Breaking News:

Nikah Massal

48 Pasangan Lakukan Pencatatan Nikah Massal di Akhir Tahun 2019

48 pasangan mengikuti pencatatan perkawinan massal di akhir tahun 2019 yang digelar Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Pusat, Senin.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah warga mengikuti kegiatan pencatatan perkawinan massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat yang digelar oleh Sudin Dukcapil Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019). 

Sebanyak 48 pasangan mengikuti pencatatan perkawinan massal di akhir tahun 2019 yang digelar oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Pusat, di Wali Kota Jakarta, Senin (30/12/2019).

Plt Sudin Dukcapil Jakarta Pusat, Yadi Rusmayadi mengatakan kegiatan pencatatan perkawinan massal ini merupakan bagian dari bulan layanan administrasi kependudukan baik itu KK, Akta Kelahiran, hingga KIA.

"Jadi ini untuk pencatatan secara massal terkait masyarakat non islam yang sudah tercatat secara agamanya baik hindu, dan budha, hari ini ada 48 pasang," kata Yadi di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019).

Yadi mengatakan selain melakukan pencatatan perkawinan massal, ia juga melakukan pemberian Akta Kelahiran dimana pada waktu kelahiran, yang bersangkutan belum memiliki Akta Kelahiran.

"Tadi kita juga berikan sebanyak 40 Akta Kelahiran, jadi ada yang kelahiran 80 itu belum punya, makanya tadi baru kita berikan. Selain itu kita juga berikan KIA, sebanyak 40," katanya.

 BREAKING NEWS: Ahmad Dhani Umbar Senyum saat Bebas dari Penjara

 IPW Nilai Bantahan Istana Soal Jokowi Bangun Geng Solo di Tubuh Polri, Tak Sesuai Kenyataan

 VIRAL Video Pria Alami Stroke Dianiaya Wanita dengan Tongkat, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

Sementara itu salah satu pasangan pencatatan perkawinan massa, Helen (37) menyatakan, dirinya kesulitan untuk melakukan proses administrasi, sehingga ia pun melakukan perncatatan nikah massal agar status pernikahanya terdaftar di Dukcapil.

"Karena kan saya mau urus ini itu agak susah ya kalo gak tercatat, makannya bulan lalu ada sosialisasi ini, dan gratis makannya saya sama suami ikut," kata Helen.

Menurut Helen, dengan kegiatan ini ia mengaku cukup terbantu, sehingga kini status perkawinannya sudah tercatat di Negera.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan tahun depan.

 BREAKING NEWS: Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Kontrak Empat Tahun

Tak berbeda jauh hal serupa juga dikatakan Andi Hang (39) ia mengatakan, mengikuti pencatatan perkawinan massal ini, karena untuk mendapatkan Kartu Keluarga bagi anaknya yang baru lahir.

"Puji tuhan tadi ikut ini langsung dapat semuanya, KK sama akta kelahiran dan KIA anak saya, jadi saya sangat terbantu dengan acara ini," ucapnya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved