Breaking News:

Liga Inggris

Legenda Arsenal Thierry Henry Ungkap Klaim Soal Liverpool Bukan Jadi Juara Tapi Rekor Tidak Kalah

Sosok legenda Arsenal, Thierry Henry pernah merasakan kehebatan Arsenal dengan rekor tidak pernah kalahnya di Liga Inggris.

twitter @LFCphoto
Para pemain Liverpool menikmati rekor tidak terkalahkan di Liga Inggris. 

Tim berseragam merah lainnya, Manchester United yang berjuluk setan merah menjamu tim yang belum mampu melesakkan gol ke jala lawan di musim ini, Crystal Palace.

Sedangkan hasil manis diraih Liverpool membenamkan Arsenal dengan skor 3-1.

Sementara, Manchester United, yang sebelumnya perkasa saat mengalahkan Chelsea dengan skor 4-0 harus gigit jari saat berhadapan dengan Crystal Palace.

Pertarungan sengit tersaji di Anfield saat Liverpool menjamu Arsenal.

Misi berbeda dicanangkan Unai Emery sebagai pelatih Arsenal dengan tim yang bertabur bintang untuk mengalahkan Liverpool di Anfield.

Si Merah tampil perkasa di kandangnya dengan rekor sebagai tim yang meraih julukan sebagai tim yang tidak terkalahkan di kandangnya dengan total 42 laga Liga Inggris, termasuk saat melawan Arsenal.

Rekor tersebut ingin dipatahkan, tapi Arsenal tidak bisa berbuat banyak melawan tim yang bertabur bintang asuhan Juergen Klopp.

Tim juara Liga Champions di musim lalu itu memang bukan lawan yang mudah untuk dihadapi Arsenal.

Selain punya misi membalaskan kekalahan mereka di musim lalu dengan skor mencolok, Arsenal juga berharap bisa melanjutkan tren kemenangan 3 pekan beruntun, tapi misi itu tidak mudah diwujudkan.

Arsenal dan Liverpool memang menjadi dua tim yang meraih angka penuh di 2 pekan awal Liga Inggris.

Meski demikian, Liverpool juga punya misi khusus saat menjamu Arsenal.

Mereka ingin memperpanjang rekor kemenangan 11 kali beruntun di tahun 2019 jika bisa mengalahkan Arsenal bisa menjadi 12 kemenangan beruntun.

Misi lainnya si Merah adalah menjaga Anfield tetap mengerikan untuk semua tim tamu karena tim ini tidak terkalahkan di 42 pertandingan Liga Inggris.

Selain semua misi itu, Liverpool juga punya misi untuk meraih gelar Liga Inggris di musim ini.

Dari semua misi itu, Liverpool yang tampil sebagai pemenang dengan skor 3-1.

Pertandingan big match itu memang menjadi salah satu pertandingan yang paling ditunggu di lanjutan Liga Inggris pada pekan ketiga.

Meski mendominasi penguasaan bola, Liverpool kesulitan untuk melawan Arsenal, yang memainkan permainan rapat di lini belakang, setelah mereka memboyong David Luiz dari Chelsea.

Sengitnya pertarungan Liverpool melawan Arsenal juga diwarnai dengan permainan keras David Luiz dan sejumlah pemain bertahan Arsenal untuk mencegah gempuran Liverpool.

Petaka itu dimulai di saat tendangan sudut Arnold disambar Joel Matip, yang berbuah gol cantik dengan sundulan ke tiang jauh.

Gol Liverpool bertambah di saat Mohamed Salah atau Mo Salah ditarik oleh David Luiz, yang bermain cemerlang meski akhirnya melakukan kecerobohan.

Pemain yang dibeli dari Chelsea itu menarik baju Mo Salah, sehingga gagal mengeksekusi bola ke jala Arsenal, yang dijaga Bernd Leno.

Leno tampil perkasa dengan beberapa kali menepis bola-bola mematikan Liverpool termasuk tendangan akurat Sadio Mane.

Setelah Mo Salah mengeksekusi penalti dengan penuh kepercayaan diri, Liverpool makin mendominasi jalannya pertandingan.

Sesekali Arsenal melalui Nicolas Pepe melakukan serangan berbahaya dan mematikan dari sayap kanan.

Namun, Liverpool kembali unggul dengan gol yang disarangkan oleh Mo Salah dari sayap kanan menyisir yang mengecoh sejumlah pemain Arsenal dengan kecepatannnya.

Arsenal mencoba dengan mengganti pemain saat memasukkan Torreira, yang memang diandalkan di lini tengan, mereka juga memasukkan Lacazette.

Gol hiburan dicetak Torreira dengan tendangan keras di kotak penalti, yang gagal diselamatkan kiper kedua Liverpool, San Miguel Adrian.

Sementara itu, dikutip Kompas.com, Manchester United alias Setan Merah secara mengejutkan kalah, saat menjamu Crystal Palace pada laga pekan ke-3 Liga Inggris 2019-2020, Sabtu (24/8/2019).

Setan Merah, julukan Man United, tersungkur di kandang sendiri, Stadion Old Trafford.

Mereka kalah 1-2 dari Crystal Palace. Gol kemenangan tim tamu diciptakan oleh Jordan Ayew dan Patrick van Aanholt.

Ini adalah kekalahan pertama Man United pada musim ini, sekaligus memperpanjang tren minor mereka.

Sebelumnya, di markas Wolverhampton, Man United hanya mampu bermain imbang 1-1.

Jalannya pertandingan Man United vs Crystal Palace

Pada laga kontra Palace, Man United tidak melakukan perubahan skuad alias serupa dengan saat laga melawan Wolverhampton.

Mengandalkan pemain-pemain seperti Paul Pogba, Jesse Lingard, Marcus Rashford, dan Daniel James, Man United pun mendominasi laga dan tampil dengan intensitas tinggi.

 Menristekdikti Ungkap Alasan Mobil Dinas Menteri Layak untuk Diganti Meski Jadi Sorotan Publik

Meski demikian, alih-alih mencetak gol, Man United justru kebobolan pada menit ke-32 melalui gol Jordan Ayew.

Berawal dari kegagalan Victor Lindelof dalam berduel atas dengan Jeffrey Schlupp, bola kemudian mengarah ke Ayew yang tak terkawal.

Selanjutnya, Ayew dengan cepat menggiring bola ke kotak penalti Man United dan melepaskan tendangan mendatar ke sisi kanan gawang.

Tertinggal 0-1, Man United juga terpaksa kehilangan bek kiri andalannya, Luke Shaw, akibat cedera.

Posisi yang ditinggalkan Luke Shaw kemudian diisi oleh Ashley Young.

Hingga turun minum, skor pertandingan masih bertahan 1-0 untuk tim tamu Crystal Palace.

Memasuki babak kedua, pasukan Ole Gunnar Solskjaer berupaya keras untuk mencari gol penyama kedudukan.

Paul Pogba dkk pun terlihat mendominasi permainan dan menciptakan beberapa peluang.

Man United terhitung memiliki peluang lewat upaya Ashley Young dan Anthony Martial.

Akan tetapi, dari peluang-peluang tersebut, Man United belum bisa menggetarkan jala gawang lawan.

Pada menit ke-68, Man United punya kesempatan emas karena mendapatkan penalti dari wasit.

Penalti diberikan wasit Paul Tierney setelah Scott McTominay dilanggar di kotak terlarang oleh pemain Palace.

Namun, Marcus Rashford yang dipercaya sebagai eksekutor gagal melaksanan tugasnya dengan baik.

 Pepe Reina Bahagia Mengetahui Deja Vu Tradisi Juara Liverpool Kembali ke Habitat Juara

Tembakan Rashford sebetulnya sudah mengecoh kiper lawan, tetapi bola hanya membentur gawang kanan Palace.

Ini adalah kali kedua beruntun Man United gagal mencetak gol lewat penalti.

Pada laga kontra Wolves, Pogba yang dipercaya jadi penendang juga gagal.

Pada 10 menit terakhir, wasit melakukan pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR) soal dijatuhkannya Rashford oleh pemain Palace di kotak penalti.

Setelah dilakukan pengecekan, wasit akhirnya memutuskan tidak ada penalti untuk Man United.

Man United baru sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-89 melalui tembakan Daniel James ke arah tiang jauh.

Akan tetapi, pada masa injury time, pendukung tuan rumah dibuat terdiam setelah Palace berhasil mencetak gol kemenangan.

Gol Crystal Palace pada masa injury time diciptakan oleh Patrick van Aanholt pada menit ke-90'+3.

Skor tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang. Palace pun sukses meraih kemenangan 2-1 atas Man United. 

Tautan asal

 Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik Dinilai Masih Menjadi Kendala dalam Kebijakan Mobil Listrik

 Dari Sosok Pria yang Diringkus Polisi Ditemukan Sejumlah 17 Bungkus Paket Ganja dan Sabu

 Begini Syaratnya Pihak Sajad Ukra untuk Membuka Peluang Damai Dengan Nikita

Catatan pertandingan:

Man United 1-2 Crystal Palace (Daniel James 89'; Jordan Ayew 32', Patrick van Aanholt 90'+3)

Susunan pemain Man United vs Crystal Palace Man United:

1-David de Gea; 2-Victor Lindelof, 5-Harry Maguire, 29-Aaron Wan-Bissaka, 23-Luke Shaw; 6-Paul Pogba, 39-Scott McTominay; 10-Marcus Rashford, 14-Jesse Lingard, 21-Daniel James; 9-Anthony Martial

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Crystal Palace: 31-Guaita; 2-Joel Ward, 34-Martin Kelly, 24-Gary Cahill, 3-Patrick van Aanholt; 11-Wilfried Zaha, 18-James McArthur, 4-Luka Milivojevic, 8-Cheikhou Kouyate, 15-Jeffrey Schulpp; 9-Jordan Ayew

Pelatih: Roy Hodgson

Sementara itu, sejumlah tim lainnya belum memainkan pertandingan di pekan ketiga di antaranya Manchester City, yang sebelumnya ditahan imbang Tottenham Hotspurs saat bermain di kandang.

Manchester City berpeluang untuk menggeser posisi kedua yang dikuasai Arsenal.

Syaratnya, mereka bisa memenangkan pertandingan melawan Bournemouth, yang juga menjadi salah satu tim tangguh di Liga Inggris.

Penulis: Gede Moenanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved