Breaking News:

Pencurian Ikan oleh Kapal Asing

Pencurian Ikan oleh Nelayan Asing Mengganas Diduga Marak Terjadi Setelah Susi Pudjiastuti Diganti

Sejumlah kalangan warga dan netizen juga menyoroti pencurian yang sebelum ditenggelamkan oleh Susi Pudjiastuti itu marak terjadi.

KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN
Ilustrasi kalangan nelayan Indonesia tidak berdaya karena ikan dirampok kalangan pencuri ikan dari Cina, Vietnam, dan sejumlah negara lainnya, yang leluasa beraksi di Indonesia. 

PENCURIAN ikan oleh kapal asing semakin merajalela bahkan mereka dikawal oleh pasukan Cina saat melakukan aksi pencurian ikan di perairan Indonesia.

Sejumlah kalangan warga dan netizen juga menyoroti pencurian yang sebelum ditenggelamkan oleh Susi Pudjiastuti itu marak terjadi.

Susi Pudjiastuti dikenal luas dengan perintah tenggelamkan.

Kata tersebut merujuk pada tindakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah Susi Pudjiastuti menangkapi kapal-kapal pencuri ikan yang memasuki Indonesia.

Kebijakan Susi Pudjiastuti adalah menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan yang dilakukan secara ganas tersebut.

Buruh Tewas Saat Tersedot Mesin Pengolahan Daging yang Sedang Diperbaiki dalam Masa Pemeliharaan

Para pencuri ikan itu biasa menggunakan kapal dengan mesin cepat, tapi setelah mereda, kali ini, pencurian ikan oleh nelayan asing kembali menggila.

Sebagaimana diungkap Kompas.com, akhir-akhir ini, nelayan Natuna mulai merasa terancam mencari ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Pasalnya Kapal Ikan Asing (KIA) yang berasal dari Vietnam dan China saat ini semakin menggila melakukan penangkapan ikan di perairan Natuna.

Herman, Ketua Nalayan Kabupaten Natuna kepada Kompas.com, mengatakan bahwa sejak Menteri Kelautan dan Perikanan diganti bukan lagi Susi Pudjiastuti, KIA kerap masuk menangkap ikan di perairan Natuna, tepatnya di titik koordinat 108 hingga 109 atau sebelah utara hingga timur pulau Laut.

“Rata-rata KIA asal Vietnam dan China, masuknya ke sana (titik koordinat 108 hingga 109 atau sebelah utara hingga timur pulau Laut),” kata Herman kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa (31/12/2019).

Terungkap Alasan Pengguna Jalan Tol Harus Membayar Jutaan Rupiah Jika Kartu Pembayaran Tol Hilang

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved