," ungkap dia.

Untuk mengatasi lumpur, sambung Tri, pihaknya menyiapkan alat pembersih dan penyedot lumpur agar bisa segera teratasi.

"Lumpurnya ada yang disedot dan dialirkan. Intinya semua kerja keras bantu pemulihan wilayah yang terdampak banjir," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi memperpanjang status tanggap darurat bencana atas musibah banjir yang terjadi di Kota Bekasi.

Perpanjangan status berlaku selama tujuh hari, mulai hari ini 7 Januari 2020 hingga 14 Januari 2020.

"Melihat kondisi lokasi terdampak yang cukup parah dan masih perlu penanganan.

"Maka status masa tanggap darurat diperpanjang hingga tujuh hari ke depan," kata Rahmat Effendi, Selasa (7/1/2020).

Rahmat menyebut perpanjangan masa tanggap darurat dikarenakan masih diperlukan panangan di lapangan pascabanjir.

Seperti pengangkutan sampah dan pembersihan jalan-jalan utama yang terkena banjir.

"Saya lihat area pemukiman khususnya di aliran Kali Bekasi ini terdampak parah. Lumpur masih tebal, masih perlu penanganan," ungkap dia.

Rahmat menyebutkan fokus utama dalam tujuh hari ke depan, yakni perbaikan infrastruktur, penyediaan akses air bersih, serta pembersihan material akibat banjir.

"Ini yang sangat diperlukan sampai saat ini dan kedepannya.

"Khususnya sampah yang mulai bau tak sedap yang harus segera ditangani," terang dia.

Dirinya juga akan menghubungi Gubenur DKI Jakarta Anies Basweda, untuk meminta agar sampah-sampah akibat banjir ini untuk dapat dibuang ke TPST Bantargebang.

"Saya akan menghubungi pak Gubenur Anies untuk memberikan ruang di TPST Bantargebang agar sampah-sampah akibat banjir ini dapat dibaung kesana.

"Karena kondisi TPA kita penuh dan padat," tuturnya. (MAZ)

Sampah Sisa Banjir Berserakan di Pinggir Jalan

Sampah sisa banjir berserakan di pinggir Jalan Underpass, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/1/2020).
Sampah sisa banjir berserakan di pinggir Jalan Underpass, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/1/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Sementara itu sampah sisa banjir berserakan di pinggir Jalan Underpass Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/1/2020).

Tumpukan sampah itu telah dibiarkan menumpuk dipinggir jalan itu sekitar tiga hari.

Sehingga telah mengeluarkan aroma bau tak sedap.

Terlihat sampah seperti peralatan rumah tangga, hingga kasur memenuhi hampir setengah badan jalan.

 HEBOH Pria Ganteng Asal Indonesia Ini Dihukum Seumur Hidup atas Kasus Pemerkosaan di Inggris

 UPDATE Korban Meninggal Bertambah Menjadi 67 Orang dan Satu Hilang

 UPDATE Wali Kota Bekasi Jalan Kaki Susuri Tanggul Sungai Bekasi dan Lokasi Banjir Sejauh 8 Kilometer

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan pengecekan keberadaan sampah yang berserakan di pinggir Jalan Underpass, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/1/2020).
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan pengecekan keberadaan sampah yang berserakan di pinggir Jalan Underpass, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/1/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Keberadaan tumpukan sampah banjir yang tak segera diangkut Pemerintah Kota Bekasi merusak pemadangan dan menganggu arus lalu lintas kendaraan karena hampir menutupi satu lajur jalan.

Ulul Abab (27) mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah sisa banjir tersebut.

Ia menyayangkan pemerintah tak segera mengangkut sampah-sampah tersebut.

 Pemain Bahagia, Ini yang Dilakukan Manajemen Persita Tangerang Bikin Iri Pemain Klub Lain

 Mengenal Kanker Kelenjar Getah Bening yang Menyerang Ria Irawan

 Bandara Soetta Beri Penjelasan soal Seorang Ibu Terjepit Bus di TOD M1

"Ini lokasinya kan dipinggir jalan, harusnya jadi prioritas dalam pengangkutan.

"Ganggu pengendara, aroma baunya sudah busuk dan rusak pemandangan," ucap dia.

Ia berharap ada upaya pemerintah dalam penanganan sampah sisa banjir tersebut.

 UPDATE Banjir Surut, Sampah dan Lumpur Banyak Mengendap di Tangerang

 UPDATE Kasetpres Serahkan 6.000 Paket Bantuan Presiden untuk Warga Terdampak Bencana di Sukajaya

 UPDATE Ibunda Medina Zein Mengaku Siap untuk Test Penyakit Bipolar

Tak hanya di Jalan Underpass Durenjaya, Bekasi Timur akan tetapi di sejumlah jalan lainnya.

"Banyak di pinggir jalan sampah-sampah menumpuk. Harus segera ditangani segera," kata dia.

Sementara Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan pengecekan keberadaan sampah yang berserakan tersebut.

 UPDATE Ratusan Aparatur Bantu Warga Bersihkan Lumpur di Perumahan Pondok Gede Permai

Tri menyebut keberadaan sangat mengganggu pengguna jalan yang melintas karena menutupi sebagian jalan.

"Kepada pengawas kebersihan wilayah Jalan Underpass ini untuk melakukan dan mengupayakan pembersihan yang sangat cepat, karena kalau tidak pengguna jalan yang melintasi akan sulit untuk melewatinya, bahkan bisa terjadi kemacetan parah," tegas Tri.

Tri kembali menegaskan agar jajarannya segera melakukan pengangkutan sampah-sampah sisa banjir tersebut.

 UPDATE Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Rp 2 Miliar dari Provinsi Jabar untuk Penanganan Banjir

“Maka dari itu pembersihan ini harus benar benar maksimal, dan kalau bisa juga kerahkan mobil-mobil yang masih bisa menampung sampah," tandas Tri. (MAZ)

Banjir Surut Bikin Masalah Baru di Bekasi

Selain masalah sampah sisa banjir yang menggunung, banjir surut di sejumlah kawasan di Kota Bekasi menyisakan masalah.

Sebut saja di  Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, ternyata masih dipenuhi lumpur pascabanjir yang terjadi pada Rabu (1/1/2020).

Pengamatan Wartakota, Senin (6/1/2020) lumpur yang tersisa itu cukup tebal hingga 20 centimeter atau sebetis.

Lumpur itu menutupi seluruh jalan di lokasi perumahan tersebut.

Saluran air di lokasi perumahan itu juga dipenuhi lumpur.

Sejumlah warga terlihat masih sibuk membersihkan lumpur yang masuk ke rumah hingga barang-barang mereka yang terkena banjir.

Lokasi area perumahan ini juga terbilang sepi dan banyak sekali ditinggal para penghuninya.

"Lumpurnya masih parah gini, engga selesai-selesai harus benar-benar disedot biat cepat hilang lumpurnya," kata Ayu (33) warga Perumahan Mitra Lestari tersebut, Senin (6/1/2020).

Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi masih dipenuhi lumpur pascabanjir yang terjadi pada Rabu (1/1/2020).
Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi masih dipenuhi lumpur pascabanjir yang terjadi pada Rabu (1/1/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Ayu berharap ada upaya pemerintah setempat dalam mengatasi lumpur di lokasi perumahannya.

Sebab, lumpur tidak akan hilang jika hanya disemprot air saja.

"Ini harus disedot lumpurnya, kami sudah lima hari begini. Ini aja rumah belum selesai diberesin," kata dia.

Warga setempat lainnya, Iwan (50) juga mengeluhkan hal serupa.

Lokasi rumahnya penuh lumpur dan tak kunjung hilang.

"Lumpurnya harus segera ditangani, 98 persen area perumahan ini penuh lumpur, baik di jalan maupun di dalam rumah," kata dia

Tak kunjung hilangnya lumpur, kata Iwan, disebabkan karena saluran air perumahan juga penuh lumpur sehingga sulit untuk hilang.

"Harusnya disedot lumpurnya, kalau manual nunggu hilang sendiri ya lama jadinya," paparnya. (MAZ)

Keluhkan Tumpukan Sampah Akibat Banjir

Banjir parah yang melanda hampir seluruh wilayah Kota Bekasi pada awal tahun baru 2020, Rabu (1/1/2020) telah surut.

Sejumlah warga juga telah membersihkan rumah dan lingkungannya yang kebanjiran. Namun, tumpukan sampah pun terdapat di mana-mana.

Tumpukan sampah khususnya di depan pintu gerbang area perumahan yang terdampak banjir hingga pinggir jalan.

Kondisi sampah 'menggunung' itu sangat dikeluhkan warga dan menganggap pemerintah setempat lambat dalam proses penanganan sampah akibat banjir.

Warga meminta agar sampah-sampah itu segera diangkut karena telah menimbulkan bau tak sedap hingga berpotensi menjadi sumber penyakit.

 Tergeser Akibat Arus Kali Bekasi, Besok Jembatan Patal Mulai Bisa Dilalui Kendaraan Ukuran Kecil

 Petugas Polisi dan Prajurit TNI Bantu Warga Membersihkan Sisa Banjir di Bekasi

"Lama sudah dua hari enggak diangkut, sudah bau dan khawatir jadi sarang penyakit," kata Dewi Arumi (43) warga Durenjaya, Bekasi Timur, Minggu (5/1/2020).

Dewi meminta agar pemerintah Kota Bekasi setempat segera mengangkut tumpukan sampah itu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sumur Batu.

"Ini lambat enggak diangkut-angkut, harus segera diangkut ke TPA," ucapnya.

Dia menjelaskan, sebagian sampah bekas banjir sudah dibawa oleh pemulung, sedangkan sisanya dibiarkan menumpuk begitu saja.

"Itu kebanyakan buku-buku, lemari, kasur atau baju-baju yang kebanjiran. Sebagian ada yang dibawa pemulung sisanya ya dibiarkan numpuk," kata Dewi.

Warga lainnya, Suratman juga mengeluhkan hal serupa. Dia meminta agar tumpukan sampah segera diangkut.

"Tolong segera diangkut, jangan berlama-lama. Rumah warga mulai bersih tapi bau sampah tetap aja buat warga nggak nyaman buat tidur karena bau sampah," kata warga Jalan Mawar Margahayu Bekasi Timur ini.

Suratman berharap, Pemerintah Kota Bekasi dapat meminta bantuan swasta maupun Pemprov Jabar untuk proses pengangkutan tumpukan sampah ini.

"Harus segera diangkutin, kalau aramdanya terbatas harus cari solusi dong. Kalau andalin armada punya Kota Bekasi aja bisa kelar seminggu lebih baru terangkut semua," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kustantinah, mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan proses pengangkutan sampah akibat banjir.

Tercatat hingga saat ini ada sekitar 2.000 ton sampah bekas banjir telah diangkut.

"Kita terus usaha Mas, armada kita juga kan terbatas. Kita tahu bencana banjir ini terjadi hampir di seluruh wilayah Kota Bekasi, semuanya itu menghasilkan sampah," ucap Kustantinah. 

Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir di Kota Bekasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat terdapat 9 korban jiwa akibat bencana banjir di Kota Bekasi.

Kepala Pelaksana BPBD, Haryono mengatakan bencana banjir yang terjadi sejak Rabu (1/1/2020) hingga Jumat (3/1/2020) telah memakan korban sebanyak 9 korban jiwa.

"Info yang meninggal dunia ada 9 orang. Itu ada yang sakit karena kedinginan dan juga terkena Jantung," ucap Haryono saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2020).

Ia menduga banyaknya korban jiwa terjadi itu lantaran Kota Bekasi merupakan wilayah terparah terdampak bencana banjir.

"Bahwa kita ketahui semua kalau Bekasi yang terdampak banjir selama dua hari kemarin kisaran 70 persen," jelasnya.

Selain itu, menurut dia bala bantuan juga terus diberikan untuk para korban banjir yang ada di Kota Bekasi.

"Bantuan dari berupa matras, Sembako, Makanan siap saji dan juga beberapa yang dibutuhkan untuk para korban," kata dia.

Dirinya berharap semua elemen di Kota Bekasi bisa melakukan evaluasi bersama atas peristiwa banjir yang terjadi pada awal tahun 2020 ini.

Tak hanya itu, antisipasi mencegah adanya banjir juga perlu dilakukan. 

Salah satunya memberikan ruang penghijauan.

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved