Sabtu, 2 Mei 2026

Kesehatan

Mengenal Kanker Kelenjar Getah Bening yang Menyerang Ria Irawan

Aktris Ria Irawan (50) sempat berjuang melawan penyakit kanker kelenjar getah bening (limfoma) selama lima tahun belakangan ini.

Tayang:
Twitter
Ria Irawan 

Aktris Ria Irawan (50) sempat berjuang melawan penyakit kanker kelenjar getah bening (limfoma) selama lima tahun belakangan ini.

Kabarnya kanker yang menyerang aktris berzodiak Leo kelahiran 24 Juli 1969 ini telah mencapai stadium 4 dan sempat dinyatakan sembuh.

Tapi mengapa tiba-tiba kondisi Ria Irawan drop hingga menghembuskan nafas terakhir pada Senin 6 Januari 2020 sekitar pukul 04.00?

Yuk, simak apa dan bagaimana penyakit kanker getah bening (limfoma) di sini. 

Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 di Indonesia diperkirakan ada lebih dari 14.500 pasien limfoma yang terdeteksi di tahun 2013.

Kanker kelenjar getah bening adalah kanker ganas yang menyerang sistem limfatik.

Sistem limfatik merupakan satu bagian penting dari sistem pertahanan tubuh yang memiliki tugas penting dalam membentuk barisan pertahanan guna melawan keberadaan infeksi maupun kanker.

Dr dr Hilman Tadjoedin SpPD-KHOM, dokter spesialis onkologi medic menjelaskan, ada dua jenis limfoma yaitu Limfoma Hodgkin (LH) dan Limfoma Non Hodgkin (LNH).

Gejala awal penyakit ini adalah pembengkakan kelenjar getah bening ( terutama lebih teraba di leher sekitar di bawah telinga).

Limfoma Hodgkin lebih mudah disembuhkan (kurang ganas) dibandingkan limfoma non Hodgkin.

Perjalanan penyakit limfoma dapat diketahui dengan melihat beberapa parameter, yakni usia, penampilan pasien, nilai LDH (marker kerusakan jaringan), penyebaran di kelenjar getah bening, dan stadium penyakit.

“Semakin muda pasien, performanya baik (tidak sakit-sakitan), dan semakin rendah stadiumnya, penyakit lebih mudah disembuhkan dengan kemungkinan harapan hidup lebih panjang,” ujar Hilman, beberapa waktu lalu di acara Dexa.

Ia menjelaskan, tujuan terapi limfoma bukan penyembuhan, tetapi mengendalikan penyakit pasien.

Kata kuncinya adalah meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Jika pasien datang dengan benjolan sangat besar, maka kita berusaha menekan benjolan.

Tetapi, tidak bisa hilang 100 persen. Itu sudah sangat berarti bagi pasien.

Dengan pengobatan standar, kita berusaha menekan pertumbuhan sel-sel ganas.

Dengan adanya obat-obatan baru yang lebih menjanjikan, akan semakin meningkatkan kualitas hidup pasien dan memerpanjang harapan hidup pasien,” katanya.

Secara umum, tanda munculnya kanker kelenjar getah bening selain adanya bengkak di daerah kelenjar getah bening adalah penurunan berat badan tanpa sebab atau tanpa diet, berkeringat di malam hari, demam, kelelahan, perut terasa penuh, dan berkurangnya sel darah merah (anemia).

Bila Anda menemukan tanda-tanda ini, segera memeriksakan ke dokter untuk melihat penyebab serta solusi pengobatannya.

Bila memang kanker, seperti juga kanker lainnya, bila ditemukan dalam kondisi stadium dini akan lebih mudah disembuhkan.

Sembuh dari Kanker Kelenjar Getah Bening, Ria Irawan Jadi Hypnotherapist

Sebelumnya Wartakotalive melaporkan, selama empat tahun belakangan ini, aktris Ria Irawan (49) berjuang melawan kanker kelenjar getah beningnya itu.

Selama itu juga lah, Ria Irawan mengurangi kegiatannya di dunia akting yang memang membesarkan dirinya selama 45 tahun atau hampir seluruh hidupnya.

Namun saat ini, Ria Irawan mengaku dirinya sudah sembuh dari kanker.

Ria Irawan mengatakan bahwa ia ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, karena sudah diberikan kesempatan untuk hidup lebih lama lagi setelah dirinya empat tahun pasrah kepada Allah SWT, mengenai kehidupannya selama sakit kanker.

"Saya berjanji memohon kepada allah jika saya diberikan kesempatan hidup lagi saya ingin bermanfaat untuk banyak orang," kata Ria Irawan yang ditemui di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2019).

"Jadii kemarin sedang kemoterapi pun atau sedang radiasi pun, kalau sedang lagi ada acara di RSCM, kalau ada pasien yang perlu dukungan semangat, ya saya pergi kesana," tambahnya.

Ria mengatakan, meski dirinya masih belum sembuh total, memberikan semangat untuk bertahan hidup kepada sesama penderita kanker, merupakan nazar yang harus dilakukan olehnya.

"Karena waktu luang dan orang-orang belum percaya saya kerja, shooting, atau produksi film, saya ingin berbuat baik kepada orang lain. Karena sudah berjanji sih," ucapnya.

Demi menambah perbuatan baiknya itu, Ria mengaku menjalani segala ujian, demi mendapatkan lisensi hypnotherapy, agar bisa menambah kemampuannya untuk membantu seksama penderita kanker.

"Akhirnya saya ambil sertifikat hypnotherapy. Jadi sekarang saya sudah punya tittle sebagai hypnoterapist dan Neuro Linguistic Programming (NLP).

"Jadi saya bisa menghypno orang supaya orang bisa melakukan self feelling dengan mengajak ngobrol tubuhnya, supaya kankernya tidur," jelasnya. (ARI)

Sempat Kritis, Ria Irawan Berpulang Subuh Tadi

Kabar duka datang dari aktris Ria Irawan. Ria baru saja dikabarkan meninggal dunia, sang suami Mayki Wongkar membenarkan kabar tersebut.

Dengan nada suara yang bergetera Mayki mengatakan Ria meninggal dunia saat adzan subuh tadi di RSCM tempatnya dirawat karena kanker yang tengah diderita Ria.

"Iya barusan, tadi pas adzan subuh di RSCM," tutur Mayki saat dihubungi awak media, Senin (6/1/2020).

Mayki mengatakan sebelum meninggal kondisi Ria Irawan sempat kritis, namun ia tak bisa menjelaskan lebih jauh karena masih harus mengurus jenazah istrinya tersebut.

"Memang udah kritis mas, mas nanti lagi ya nanyanya saya mau ngurus ini dulu ya," ucapnya.

Seperti diketahui, Ria Irawan pada 2014 lalu pernah divonis mengidap kanker endometroim stadium 3 C.

Setelah menjalani kemoterapi selama 1,5 tahun, Ria dinyatakan bersih dari kanker tersebut.

Akan tetapi pada 2017, sel kanker keluar lagi di diafragma dan sudah menyebar ke bagian paru- paru..

Tak hanya itu bagian kepala Ria juga diketahui terdapat tumor.

Tumor di kepala itu mengakibatkan Ria sulit bicara dan kehilangan keseimbangan.

Pada Agustus 2019 lalu kondisi Ria melemah dan harus menjalani perawatan di RSCM sejak 1 September, kondisinya sempst membaik dan boleh meninggalkan rumah sakit pada 14 September 2019. (Tribunnews.com/Bayu Indra Permana)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved