Banjir Jakarta

TMC Diklaim Bisa Mengurangi Intensitas Hujan 40 Persen di Jabodetabek dan Sekitarnya

Intensitas hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan sekitarnya diklaim telah turun sekitar 40 persen.

TMC Diklaim Bisa Mengurangi Intensitas Hujan 40 Persen di Jabodetabek dan Sekitarnya
Istimewa
Ilustrasi - Intensitas hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan sekitarnya diklaim telah turun sekitar 40 persen. 

"Kita tanggap darurat jadi sementara, karena kalau permanen kan prosesnya lama kita harus desain dulu agar tanggulnya ini kuat"

"Sebelum tanggal 11 Januari semua tanggul jebol yang tertutup agar siap menghadapi cuaca ekstrem," kata dia.

Berdasarkan informasi dari BMKG pada 11-15 Januari akan terjadi curah hujan tinggi. Maka dari itu, pihaknya segera melakukan penanganan.

"Jika hujan deras melanda lagi meski banjir tapi limpasan air tertahan tidak langsung ke area pemukiman," ucap dia.

Ia menambahkan pihaknya juga telah menyiapkan delapan pompa mobil di area sekitar tanggul jebol untuk mengatasi limpasan air dari Sungai Bekasi.

"Luapan air atau rembesan air dari perbaikan tanggul sementara bisa langsung dipompo buang ke sungai. Kalau perbaikan permanen, jangka dua bulan langsung dilakukan," paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi mengidentifikasi ada sebanyak 89 titik tanggul di Sungai Bekasi rusak karena diterjang arus deras pada saat banjir parah Rabu (1/1/2020) lalu.

Kerusakan mulai dari jebol, rebah, hingga bocor.

"Saya dan tim sudah susuri, hasilnya ada 89 titik tanggul rusak," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Selasa (7/1/2020).

Rahmat menerangkan kerusakan tanggul itu beragam mulai dari retak, rebah, bocor hingga jebol.

Untuk itu penanganan kerusakan tanggul di Sungai Bekasi akan menjadi skala prioritas.

Apalagi diprediksi bahwa curah hujan tinggi pada 11-15 Januari mendatang.

"Penanganan banjir jadi skala prioritas, karena segera dilakukan penanganan. Kami sudah komunikasi dengan Kementerian PUPR dan mereka telah terjunkan tim untuk segera lakukan perbaikan," ungkap Rahmat.

Bahkan kata Rahmat, dirinya dihubungi langsung Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait persoalan penanganan tanggul rusak Sungai Bekasi.

Pemkot Bekasi diminta mempersipkan materi dan pemaparan terkait titik lokasi jebol hingga penangannya untuk dirapatkan dalam waktu dekat ini.

"Makanya kemarin Pak Menteri PUPR menelepon mau mengundang, kemudian saya sudah kontak dengan Kepala BBWSCC untuk barang-barang mendesain karena katanya akan digelontorkan dana dari APBN sekitar Rp 4 triliun untuk di Sungai Bekasi dari kota sampai ke kabupaten," ungkap dia.

Pantauan Wartakota, permukiman penduduk yang berada di bantaran Sungai Bekasi mulai dari Jatiasih hingga Bekasi Utara terdampak banjir akibat luapan maupun kerusakan tanggul Sungai Bekasi.

Titik banjir terparah berada di Komplek Pondok Gede Permai, Vila Jatirasa, Kemang IFI, Jaka Kencana, Pondok Mitra Lestari (PML), Kartini, Teluk Pucung.

Bahkan, kawasan elit Kemang Pratama juga terendam banjir.

Salah satu titik tanggul rebah berada di Perumahan Jaka Kencana, Bekasi Selatan. Di lokasi ini tanggul sepanjang 70 meter rebah akibat konstruksi pada bawah tanggul terkikis oleh arus.

Adapun di lokasi itu ketinggian banjir mencapai 3-4 meter.

Kemudian tanggul jebol di Pondok Mitra Lestari Jatiasih sepanjang 30 meter dan kebocoran serta keretakan tanggul di Pondok Gede Permai. (MAZ)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved