Media Sosial

Sering Komentari Pengasuhan Ibu, Hati-hati Melakukan Mom Shaming di Media Sosial

Sejak dulu seorang ibu merasa cemas karena adanya perbedaan pengasuhan. Cerita perbedaan pengasuhan antara dengan ibu atau ibu mertua.

Sering Komentari Pengasuhan Ibu, Hati-hati Melakukan Mom Shaming di Media Sosial
Edutopia
Ilustrasi tindakan bullying dan kekerasan 

Sejak dulu seorang ibu merasa cemas karena adanya perbedaan pengasuhan. Cerita perbedaan pengasuhan  antara dengan ibu atau ibu mertua.

Bahkan dengan suami sering menjadi pemicu kecemasan para ibu. Cerita ini masih tetap ada, ditambah lagi  karena pengaruh media sosial, atau terjadinya mom shaming.

Psikolog Anak Saskhya Aulia Prima MPsi mengatakan, mom shaming merupakan kritik secara berlebihan tentang pola asuh seseorang terhadap anak mereka.

Komentar itu dilakukan para nitizen tanpa memahami latar belakang si ibu dalam mengunggah komen tersebut.

“Komentar tentang ‘kok makannya seperti itu’, kok bajunya seperti itu’ seringkali menambah kecemasan para ibu,” kata Saskhya memberikan contoh soal komentar yang tanpa disadari bisa membuat ibu cemas di acara My Baby #momversity di Hotel Ayana belum lama ini.

 MAHFUD MD ke Dubes China: Soal Uighur Mengganggu Umat Islam di Indonesia

 Viral Pengemis Cantik Gendong Anak, Warganet Terheran-Heran: Gimana Kalau Dandan

 Istri Komandan Rayon Militer Dijambret Sampai Terjatuh, Berikut Ini Kronologi Hingga Nasib Pelakunya

 KONTAK Tembak dengan KKB di Ugimba Papua, Seorang Anggota TNI Serda M Ramadhan Gugur

Putri (30) mengaku pernah mengalami mom shaming yang membuatnya stress. Anaknya yang belum berusia empat bulan, ketika itu diberi susu formula.

Tak dinyana postingan itu membuat ia ‘di-bully’ oleh nitizen karena putranya tidak diberi ASI eksklusif.

 “Mana tahu sih para nitijen kalau saya sudah berusaha ke dokter, minum obat agar ASI saya banyak. Tapi ternyata tidak cukup, jadi dikasih susu formula,” ujarnya sedih.

Karena memikirkan komentar, dia justru stress, dan ASI yang keluar semakin sedikit.

Oleh keluarga terutama suaminya disarankan untuk tidak lagi memposting soal itu  dan tidak melihat media sosial untuk beberapa waktu agar dirinya tidak stress.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved