Breaking News:

Novel Baswedan Diteror

Terungkap Sejumlah 36 Pertanyaan yang Ditanyakan kepada Novel Baswedan yang Diperiksa Polda 10 Jam

Menurut Argo, pertanyaan yang diajukan penyidik untuk menyinkronkan keterangan Novel selaku korban dengan pengakuan dua tersangka

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Novel Baswedan seusai diperiksa penyidik sebagai korban penyerangan yang diadakan di Mapolda Metro Jaya, Senin (6/1/2020) malam. 

Menurutnya banyak hal yang ia sampaikan ke penyidik. "Tapi sekali lagi apabila itu proses penyidikan tentunya penyidik yang berwenang untuk bisa menyampaikan itu," katanya

Sebelumnya diketahui Novel Baswedan diperiksa selama sekitar 10 jam dengan 36 pertanyaan oleh penyidik Unit V Subdit Kamneg Polda Metro Jaya, Senin (6/1/2020) malam.

Novel diperiksa sebagai saksi korban atas penyiraman air keras yang dialaminya.

Novel menjalani pemerikssan sejak pukul 10.00 dan keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 20.00.

Fadli Zon Ungkap Tidak Boleh Ada Negosiasi dengan Cina Terkait Natuna Merupakan Wilayah Indonesia

Usai menjalani pemeriksaan Novel mengatakan ia menjawab semua pertanyaan penyidik dengan baik.

"Yang jelas semua pertanyaan saya jawab. Sejak awal pemeriksaan ini adalah untuk kepentingan saya juga, karena saya adalah korban," kata Novel.

Ia berharap dengan keterangan dirinya penyidikan berjalan objektif dan sesuai fakta atau apa adanya.

"Tadi keterangan saya sampaikan cukup panjang, dimana sampai 17 halaman. Dalam kesempatan tadi saya juga sampaikan beberapa hal diantaranya masukan kepada penyidik yang memeriksa saya," katanya.

"Bahwa terkait dengan penerapan pasal tentunya. Saya itu diserang oleh dua orang eksekutor pelaku. Mereka berdua tapi yang menyerang satu orang, sedangkan Pasal yang diterapkan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, saya khawatir pasal tersebut tidak tepat," kata Novel.

Menurut Novel, pasal yang diterapkan ke para tersangka mesti jelas dan diperhatikan betul.

"Saya katakan bahwa sebaiknya hal itu betul-betul diperhatikan. Sebab kalau tidak tepat, bisa menjadi masalah dalam proses selanjutnya. Dan saya katakan bahwa penyerangan kepada saya ini lebih kepada penganiayaan berat dan berencana. Yang akibatnya adalah luka berat, yang dilakukan dengan pemberatan," katanya.

"Jadi ini level penganiayaan tertinggi dan ada peluang bahwa penyerangan kepada saya ini upaya percobaan pembunuhan berencana. Tentu dua hal itu bisa jadi masukan oleh penyidik untuk bisa melakukan pendalaman lebih lanjut," papar Novel.

Terkait dua orang tersangka yang ditetapkan penyidik, Novel mengaku menyatakan ke penyidik bahwa dirinya tidak kenal dengan keduanya.

"Saya tidak pernah bertemu, tidak pernah komunikasi atau interaksi lainnya baik kegiatan pribadi atau dinas dengan keduanya. Karena itu saya tidak bisa beri keterangan atau hal lain terkait tersangka tersebut," kata Novel.

Kuasa Hukum Novel, Saor Siagian mengatakan ada 36 pertanyaan yang diberikan penyidik ke Novel dalam pemeriksaan kali ini.

"Jadi ini adalah pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya di Singapura. Jika di Singapura, Novel ditanya 19 pertanyaan, maka kali ini ia diberinan 36 pertanyaan. Untuk jelasnya, Novel akan memberikan pernyataan," kata Saor, di Mapolda Metro Jaya, Senin malam.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved