Berita Jakarta

Anies Klaim Peringkat Jakarta Menjadi Kota Termacet ke-4 Dunia Telah Turun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim ‘prestasi’ Jakarta menjadi kota termacet di dunia telah menurun.

Anies Klaim Peringkat Jakarta Menjadi Kota Termacet ke-4 Dunia Telah Turun
Warta Kota/Rangga Baskoro
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan punya harapan baru di Tahun Baru 2020, Rabu (1/1/2020). 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim ‘prestasi’ Jakarta menjadi kota termacet di dunia telah menurun.

Pada 2017 lalu, Jakarta dinobatkan sebagai daerah termacet di dunia ke-empat berdasarkan survei TomTom Traffic Index, lembaga pengukur tingkat kemacetan di dunia.

“TomTom Traffic Index menempatkan Jakarta sebagai kota termacet di dunia nomor empat tahun 2017, dan dalam satu tahun (2018) turun menjadi nomor tujuh di dunia,” kata Anies di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Jumat (10/1/2020) pagi.

Hal itu dikatakan Anies saat memberi sambutan penandatanganan pembentukan perusahaan patungan antara PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dengan PT Kereta Api Indonesia.

Hadir Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara tersebut.

 TARIK Ancamannya, Trump Akan Tunduk pada Hukum Internasional Terkait Target Situs Iran

 Rusak Parah Akibat Banjir, Warga Pondok Gede Permai Rela Jual Murah Mobilnya

 BREAKING NEWS: Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Ria Irawan Meninggal Dunia karena Kanker

 Ria Irawan Meninggal karena Kanker Getah Bening, Ini Gejalanya yang Sering Dianggap Sepele

Dalam kesempatan itu, Anies menargetkan Jakarta dapat keluar dari peringkat 10 besar sebagai kota termacet di dunia.

Salah satu caranya dengan mengintegrasikan angkutan umum antara Pemprov DKI bersama Kementerian BUMN.

“Jadi nanti kami turun (kota termacet) dari itu semua, sehingga tidak lagi menjadi kota termacet. Karena warganya pindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum,” ujar Anies.

“Inilah (perusahaan patungan) indikasi awal yang menunjukkan bahwa warga Jakarta akan pindah ke kendaraan umum,” tambahnya.

 Warga Komplek Pluit Putri Penjaringan Dimintai Keterangan Tentang Penolakan Pembangunan BTB

Melalui perusahaan ini, Pemprov DKI dan Kementerian BUMN akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Tidak hanya mengintegrasikan transportasi umum berbasis rel dengan Transjakarta saja, tapi sistem tiket dan transaksinya juga dibuat menjadi satu kesatuan.

“Tantangan kami adalah memberikan kendaraan umum yang terintegrasi, terjangkau secara harga, terjangkau secara geografis. Jadi angka 369 juta (penumpang kereta dan Transjakarta) per tahun hari ini, kami jadikan sebagai titik nolnya,” jelasnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved