Konflik Natuna

Retno Marsudi: Sampai Kapanpun Indonesia Tidak akan Akui 9 Garis Putus yang Diklaim Tiongkok

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi meminta Tiongkok mematuhi hukum internasional, terkait ZEEI di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Retno Marsudi: Sampai Kapanpun Indonesia Tidak akan Akui 9 Garis Putus yang Diklaim Tiongkok
Antara/Puspa Perwitasari
MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi 

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi meminta Tiongkok mematuhi hukum internasional, terkait Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

"Terkait nine dash line (sembilan garis putus) yang diklaim Tiongkok, sampai kapan pun juga Indonesia tidak akan mengakui," tegasnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Menurut Retno, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajarannya bahwa persoalan klaim Tiongkok di Perairan Natuna, bukan hal yang harus dikompromikan atau tawar-menawar.

Ikut Kerja Bakti di Kampung Makasar, Warga Korban Banjir Sebut Anies Baswedan Gubernur Rasa Presiden

"Hak berdaulat kita udah jelas, sesuai hukum internasional, UNCLOS, kita ingin RRT sebagai anggota UNCLOS untuk mematuhi apa yang ada di UNCLOS," tutur Retno.

Retno menyebut, negara yang menjadi anggota UNCLOS memiliki kewajiban mematuhi hukum internasional melalui Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hukum laut yakni UNCLOS 1982.

"Apa yang ada? Antara lain, mengatur masalah ZEE dan sebagainya."

Erick Thohir Curiga Penuding Dirinya Terima Suap Rp 100 Miliar dalam Kasus Jiwasraya Takut Dibongkar

"Sehingga ZEE penarikan garis yang terkait ZEE dan sebagainya, yang Indonesia sudah sesuai."

"Kita hanya ingin Tiongkok mematuhi hukum internasional, termasuk di UNCLOS," ucap Retno.

"Sekarang tentunya komunikasi terus kita lakukan dan apa yang kita sampaikan, hal-hal yang sifatnya pasti akan didukung dunia internasional," papar Retno.

Jenderalnya Dibunuh Amerika, Iran Putuskan Langgar Perjanjian dan Kembali Lanjutkan Program Nuklir

Sebelumnya, Cina mengklaim Sembilan Garis Putus di tengah Laut Cina Selatan dan menjorok masuk ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna Utara, sebagai hak mereka.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved