Viral Medsos

VIRAL Video Korban Banjir Nyanyi di Genteng Rumah, BNPB: Tingkatkan Kesiapsiagaan Masuki Musim Hujan

SEBUAH video seorang pemuda bersarung dan bertelanjang dada menyanyikan lagu Band Ungu berjudul SurgaMu menjadi viral.

VIRAL Video Korban Banjir Nyanyi di Genteng Rumah, BNPB: Tingkatkan Kesiapsiagaan Masuki Musim Hujan
Twitter @Haidar_Bagir
Seorang pemuda berkain sarung dan bertelanjang dada menyanyikan lagu Band Ungu berjudul SurgaMu di atas genteng. 

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan perlunya meningkatkan upaya kesiapsiagaan terhadap musim hujan.

Apalagi musim hujan tahun 2019/2020 diprediksi BMKG berlangsung hingga Februari.

"Masih diperlukan kesiapsiagaan di seluruh daerah. Presiden berpesan kepada seluruh pemimpin di daerah agar dapat berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan TNI/POLRI serta relawan, untuk menjadi suatu kekuatan dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan agar mengurangi korban jiwa jika terjadi keadaan darurat,” ujar Doni saat konferensi pers di Istana Presiden, Jumat (3/1), seperti dimuat dalam laman bnpb.go.id, Sabtu (4/1).

BNPB telah memberikan surat edaran kepada gubernur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia tentang pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2019 -2020.

Selain itu telah diadakan rapat kordinasi penanganan darurat bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung pada selasa 17 Desember 2019 di Graha BNPB Jakarta.

Rakor tersebut dihadiri oleh seluruh kepala pelaksana BPBD, Polda, dan Danrem seluruh Indonesia serta Kementerian/Lembaga terkait.

Hal itu untuk mengantisipasi potensi bencana yang disebabkan oleh hujan, merujuk pada prakiraan cuaca dari BMKG akan terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi.

Mengutip laman setkab.go.id, Doni Monardo menghimbau kepada masyarakat dan perangkat daerah yang ada di sepanjang aliran sungai.

"Masyarakat di sepanjang aliran sungai yang berisiko menjadi korban banjir bandang untuk mengevakuasi diri ke tempat lebih aman, serta ketegasan kepala daerah tingkat desa dan lurah mengingatkan ke masyarakatnya agar tidak berada di tempat yang sangat berisiko, karena bisa saja hujan terjadi di hulu bukan di tempat mereka. Mereka itu bisa terkena aliran deras dari hulu,” tutup Doni.

Sebelumnya, berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir yang melanda sejak Rabu (1/1/2020) telah menewaskan 43 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Jabodetabek.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, berdasarkan data yang dihimpun dari kompilasi data BPBD, Kemenkes, dan Kemensos, melalui rilis resmi di laman BNPB, Jumat (3/1/2020).

Penyebab meninggalnya korban banjir di Jabodetabek pun berbeda-beda, mulai dari hipotermia, terseret arus banjir, hingga tertimbun tanah longsor.

Berikut rincian kasus penyebab meninggalnya korban banjir Jabodetabek yang telah dirinci oleh BNPB:

1. Hilang : 1 orang

2. Hipotermia: 3 orang

3. Terseret Arus Banjir: 17 orang

4. Tersengat Listrik: 5 orang

5. Tertimbun Tanah Longsor: 12 orang

6. Dalam Pendataan: 5 orang

Berdasarkan data yang terhimpun, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yaitu 16 korban jiwa.

Bahkan di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, seorang bocah berusia lima tahun yang bernama Carli meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Bocah berusia lima tahun itu meninggal karena terseret arus banjir.

Berikut daftar korban jiwa di Kabupaten Bogor:

1. Bagas Marsdianto (20) : terseret arus banjir

2. Asti (45) : terseret arus banjir

3. M. Hudri (24) : terseret arus banjir

4. Carli (5) :  terseret arus banjir

5. Rumsah (60) : terseret arus banjir

6. Amri (60) : terseret arus banjir

7. Cicih (10) : terseret arus banjir

8. Saroh (25) : terseret arus banjir

9. Idrus (50) : terseret arus banjir

10. Nurjen (47) : terseret arus banjir

11. Hilman (15) : terseret arus banjir

Sementara itu, lima korban jiwa lainnya masih dalam pendataan dan belum diketahui namanya.

Melalui rilis terbarunya, BNPB menyampaikan data tambahan dari jumlah korban jiwa di Kabupaten Lebak.

Berikut daftar korban jiwa di Kabupaten Lebak:

1. Robinah (35) : tertimbun tanah longsor

2. Qoyub (17) : terseret arus banjir

3. Salawi (75) : tersengat listrik

4. Sarta (40) : tersengat listrik

5. Unu (55) : tertimbun tanah longsor

6. Sarif (48) : tertimbun tanah longsor

7. Arsah (50) : tertimbun tanah longsor

8. Rizki (7) : Hilang

Lebih lanjut, BNPB merilis daftar korban jiwa di wilayah Jakarta Timur sebagai berikut:

1. M. Ali (82) : Hipotermia

2. Siti Hawa (72) : Hipotermia

3. Willi Surahman : Hipotermia

4. Sutarmi (73) : tersengat listrik

5. Agus (19) : terseret arus banjir

6. Sanusi : terseret arus banjir

7. Susanti : terseret arus banjir

Korban Jiwa di wilayah Kota Depok:

1. Amelia Susanti (27) : tertimbun tanah longsor

2. Rumsinah (68) : tertimbun tanah longsor

3. Nizam Saputra (8) : tertimbun tanah longsor

Korban Jiwa di wilayah Kota Bekasi:

1. Andika Pradita (14) : terseret arus banjir

2. Topo : tersengat listrik

3. Cahyono (41) : tersengat listrik

Berikut daftar korban jiwa yang lainnya:

1. Jakarta Pusat : Arfiqo Alif Ardana (16), terseret arus banjir

2. Jakarta Barat : Yuda Irawan (29), terseret arus banjir

6. Kota Bogor : Kusmiyati (30), tertimbun tanah longsor.

7. Kota Tangerang : Jamila (55), tersengat listrik

8. Kota Tangerang Selatan : Teguh Taufik (36), tersengat listrik

10. Kabupaten Bekasi : Iyum (35), tertimbun tanah longsor

Penanganan Banjir di 2020 Dinilai Buruk oleh Korban dan Pengungsi di Rawa Buaya

Usman dan keluarga mengungsi di Rusun Rawa Buaya Jumat (3/1/2020)
Usman dan keluarga mengungsi di Rusun Rawa Buaya Jumat (3/1/2020) (Wartakotalive.com/Desy Selviany)

Usman (64) menyayangkan penanganan banjir yang tidak sigap di tahun 2020 kali ini. Ia membandingkan penanganan banjir serupa di tahun 2007 dan 2012.

Kata Usman kali ini penanganan banjir sangat buruk..

Mulai dari evakuasi sampai pengungsian terlihat semua elemen tidak sigap dalam memberikan bantuan.

Mengungsi 3 Hari, Usman Baru Rasakan Makanan Enak saat Anies Berkunjung

Misalnya saja saat evakuasi, ia bercerita harus mengevakuasi beberapa cucuknya menggunakan baskom.

"Semuanya sendiri, air sudah seleher waktu itu, kami inisiatif ambil baskom, cucuk saya ditaruh disitu, saya dan anak-anak berjalan di tengah banjir sambil dorong baskom," jelas Usman ditemui di Posko Pengungsian Rusun Rawa Buaya Jumat (3/1/2020).

Usman mengatakan di tahun 2007 dan 2012 ia juga pernah terjebak banjir yang sama. Namun perahu karet mengevakuasi keluarganya di RT 10 RW1 Rawa Buaya.

Sesudah memilih mengungsi, Usman juga mengaku kecewa dengan penanganan bantuan. Pasalnya keluarganya tidak tertangani saat mengungsi di Rusun Rawa Buaya.

Mereka hanya diberikan tempat singgah dan berteduh saat rumah harus terendam banjir.

"Sampai ini tikar saja saya beli sendiri dadakan," kata Usman.

 Remaja Tanggung Tewas Terseret Banjir Saat Bermain Gedebok Pisang di Kali Uangan Tangerang

Bantuan makanan juga baru diterimanya Jumat siang saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkunjung. Selama ini ia mengaku harus keluarkan kocek sendiri untuk membeli makanan.

"Ini belum tahu kelanjutan akan terus dapat makanan atau tidak, tapi mudah-mudahan sampai pulang makanan tercukupi," kata Usman.

Selain itu Usman juga berharap tenaga kesehatan segera disediakan di Posko Pengungsian. Pasalnya beberapa anggota keluarganya yang masih balita sudah terserang batuk.

 VIDEO : Pasca-Banjir Jadetabek, Presiden Jokowi Diam-Diam Kunjungi Waduk Pluit

"Tadi kata Pak Anies disini sudah ada Posko Kesehatan disini, tapi gak tau dimana, mudah-mudahan nanti tenaga kesehatannya ke ruangan ini berkunjung," harap Usman.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkunjung ke Posko Pengungsian di Rusun Rawa Buaya Jumat siang.

Disana ia membagikan bantuan makanan instan sebanyak satu truk.

Selain itu, ia juga memberi tahu kalau di posko tersebut sudah ada tenaga medis dan dapur umum.

Pantauan Wartakotalive.com dapur umum sudah tersedia di salah satu tower Rusun. 

Penulis: Andy Pribadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved