Larangan Kantong Plastik

Pedagang Kantong Plastik Meragukan Pergub Larangan Pengunaan Plastik Dapat Berjalan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan aturan pelarangan pengunaan plastik mulai Juli 2020 mendatang.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Andy Pribadi
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Aktifitas pedagang kantong plastik di Pasar Metro Atom, Pasar Baru, Jakarta Pusat. 

SAWAH BESAR, WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan aturan pelarangan pengunaan plastik mulai Juli 2020 mendatang.

Aturan itu telah diterbitkan pada pada Desember 2019 lalu.

Dimana aturan itu tertuang pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Nomor 142 tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.

Namun rupanya aturan itu membuat beberapa pedagang di beberapa Pasar Rakyat utamanya binggung untuk mengikuti aturan itu, sebab Pemerintah DKI tak memberikan solusi atas alternatif pengunaan selain kantong plastik.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh Tanza (50) salah satu pedagang kantong plastik di Pasar Baru Jakarta Pusat.

Tanza mengaku setuju larangan itu, hanya saja Pemerintah DKI perlu adanya solusi pengantinya.

"Kalo kita mah setuju aja. Karena kan emang buat lingkungan. Cuma kan solusinya apa? Kalo memang dilarang sudah ada gantinya, ngak masalah, ini kan belum ada," kata Tanza saat ditemui di Pasar Atom Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2020).

Pria yang sudah puluhan tahun berjualan kantong plastik ini mengatakan jika kantong plastik akan sulit untuk dihilangkan, namun ia tak menampik masih dapat dikurangi, dengan cara edukasi kepada masyarakat.

Namun jika Pemerintah hanya melarang tanpa solusi, justru Tanza beranggapan Pergub yang telah diterbitkan akan jalan ditempat.

Karena tidak ada pengganti plastik yang disediakan.

"Kalo ada larangan otomotis kan harus ada solusinya. Tapi ini ngak ada, ya walau ada Pergub yang ada jalan ditempat, jadi harus dikaji lagi seperti apa detailnya," katanya.

Tanza akui, jika hanya mengunakan plastik ramah lingkungan dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh pabrik-pabrik yang memproduksi kantong plastik.

Sebab pabrik produksi plastik masih mengunakan alat-alat yang tidak ramah lingkungan.

"Oke misalnya ada plastik capnya ramah lingkungan, tapi kan sama aja itu plastik. Nanti semua ikutan dikasih cap biar laku. Kalo ramah lingkungan kan harus alatnya juga beda, tapi kan kenyataan masih sama," katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved