Breaking News:

Bukannya Dievakuasi, Korban Banjir Ini Dijebloskan ke Sel Tahanan Lantaran Simpan 51 Kilogram Ganja

Sementara itu, dari pengakuan tersangka, Sadan mengatakan dirinya mendapatkan orderan langsung dari seorang napi di balik jeruji LP Cipinang.

Warta Kota
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Azis Andriansyah menunjukan barang bukti ganja kering seberat 51 kilogram bersama jajarannya di Mapolres Metro Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Jumat (3/1/2020). 

Sial bagi Sadan (44). Korban banjir ini adalah bukannya dievakuasi melainkan dibawa kawanan polisi untuk ditahan di Polres Metro Depok lantaran kedapatan memiliki 51 kilogram ganja kering siap edar.

Hal ini terjadi saat jajaran Koramil 05/Sawangan, Depok, adalah melakukan evakuasi di beberapa rumah warga di wilayah Sawangan saat banjir menerjang wilayah tersebut pada Kamis (2/1/2020).

Saat dilakukan evakuasi, aparat adalah menemukan sebuah benda mencurigakan yang disimpan dalam sebuah karung besar.

“Setelah dicek, barang tersebut adalah ganja yang siap diperjualbelikan,” ujar Kapolrestro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah saat merilis hasil penangkapan di Polrestro Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Jumat (3/1/2020).

Azis mengatakan, tersangka merupakan residivis yang sebelumnya menjalani hukuman penjara 5 tahun pada 2013 lalu dalam kasus yang sama.

“Setelah kami periksa, ternyata di tubuh pelaku juga ditemukan sabu yang disimpannya di kantong celana,” papar Azis.

Sabu tersebut berjumlah 11 bungkus yang juga dikatakan Azis sudah dikemas dan siap edar.

Dari hasil pemeriksaan, Azis mengatakan tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari daerah di Sumatera.

“Kemudian order (pemesanan) didapatkan dari salah satu narapidana di (Lembaga Pemasyarakatan) Cipinang, ini pengakuan dari tersangka, nanti akan kami dalami,” tutur Azis.

Atas kasusnya tersebut, Sadan diancam Pasal 144, Ayat 2, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancama paling lama seumur hidup.

“Apalagi tersangka pernah jadi residivis, jadi agak lebih berat (hukumannya) biasanya,” kata Azis.

Sementara itu, dari pengakuan tersangka, Sadan mengatakan dirinya mendapatkan orderan langsung dari seorang napi di balik jeruji LP Cipinang.

“Dikirim langsung nomornya ke hape saya, ada yang langsung hubungi saya,” kata Sadan.

Dari hasil penangkapan tersebut, Azis mengaku pihaknya meyakini bahwa barang terlarang tersebut digunakan tersangka untuk dijual kembali termasuk sabu.

Saat ditanya Azis, tersangka mengaku sudah menjual ganja sejak usia 13 tahun.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved