Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Ada 955 Kasus Kriminalitas di Bogor Selama Tahun 2019, Polisi Berhasil Ungkap 90 Persen

Sebanyak 955 kasus kriminalitas selama tahun 2019 di Bogor, dan dari jumlah itu polisi ungkap 90 persen kasus kriminalitas di Bogor.

Kompas.com
Ilustrasi - Sebanyak 955 kasus kriminalitas selama tahun 2019 di Bogor, dan dari jumlah itu polisi ungkap 90 persen kasus kriminalitas di Bogor. 

Diketahui terjadi 217 kasus, sedangkan di tahun 2019 meningkat jadi 414 kasus.

"Laka lantas memang ada peningkatan tapi bukan dari jumlah kasus melainkan dari laporan yang masuk, termasuk laka tunggal," tutur Azis.

Sementara kasus pembunuhan, dari kasus-kasis yang ditangani, Azis mengaku kasus pembunuhan merupakan kasus yang paling menonjol.

Di tahun 2018, terdapat enam kasus pembunuhan yang hanya dapat diselesaikan sebanyak tiga kasus.

Jumlah kasus kejahatan di Depok menurun di sepanjang tahun 2019, dibandingkan tahun 2018 lalu. Hal itu diterangkan Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah (tengah) dengan menunjukkan sejumlah barang bukti dan pelaku kejahatan di Aula Atmani, Mapolresta Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Kamis (26/12/2019).
Jumlah kasus kejahatan di Depok menurun di sepanjang tahun 2019, dibandingkan tahun 2018 lalu. Hal itu diterangkan Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah (tengah) dengan menunjukkan sejumlah barang bukti dan pelaku kejahatan di Aula Atmani, Mapolresta Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Kamis (26/12/2019). (Warta Kota/ Vini Rizki Amelia)

Sedangkan di tahun 2019, jumlah kasus sama yakni enam namun pengungkapammya naik menjadi delapan kasus.

"Karena ada dua kasus di tahun 2018 yang bisa diselesaikan di tahun 2019," katanya.

Bicara kasus pencurian dengan pemberatan, di tahun 2018 Polresta Depok menghadapi 238 kasus.

Untuk tahun 2019, Azis memaparkan terdapat 151 kasus.

Jumlah kasus kejahatan di Depok menurun di sepanjang tahun 2019, dibandingkan tahun 2018 lalu. Hal itu diterangkan Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah (tengah) dengan menunjukkan sejumlah barang bukti dan pelaku kejahatan di Aula Atmani, Mapolresta Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Kamis (26/12/2019).
Jumlah kasus kejahatan di Depok menurun di sepanjang tahun 2019, dibandingkan tahun 2018 lalu. Hal itu diterangkan Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah (tengah) dengan menunjukkan sejumlah barang bukti dan pelaku kejahatan di Aula Atmani, Mapolresta Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Kamis (26/12/2019). (Warta Kota/ Vini Rizki Amelia)

"Sedangkan jumlah penyelesaian menurun namun dibanding kejadian, menhalami kenaikan pengungkapan"

"karena dari 151 mampu diselesaikan sebanyak 17q, artinya penyelesaian perkara mencapai 132 persen," ujarnya. (Vin)

Kasus Pencurian dan Pemberatan

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan

kekerasan (curas) atau perampokan masih mendominasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama sebulan terakhir.

Hal itu berdasarkan dari hasil kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan oleh Polda Metro Jaya bersama 13

jajaran Polres di bawahnya selama sebulan mulai dari mulai 10 Juli sampai 10 Agustus 2019.

Sejumlah pelaku kejahatan dihadirkan saat Kapolda Metro Jaya menggelar konferensi pers hasil Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/8/2019).
Sejumlah pelaku kejahatan dihadirkan saat Kapolda Metro Jaya menggelar konferensi pers hasil Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/8/2019). (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Dimana dari kegiatan itu sebanyak 243 pelaku kejahatan diamankan dan 200 lainnya dipulangkan.

Ke-243 orang yang diamankan terbagi dalam 137 kasus kejahatan mulai penganiayaan berat, pembunuhan,

pengeroyokan, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor,

judi, perusakan, pelanggaran UU Darurat, penipuan, pemerasan hingga kasus narkoba.

Dari 243 pelaku yang dibekuk, 4 diantaranya diberikan tindakan tegas terukur dengan ditembak karena berupaya melukai petugas.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono trend kejahatan yang dilakukan cenderung kejahatan

konvensional dan kejahatan jalanan mulai dari curas curat, penganiayaan berat dan pengeroyokan serta pencurian kendaraan bermotor.

"Dari data yang kita miliki kejahatan yang paling tinggi dan paling banyak dari 243 orang ini adalah curat dan curas.

"Ini menjadi atensi kita atas kasus-kasus pencurian, baik yang dengan pemberatan sampai dengan kekerasan," kata Gatot, Senin (12/8/2019).

Dimana dari 137 kasus itu katanya curat mendominasi dengan 57 kasus dan curas 22 kasus.

Disusul pengeroyokan 10 kasus dan penipuan 9 kasus.

Sisanya terbagi dalam 3-4 kasus untuk penganiayaan berat, pembunuhan, pencurian kendaraan bermotor, judi,

perusakan, pelanggaran UU Darurat, penipuan, pemerasan hingga kasus narkoba satu kasus.

"Untuk wilayah yang paling banyak kasus kejahatannya dalam satu bulan ini adalah Polres Jakbar dengan 19 kasus dan menahan 26 orang.

"Lalu Resmob Polda Metro dengan 16 kasus dan menahan 30 orang, kemudian Polres Jakarta Utara dengan 15 kasus dan tersangka 30 orang," kata Gatot.

Disusul kemudian Polres Jakarta Timur dengan 14 kasus dan menahan 23 orang, Polres Tangerang Kota dengan 13 kasus serta menahan 21 tersangka,

lalu Polrestro Bekasi Kota dengan 12 kasus serta menahan 17 tersangka, kemudian Polrestro Jakpus dengan 9 kasus dan menahan 10 tersangka serta disusul Polres lainnya.

Gatot mengatakan dari 243 orang yang diamankan iu turut disita 210 barang bukti.

Yakni senjata api sebanyak 7 pucuk, senjata tajam 26 buah, 23 peluru, 52 unit sepeda motor, 12 unit kendaraan roda empat,

98 buah ponsel, 12 laptop, ganja sebanyak 172,39 gram dan uang tunai Rp 89.460.000.

Menurutnya potensi kerugian warga yang berhasil diselamatkan dengan diamankannya ke 243 orang ini, mencapai lebih dari Rp 1,5 Miliar.

"Potensi kerugian masyarakat dari data yang ada, kami selamatkan uang tunai sekitar Rp 89,5 Juta.

Tapi kita lihat untuk curanmornya saja ada 7 mobil lebih yang diamankan. Jadi hitungan kerugian yang dihindari bisa lebih.

Misalnya satu mobil saja Rp 200 Juta maka dikali 7 sudah Rp 1,4 Miliar, nilai yang kita selamatkan.

Belum lagi hitungan kendaraan roda dua lainnya. Jadi bisa lebih besar," papar Gatot dalam konferensi pers hasil

Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/8/2019).

Selain mengamankan 243 orang itu, kata Gatot, pihaknya juga memulangkan 200 orang lainnya yang sempat

diamankan dalam kegiatan kepolisian yang ditingkatkan selama sebulan itu.

"Mereka yang kita pulangkan sebagai bentuk pembinaan dan memang belum terbukti melakukan tindak pidana.

Ada sekitar 200 an orang yang kita pulangkan dan dilakukan pembinaan," kata Gatot.

Gatot menerangkan apa yang dilakukan pihaknya ini merupakan langkah-langkah yang dilakukan

Polda Metro Jaya untuk menciptakan situasi aman kondusif di tengah masyarakat.

Menurutnya dalam manajemen operasional Polri ada tiga langkah yang bisa dilakukan pihaknya dalam menjaga kondusifitas masyarakat.

Yakni pertama kegiatan rutin kepolisian, kedua adalah operasi kepolisan dan ketiga adalah kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan.

"Nah yang kita lakukan selama sebulan ini mulai 10 Juli sampai 10 Agustus adalah kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan.

Jadi bukan operasi. Kegiatan ini dilakukan oleh jajaran baik di Polda sampai jajaran di Polres-polres," katanya.

Menurutnya dalam kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan ini dilaksanakan oleh berbagai satuan fungsi dan gabungan hingga Polres dan Polsek.

"Jadi tidak hanya oleh reskrim saja, tapi juga dari sabhara, bimas, lantas dan lain sebagainya. Kita lakukan patroli dan razia bersama," katanya.

Dalam kegiatan selama satu bulan ini mulai 10 Juli sampai 10 Agustus 2019 kata Gatot pihaknya mengamankan 243 pelaku kejahatan.

"Dari hasil kegiatan sebulan kami mengamankan 243 tersangka dan 210 barang bukti. Lalu karena melawan dan

sebagainya ada 4 orang yang ditindak tegas petugas secara terukur," kata Gatot.

Dari sejumlah barang bukti yang diamankan kata dia ada 7 buah senpi berikut 26 peluru dari para tersangka.

"Kita juga mengamankan narkotika dan barang bukti kendaraan bermotor hasil curian," katanya.

"Jadi tujuan dari kegiatan ini adalah pertama untuk menciptakan situasi aman dan kobdusi sehingga masyarakat

bisa melaksanakan aktifitas kegiatan sehari-hari dengan nyaman dan tanpa ada rasa khawatir," kata Gatot.

Kedua katanya dengan situasi yang kondusif maka diharapkan investor bisa datang ke Indonesia dan mau menginvestasikan dananya.

"Sehingga dengan investasi itu bisa membaws kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," kata Gatot.

Ia memastikan kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan ini akan dilakukan secara terus menerus ke depannya.

"Dan bisa kita lakukan gabungan bersam TNI atau Pemprov DKI," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan dari 210 barang bukti untuk 243 tersangka

rinciannya adalah senjata api sebanyak 7 pucuk, senjata tajam 26 buah, 23 peluru, 52 unit sepeda motor, 12 unit

kendaraan roda empat, 98 buah ponsel, 12 laptop, ganja sebanyak 172,39 gram dan uang tunai Rp 89.460.000.

Menurut Argo dari 243 tersangka, sebanyak 4 diantaranya terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur dengan ditembak petugas.

"Sebab mereka melakukan perlawanan kepada petugas dan mencoba kabur. Karenanya kami lakukan tindakan tegas terukur kepada 4 orang tersangka ini," katanya.

Ia memastikan dari 243 tersangka yang dibekuk sebagian adalah penjahat kambuhan atau residivis.

Menurut Argo operasi KKYD ini dilakukan untuk menciptakan situasi kondusif di tengah masyarat.

"Agar menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat," kata Argo.

Selain itu katanya operasi ini diharapkan dapat menekan tindak kejahatan jalanan yang terjadi di sejumlah titik rawan di Jakarta.

Ke depan kata dia, Polda Metro Jaya akan menggelar operasi serupa di waktu tertentu, agar masyarakat semakin merasa aman dan nyaman dalam beraktifitas.

"Operasi seperti ini akan kami lakukan secara rutin dan berkala," katanya. (Bum)

Penulis:
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved