Banjir Jakarta

Sampai Kapan Gunungan Sampah Busuk di Cengkareng Ini Tak Terangkut?

Sampai kapan gunungan sampah yang berserakan di sejumlah tempat dan membusuk di Cengkareng tak terangkut?

Warta Kota/Desy Selviany
Sampah sisa banjir menggunung di Cengkareng, Jakarta Barat dan sampai sekarang tak ditangani. 

Sampai kapan gunungan sampah yang berserakan dan membusuk berserakan di Cengkareng tak terangkut?

Warga Cengkareng, Jakarta Barat korban banjir diminta bersabar agar gunungan sampah yang berserakan di sejumlah tempat dapat tertangani.

Pascabanjir 1 Januari 2020 ada 36 titik di Jakarta Barat yang dipenuhi sampah.

Sampah sisa banjir berserakan di pinggir Jalan Underpass, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/1/2020).
Sampah sisa banjir berserakan di pinggir Jalan Underpass, Kelurahan Durenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (6/1/2020). (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Gunungan sampah tersebut masih diupayakan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat untuk diangkut.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat Edy Mulyanto mengatakan saat ini pihaknya masih mengangkut sampah secara bertahap.

Sejumlah Sampah Berat yang Berserakan Sisa Banjir di Ciledug Akhirnya Dapat Mulai Terangkut

"Kita sudah siapkan 81 armada untuk mengangkut sampah usai banjir, setidaknya 36 titik gunungan sampah di Jakarta Barat sudah didata," kata Edy saat dihubungi Rabu (8/1/2020).

Kata Edy, ke-36 titik itu ialah titik terparah gunungan sampah di kawasan Jakarta Barat pascabanjir. Saat ini pihaknya sudah berkerja sama dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat dan Sudin Bina Marga untuk mengerahkan truk membantu pengangkutan sampah.

"Bantuan dari Sudin SDA ada 10 truk, dari Sudin Bina Marga juga ada 10 dan sisanya itu truk milik kami," jelas Edy.

Sampah Sisa Banjir Tak Diangkut dan Membusuk di Pinggir Jalan di Cengkareng

Edy meminta masyarakat untuk bersabar dengan gunungan sampah yang belum diangkut di wilayahnya. Karena saat ini pihaknya masih fokus di Kecamatan Cengkareng.

"Jadi saya harap bersabar karena SDM dan armada kami terbatas, kami juga masih mendahulukan dulu daerah terparah seperti Cengkareng," kata Edy.

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved