Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Terungkap Penyebab Tsunami Penerbangan yang Mengakibatkan Bandara Soekarno Hatta Sepi Penumpang

Tahun ini pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno Hatta tampak sepi saat libur Natal dan Tahun Baru.

Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Sektor penerbangan mengalami tsunami flight, telah terjadi penurunan dari hari ke harinya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (26/12/2019). 

"Terbukti tadi malam tol layang Cikampek macet total selama dua jam, dan akhirnya arus lalin menuju tol layang ditutup (sementara)," tambahnya. 

 Viral Potret Tol Japek Bergelombang, Mafindo Yakinkan Potret Nyata Bukan Hoaks

 Kondisi Arus Lalu Lintas Jalan Tol Japek Bawah dan Layang Cikunir- Cikarang Lancar, Karawang Padat

 Waskita Karya: Tol Japek II Elevated Bisa Memunculkan Sentra Industri Baru

Kemacetan hingga penutupan Tol Japek tersebut katanya menjadi bukti buruknya perencanaan pembangunan.

Pembangunan Tol Japek ditegaskannya juga tidak memperhitungkan situasi terburuk, seperti kecelakaan serta lalu lintas yang padat.

"Ini artinya saat tol layang Cikampek dibangun tidak mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk jika ada kendaraan mogok di tol layang," jelas Tulus Abadi.

"Ini bisa jadi petugas tol tidak sigap mengatasi masalah saat terjadi kendaraan mogok, dan volume traffic (lalu lintas) sedang tinggi-tingginya," jelasnya. 

Oleh karena itu, dirinya menilai fungsi Tol Japek yang dibangun untuk mengatasi kemacetan justru percuma.

"Dengan kejadian seperti ini, fungsi utama tol layang Cikampek untuk mengatasi kemacetan saat libur panjang, menjadi muspro alias sia-sia," jelas Tulus Abadi. 

YLKI mendesak agar pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Kepolisian mengevaluasi total manajemen lalu lintas saat libur panjang, seperti libur Natal dan Tahun Baru maupun Hari Raya Idul Fitri. 

Selain itu, lanjutnya, pemerintah harus membangun pintu keluar darurat, misalnya di KM 25, sehingga pengguna tol tidak tidak tersandera di jalan tol selama berjam-jam. 

"Ini bisa membahayakan keamanan dan keselamatan pengguna tol. Jangan sampai jalan tol layang ini menjadi produk gagal," tutupnya. 

Tol Japek Resmi Beroperasi

Presiden Joko Widodo lewat akun twitternya @jokowi.

Dalam video yang dibagikan, Tol Japek terlihat mulus tidak bergelombang.

"Jalan tol layang ini mengurai kepadatan kendaraan di jalur Jakarta-Bekasi-Cikarang dengan jalur jarak jauh seperti Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya,' tulis Jokowi.

"Anda yang hendak berlibur akhir tahun di kota-kota itu, selamat menikmati Japek II -- jalan tol layang Jakarta-Cikampek," tambahnya.

Uji coba Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II, Minggu (8/12/2019).
Uji coba Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II, Minggu (8/12/2019). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Alasan Tol Japek Bergelombang

Dikutip dari Kompas.com, foto kondisi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Jakarta-Cikampek II Elevated makin ramai diperbincangkan publik dan menjadi viral dalam beberapa hari terakhir.

Foto drone hasil karya pewarta foto Kantor Berita Antara, Risky Andrianto, tersebut menampilkan konstruksi jalan bebas hambatan yang bergelombang.

Terdapat perbedaan elevasi ekstrem di beberapa titik sehingga menimbulkan dugaan akan faktor keselamatan dan keamanan ketika menggunakan jalan tol dengan struktur layang terpanjang di Indonesia.

 Kondisi Arus Lalu Lintas Jalan Tol Japek Bawah dan Layang Cikunir- Cikarang Lancar, Karawang Padat

 Waskita Karya: Tol Japek II Elevated Bisa Memunculkan Sentra Industri Baru

 Truk Overload Terbalik Bikin Tol Japek Macet Seharian Kemarin, Ini Langkah Jasa Marga

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja menjelaskan, pembangunan tol sepanjang 36,4 kilometer ini termasuk proyek tol yang paling kompleks.

Hal ini karena proyek tersebut terletak di jalur paling vital nadi ekonomi Indonesia yang melayani kawasan permukiman dan industri yang padat.

Menurut catatan Endra, proyek tol yang konsesinya dimiliki PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) ini dikerjakan dalam waktu 34 bulan dengan windows time yang sempit.

"Selain itu, dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur lain, yaitu Kereta Ringan atau light rail transit (LRT) Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung," terang Endra pada Senin (16/12/2019), .

Posisi struktur Tol Layang Jakarta-Cikampek ini didesain seoptimum mungkin, tetapi tetap memenuhi standar geometrik.

Hal ini bertujuan agar dimensi fondasi dan pier atau tiang tidak terlalu besar, mengingat ruang yang tersedia di median jalan tol eksisting di bawahnya terbatas.

Ketinggian rata-rata jalan tol layang ini mencapai 7 sampai 8 meter dari elevasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting, tetapi terdapat penyesuaian ketinggian di beberapa titik pada perlintasan dengan jalan lokal dan jalan tol eksisting.

"Demikian halnya dengan alinyemen vertikal jalan tol ini telah didesain memenuhi persyaratan geometrik dan keselamatan jalan dengan desain kecepatan rencana 60-80 kilometer per jam," urai Endra.

 Tol Japek Macet Parah, Imbas Truk Bermuatan Besi 60 Ton Terguling

 Sistem Contra Flow Diberlakukan Jasa Marga pada Dua Titik Ruas Jalan Tol Japek

Peneliti Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno juga mengatakan, untuk alinyemen vertikal memang tidak dibuat lurus, agak bergelombang bila dilihat dari kejauhan.

Hal ini dirancang untuk menghemat biaya konstruksi, tetapi masih mematuhi norma atau aturan pedoman membangun jalan yang berkeselamatan.

Di area jembatan penyeberangan orang (JPO) atau overpass, maka elevated naik lebih tinggi.

Terus akan kembali lagi ke elevasi normal, karena banyaknya alinyemen vertikal, maka jadinya naik turun.

"Jika di foto-foto memang kesannya meliuk-liuk, padahal tetap aman," imbuh Djoko.

 One Way Arus Mudik Dimulai dari Km 70 Jalan Tol Japek, Catat Tanggal dan Waktunya

 Antisipasi Kepadatan, Jasa Marga Atur Lalu Lintas Rest Area di Tol Japek

 Sistem Contra Flow Diberlakukan Jasa Marga pada Dua Titik Ruas Jalan Tol Japek

Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) yang dibentuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ikut mengawasi sejak pekerjaan perencanaan atau desain hingga pelaksanaan konstruksi.

Selama pekerjaan konstruksi, dapat dikatakan tidak pernah ada kecelakaan kerja yang berakibat fatal.

Kendati demikian, pelaksanaan pekerjaan ini cukup sulit dilakukan di tengah lalu lintas kendaraan di bawahnya yang harus tetap melaju dan di sisi kanan dan kiri juga ada pekerjaan LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

7 Persen Tiket Kereta Api Mudik Natal dan Tahun Baru 2020 Habis Terjual

Kepala Stasiun Pasar Senen, Widhiasukma Dananjaya mengatakan, tiket kerera api mudik Natal dan Tahun Baru hingga hari ini sudah habis terjual. Bahkan perkiraan tinggal 3 persen yang tersisa.

Menurut Widhiasukma, Selasa (24/12/2019) sudah ada 22.354 penumpang yang melakukan perjalan mengunakan kereta api dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

"Ya sampai hari ini sudah habis 97 persen terjual, jadi kira-kira tinggal 3 persen lagi," kata Widhiasukma, Selasa (24/12/2019).

Meski tersisa 3 persen tiket kereta api yang habis terjual hingga hari ini, menurut Widhiasukma, beberapa wilayah favorit masih tersedia, namun justru wilayah Cirebon dan Bandung habis terjual.

"Merata sebarannya, cuma memang Cirebon dan Bandung habis," kata Widhiasukma.

Menurut Widhiasukma, paling utama wilayah favorit masih didominasi penumpang yang akan mudik ke Jawa Timur, dilanjutkan para penumpang yang akan mengarah ke Jawa Tengah.

Sedangkan puncak mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, terjadi pada tanggal Senin (23/12/2019) kemarin dimana ada sebanyak 23.018 penumpang yang melakukan perjalanan dengan kereta api.

Sejak penetapan mudik Nataru 2019/2020, Stasiun Pasar Senen menambah 5 kereta tambahan yang beroperasi hingga massa angkutan Nataru berakhir pada 5 Januari 2020 mendatang. (JOS)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved