Breaking News:

PIala FA

Pablo Zabaleta Tamil Cemerlang di Ajang Piala FA

Bek andal West Ham United, Pablo Zabaleta, tampil cemerlang saat bertandang ke markas tim kasta ketiga Gillingham di Priestfield Stadium.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Pemain Manchester City, Pablo Zabaleta. 

Bek andal West Ham United, Pablo Zabaleta, tampil cemerlang saat bertandang ke markas tim kasta ketiga Gillingham di Priestfield Stadium pada laga ketiga Piala FA, Senin (6/1) dini hari WIB.

Pada pertandingan tersebut West Ham menang 2-0 dari Gillingham. Kedua gol dibuat oleh Zabaleta dan Pablo Fornals saat laga mau usai. Zabaleta mencetak gol perdananya untuk West Ham pada menit ke-74 lewat sebuah tendangan voli yang seharusnya bisa diantisipasi lebih baik oleh kiper Jack Bonham.

Pablo Zabaleta, pilih Liga Champions sebagai prioritas utama.
Pablo Zabaleta, pilih Liga Champions sebagai prioritas utama. (duniasoccer.com)

Keunggulan 1-0 itu membuat skuad asuhan David Moyes ini tampil lebih semangat. Berbagai serangan dilakukan hingga akhirnya tercipta di masa injury time lewat gol Fornals, yang menyelesaikan sebuah serangan balik dengan tembakan ke pojok kanan bawah gawang.

Seusai laga, Zabaleta pun dielu-elukan. Bek asal Argentina itu adalah bagian dari tim Manchester City pada 2011 yang mengakhiri kekeringan trofi yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade sebelum mengalami kekalahan mengejutkan di final Piala FA 2013 oleh Wigan, sehingga wajar untuk mengatakan pemain berusia 34 tahun itu sebagai pahlawan.

"Kami bermain dengan rasa hormat yang layak dimiliki di setiap kompetisi. Kami menganggapnya sangat serius, itulah sebabnya saya sangat senang dengan tim ini," ujar Zabaleta dikutip dari Theguardian.com.

Moyes pun tersenyum lebar begitu laga berakhir. Menurut pelatih anyar West Ham itu, kemenangan ini layak dirayakan karena menandai peringatan 40 tahun kemenangan terakhir di Piala FA bagi tim berjulukan The Irons itu.

"Saya sudah berada di satu final sebelumnya dan saya akan senang untuk membawa tim yang lain. Kami tahu para suporter akan senang sekali jika berhasil meraih trofi ini, tetapi Liga Premier selalu menjadi yang terdepan dalam pikiran kami," ucap Moyes.

Sementara itu, Pelatih Gillingham, Steve Evans, kesal atas kekalahan timnya dari West Ham. Ambisinya membawa Gillingham melaju ke babak berikutnya kembali gagal.

Berdasarkan catatan Soccerway, West Ham mendominasi pertandingan sebesar 55 persen. Namun, anak asuh Evans justru memiliki peluang mencetak gol lebih banyak sebesar empat kali, ketimbang West Ham yang hanya dua kali.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved