Breaking News:

Banjir di Bekasi

BPBD Kabupaten Bekasi Minim Peralatan Evakuasi Bencana Banjir

Kabupaten Bekasi termasuk wilayah terparah akibat bencana banjir yang terjadi pada awal tahun 2020 ini.

Wartakotalive.com/Luthfi Khairul Fikri
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Abdul Rasyid. 

"Bantuan itu sudah distribusikan melalui posko kecamatan dan dari kecamatan akan di distribusikan ke desa. Berupa makanan, minuman, selimut, dan pakaian layak pakai," kata dia.

Selain kawasan rawan banjir pihaknya juga akan mewaspadai sejumlah wilayah selatan yang masuk dalam kawasan rawan longsor karena berkontur tanah yang tidak rata.

Sejumlah kecamatan yang rawan longsor di antaranya Cibarusah, Cikarang Pusat, Serang Baru, Setu, dan Bojongmangu.

Sementara untuk antisipasi kembali terjadinya bencana banjir dan longsor,  BPBD bersama aparat keamanan lainnya seperti polisi, TNI, Satpol PP dan lainnya masih berjaga-jaga di masing-masing posko setiap kecamatan.

Pihaknya juga menyediakan sebanyak 15 perahu karet di sejumlah posko guna keperluan evakuasi korban. Sedangkan, pelampung tersedia sekitar 50-75.

Dia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bekasi untuk tetap bersabar dan dirinya juga meminta tolong agar warga tetap menjaga dirinya sendiri dan keluarganya.(M20)

Baru 40 Persen Proses Pembersihan Sampah dan Lumpur Pascabanjir Kota Bekasi

SEMENTARA itu, meski hampir seluruh wilayah Kota Bekasi terdampak banjir pada Rabu (1/1/2020) berselang kini telah surut, namun menyisakan banyak sampah dan lumpur.

Menurut Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto progres pembersihan sampah dan lumpur pascabanjir di wilayah Kota Bekasi baru mencapai 40 persen.

Proses pembersihan itu tentu masih sangat minim, terlebih sudah enam hari pascabanjir yang melanda wilayah Kota Bekas.

Halaman
1234
Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved