Pemerintahan Jokowi

Kasus Pelanggaran Kapal Asing Melintas di Perairan Natuna, Jokowi Sebut Tak Ada Tawar Menawar

Mengenai kasus kapal asing melintas di Perairan Natuna, ditanggapi Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.

Kasus Pelanggaran Kapal Asing Melintas di Perairan Natuna, Jokowi Sebut Tak Ada Tawar Menawar
Biro Pers Setpres/Kris
Mengenai kasus kapal asing melintas di Perairan Natuna, ditanggapi Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi. 

Pangkogabwilhan I telah ditugaskan untuk menggelar operasi menjaga wilayah Indonesia dari pelanggar asing sejak Rabu (1/1/2020). (Tribunnews.com/Muhammad Nur Wahid Rizqy)

Kritik Susi Pudjiastuti

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan reaksi atas persoalan yang terjadi di Perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Melalui twit-nya, Susi mengingatkan bahwa Indonesia harus membedakan urusan persahabatan antar negara dengan kasus pencurian ikan.

“Bedakan Pencurian ikan dengan persahabatan antar negara”, tulis Susi dalam akun Twitternya @susipudjiastuti.

Ia juga mengungkapkan bahwa penangkapan ikan secara illegal merupakan kejahatan lintas negara.

“Persahabatan antar negara tidak boleh melindungi pelaku pencurian ikan & penegakan hukum atas pelaku Illegal Unreported Unregulated Fishing. Tiongkok tidak mungkin dan tidak boleh melindungi pelaku IUUF. Karena IUUF adalah crime/ kejahatan lintas negara”, lanjut Susi.

Reaksi Susi ini terkait dengan adanya kapal ikan milik Cina yang memasuki kawasan laut Indonesia di Perairan Natuna.

Twit Susi tersebut juga merupakan reaksi atas pernyataan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, yang mengatakan akan mengambil mencari solusi yang baik karena Cina merupakan negara sahabat Indonesia.

“Kita tentunya masing-masing punya sikap, kita mencari suatu solusi yang baik. Di ujungnnya saya kira kita punya solusi yang baik"

"Kita selesaikan dengan baik bagaimanapun Cina adalah negara sahabat”, ucap Prabowo di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Lebih lanjut, prabowo meminta masyarakat bisa menanggapi isu ini dengan santai.

“Kita cool saja, kita santai, ya”, tambah Prabowo.

Susi juga mengingatkan bahwa penting bagi Indonesia untuk menjaga iklim investasi, namun ia berharap sikap ini tidak melemahkan penegakan hukum bagi aksi pencurian ikan.

“Kita jaga persahabatan antar bangsa. Kita undang investor untuk investasi. Kita jaga investor. Dan kita akan tetap menghukum pencuri sumber saya perikanan kita. Kita bedakan tiga hal itu dengan baik & benar. Hubungan baik antar negara adalah karena saling menghormati”, ujar Susi.

Atas sikap Susi ini, netizen pun memberi respon beragam.

Banyak di antara mereka yang mendukung dan merindukan aksi Susi saat ia masih menjabat sebagai Menteri KKP dulu.

“Harusnya ibu @susipudjiastuti tetap menjadi menteri… Berani dan tegasss untuk NKRI”, ujar akun @TaryanaAnggi

Dahnil Luruskan Pernyataan Prabowo

Pernyataan cool dan santai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terkait penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia yang dilakukan nelayan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ternyata memiliki alasan.

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan pernyataan tersebut agar tidak membuat situasi memanas.

"Sebab, pemerintah melalui Menteri Luar Negeri telah menyatakan sikap terkait masuknya kapal coast guard RRT di wilayah ZEE Indonesia dan pernyatan Pak Prabowo saat ditanyakan wartawan harus dalam posisi tidak memproduksi narasi-narasi yang memanaskan suasana lebih" ujar Dahnil saat telewicara di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Sabtu (4/1/2020).

Dahnil menambahkan pernyataan cool dan santai Prabowo lebih kepada tenang dalam menghadapi masalah.

Namun untuk kebijakan, Prabowo tetap mengambil sikap tegas terhadap penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia.

Bukti ketegasan Prabowo yakni meningkatkan intensitas operasi kapal TNI AL di Natuna.

"Sikap tegas Pak Prabowo dilakukan dengan aksi, misalnya peningkatan aktivitas di Natuna Utara" ujar Dahnil.

Kita Cool Saja

Sebelumna Para Menteri menanggapi persoalan di Perairan Natuna terkaita pelanggaran kapal Tiongkok, termasuk Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

TNI bersiaga di Perairan Natuna Utara, terkait adanya pelanggaran wilayah laut yang dilakukan sejumlah kapal Tiongkok.

Pengendalian operasi siaga tempur dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Laksamana Madya Yudo Margono.

TNI juga sudah menyiapkan alat utama sistem persenjataan, termasuk pesawat intai dan kapal Republik Indonesia.

Natuna Utara adalah wilayah yang menjadi perhatian utama pada 2020 ini.

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto angkat suara, menanggapi memanasnya kondisi di Perairan Natuna terkait intervensi Tiongkok.

Prabowo menambahkan, tidak ada yang terganggu termasuk investasi dari Negara Tiongkok.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, usai rapat di kantor Kemenko Maritim. Saat ditanya mengenai adanya penambahan personel TNI atau tidak, Prabowo menjawab "kita cool aja, santai."

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono memimpin apel gelar pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna, Jumat (3/1/2020).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono memimpin apel gelar pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut Natuna di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna, Jumat (3/1/2020). (Puspen TNI)

Sementara itu Menkopolhukam, Mahfud MD memastikan adanya pelanggaran zona ekonomi ekslusif di perairan Natuna.

Sebagai negara yang memiliki kedaulatan atas hukum internasional, Menkopolhukam akan bertindak untuk menjaga perairan Indonesia.

30 Desember 2019, dalam patroli rutin di perbatasan Zona Ekonomi Ekslusif Laut Natuna Utara, KRI Tjiptadi-381 mendapati Kapal China, Coast Guard, yang mengawal kapal nelayan Tiongkok.

Petugas KRI Tjiptadi 381 membuka komunikasi dengan awak China Coast Guard dan mengusir mereka serta kapal nelayan untuk menjauh dari zona ekonomi ekslusif. 

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Pelanggaran Kapal-Kapal Tiongkok di Laut Natuna, Jokowi: Tidak Ada Kata Tawar Menawar!"

Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved