APBD 2020

DKI Bakal Anggarkan Rp 5 Miliar kepada Bamus Betawi dari APBD Perubahan

Pimpinan DPRD DKI Jakarta menjelaskan soal gagalnya alokasi dana Rp 6 miliar kepada Badan Musyawarah Betawi dari APBD 2020.

ISTIMEWA
Ketum Bamus Betawi H Lulung Lunggana (kedua dari kiri) bersama Ketua Majelis Adat Betawi KH Nuri Thahir (kedua dari kanan) dalam pertemuan di kawasan Jakarta Timur. 

Pimpinan DPRD DKI Jakarta menjelaskan soal gagalnya alokasi dana Rp 6 miliar kepada Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Organisasi Bamus Betawi yang dipimpin oleh Abraham Lunggana alias Haji Lulung ini akhirnya memakai dana sendiri untuk menjalankan kegiatan yang telah disusun pada 2020.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, Bamus tidak mendapatkan dana hibah bukan karena defisit anggaran.

Tapi karena tidak terbahas saat rapat Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

 MAHFUD MD ke Dubes China: Soal Uighur Mengganggu Umat Islam di Indonesia

 Curhat Pramugari Sisi Asih Korban Selir Eks Dirut Garuda: Aku Cuma Ingin Menyelamatkan Profesiku

 Menikah 30 Tahun Punya Anak dan Cucu, Baru Tahu Kalau Mereka Saudara Kandung

 Hari Ini Pemenang Desain Ibu Kota Baru Diumumkan, Hadiah Juara Pertama Rp 2 Miliar

“Anggaran yang tidak terbahas itu ada dua. Satu untuk Kodam Jaya (Rp 55,23 miliar) dan satu lagi untuk Bamus,” kata Prasetio di Balai Kota DKI pada Jumat (27/12/2019).

Rapat Badan Anggaran (Banggar) Pemprov DKI Jakarta hasil evaluasi Kemendagri sempat memperdebatkan soal usulan anggaran untuk Bamus Betawi sebesar Rp 6 miliar dan Kodam Rp 55,23 miliar pada Senin (23/12/2019) lalu.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono sempat heran dengan sikap Pemprov DKI Jakarta yang mengajukan anggaran itu secara mendadak.

Kata Prasetio, bila pengajuan itu disahkan tanpa melewati pembahasan di tiap komisi justru akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

 Begini Cara Penanganan Korban Serangan Jantung dan Infeksi

“Kalau ini didorong di ujungnya (saat rapat evaluasi) dan di komisi tidak dibahas kan temuan, itu nantinya bahaya juga. Takutnya ke depan kejadian terulang lagi, dorong-dorong di ujung (pembahasan anggaran) begitu kan,” jelas Prasetio.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved