Breaking News:

Pilpres Telah Berlalu, Rocky Gerung Akui Masih Banyak Intervensi dari Pihak Tidak Dikenal

Walau Pilpres telah berlalu, Rocky Gerung mengaku masih mendapatkan intervensi dan dicegah mengisi kuliah di sejumlah Nusantara.

Youtube Talk Show TV One
Rocky Gerung dan Junimart Girsang dalam tayangan Dua Sisi TV One bertajuk 'Catatan Hukum dan Domokrasi 2019' pada Kamis (26/12/2019) malam. 

Tidak hanya ketika masa kampanye Pemilu serentak, Rocky Gerung mengaku hingga kini dirinya masih dibatasi hak kewarganegaraannya untuk berpendapat.

Dirinya kerap kali dipersulit ketika hendak mengunjungi forum ilmiah atau mengisi kuliah di sejumlah wilayah Nusantara.

"Dan sampai sekarang masih berlaku, beberapa bulan lalu juga saya masih dihambat ke Aceh, ke Padang, ke Palembang, segala macem," ungkap Rocky.

"Ketika Pemilu sudah selesai Hambatan itu masih ada, itu-itu, tanda tanya besar apa yang terjadi sebetulnya itu?," tutupnya.

Lebih Cerdas

Menanggapi pernyataan Rocky, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Junimart Girsang memaparkan demokrasi adalah hak kebebasan berpendapat dan berserikat yang dimiliki setiap warga negara.

Hak warga negara tersebut pun ditegaskannya dijamin dan diatur oleh Undang-undang.

Oleh karena itu, setiap warga negara katanya juga harus mentaati Undang-undang tentang kebebasan berpendapat.

"Saya sampaikan bahwa demokrasi itu adalah milik rakyat, dan tentu karena itu milik rakyat, semua hak mengeluarkan pendapat, ya hak berekspresi diatur Undang-undang. Poinnya ini dulu ya," ungkap Junimart.

Nah ketika hak demokrasi tersebut disalahgunakan dalam arti penyesatan atau provoke, provokasi, maka ini harus dilarang. Perintah Undang-undang begitu," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved