Banjir Jakarta

Dampak Banjir, Ada 470 Ton Sampah Terangkut di Jakarta Pusat

Dijelaskan Kasudin LH Kota Jakarta Pusat Marsigit, 470 ton sampah terangkut di Jakarta Pusat.

Warta Kota/Desy Selviany
Ilustrasi - Dijelaskan Kasudin LH Kota Jakarta Pusat Marsigit, 470 ton sampah terangkut di Jakarta Pusat. 

"Karena warga ingin cepat bersih jadi kita kerahkan dulu truk-truk sampah untuk angkut gunungan sampah, sementara di taruh dulu di TPS baru nanti diangkut ke Bantar Gebang," kata Edy.

Diketahui Jakarta sempat direndam banjir 1 Januari lalu. Banjir merendam Jakarta hampir 1 pekan lamanya.

Usai banjir gunungan sampah pun menghiasi beberapa wilayah di Jakarta. (m24)

Gunungan Sampah Busuk Tak Terangkut di Cengkareng

Sampai kapan gunungan sampah yang berserakan dan membusuk berserakan di Cengkareng tak terangkut?

Warga Cengkareng, Jakarta Barat korban banjir diminta bersabar agar gunungan sampah berserakan di sejumlah tempat dapat tertangani.

Pascabanjir 1 Januari 2020 ada 36 titik di Jakarta Barat yang dipenuhi sampah.

Sampah sisa banjir berserakan di pinggir Jalan Underpass, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/1/2020).
Sampah sisa banjir berserakan di pinggir Jalan Underpass, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/1/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Gunungan sampah tersebut masih diupayakan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat untuk diangkut.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat Edy Mulyanto mengatakan saat ini pihaknya masih mengangkut sampah secara bertahap.

"Kita sudah siapkan 81 armada untuk mengangkut sampah usai banjir, setidaknya 36 titik gunungan sampah di Jakarta Barat sudah didata," kata Edy saat dihubungi Rabu (8/1/2020).

Kata Edy, ke-36 titik itu ialah titik terparah gunungan sampah di kawasan Jakarta Barat pascabanjir.

Saat ini pihaknya sudah berkerja sama dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat dan Sudin Bina Marga untuk mengerahkan truk membantu pengangkutan sampah.

"Bantuan dari Sudin SDA ada 10 truk, dari Sudin Bina Marga juga ada 10 dan sisanya itu truk milik kami," jelas Edy.

Edy meminta masyarakat untuk bersabar dengan gunungan sampah yang belum diangkut di wilayahnya.

Karena, saat ini pihaknya masih fokus di Kecamatan Cengkareng.

"Jadi saya harap bersabar karena SDM dan armada kami terbatas, kami juga masih mendahulukan dulu daerah terparah seperti Cengkareng," kata Edy.

Ia mengklaim pihaknya sudah mulai melakukan pengangkutan sampah sejak Minggu, 5 Januari lalu.

Kata Edy, sementara sampah-sampah yang diangkut itu ditaruh di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

"Kami belum bisa buang ke Bantar Gebang dulu, karena Jakarta Barat kan wilayah terjauh dari Bantar Gebang, jadi sementara ini kami akali dulu tumpuk di TPS," jelas Edy.

Ia belum bisa memastikan kapan gunungan sampah-sampah tersebut bisa terangkat seluruhnya.

Namun ia menjamin pihaknya terus berupaya sampai masalah gunungan sampah di Jakarta Barat teratasi.

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya gunungan sampah bertebaran pascabanjir 1 Januari lalu. Salah satu titik yang dipenuhi gunungan sampah ialah di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Gunungan sampah itu terlihat memenuhi Jalan Inpeksi Cengkareng Drain dan sudah mengeluarkan bau busuk.

Gunungan sampah sudah menumpuk sejak 4 Januari saat banjir di kawasan tersebut mulai surut.

Persilakan Warga Bekasi

Pemprov DKI Jakarta mempersilakan kepada Kota Bekasi untuk menumpang membuang sampah sisa banjir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Seperti diketahui, TPST Bantargebang merupakan milik DKI Jakarta, dan dijadikan tempat untuk mengolah sampah warga Jakarta.

“Enggak ada masalah, ini adalah Republik Indonesia, ini bukan Republik Jakarta, Republik Bekasi"

"Ini Republik Indonesia, ini tanah kita, ini warga kita jadi ini adalah tanggung jawab kita,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerja bakti di RW 07 Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerja bakti di RW 07 Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Minggu (5/1/2020). (WARTA KOTA/RANGGA BASKORO)

Hal itu dikatakan Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (8/1/2020) siang.

Menurut Anies, persoalan banjir merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat dan daerah yang terkena ataupun daerah yang tidak terkena dampaknya.

“Kami di DKI tidak mau berpikir terkotak-kotak. Masalah yang dihadapi saudara kita di Kabupaten Lebak adalah masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.

Masalah yang dihadapi saudara kita di Bekasi adalah masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.

Begitu juga masalah di Jakarta,” ujar Anies.

Tidak hanya memberikan lahan TPST Bantargebang untuk Kota Bekasi, kata dia, DKI juga meminjamkan sejumlah peralatan.

Contohnya ekskavator untuk mengelola sampah yang ada di sana.

“Sebetulnya kami sudah ada pembicaraan dengan Kota Bekasi dan akan kami bantu mereka, termasuk kebutuhan alat-alatnya,” katanya.

“Nanti tentu ada urusan administrasinya yah, seperti surat dan sebagainya tapi itu menyusul karena terpenting kita saling bantu saja dulu"

"Permintaan Wali Kota Bekasi akan kami penuhi,” tambahnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved