Breaking News:

Kriminalitas

Seorang Pegawai Minimarket Nekat Rekayasa Perampokan Akibat Kebutuhan Uang Kecanduan Judi Online

Seorang pegawai minimarket terpaksa harus mendekam di balik jeruji tahanan Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Gede Moenanto

"Mereka ini memang suka judi online. Jadi uang itu digunakan buat judi online rencananya sama buat beli handphone," katanya.

Silvia Putar Arah ke Terminal Kalideres Setelah Mengalami Kehabisan Tiket Pulang ke Banyuwangi

Kedua pelaku IP dan MBS diamankan disalah satu rumah susun di Jakarta Timur, di sana ditemukan uang tunai Rp 11.450 juta, dua unit ponsel, jaket hitam, celana biru, sepasang sepatu, tas selempang, dan sepeda motor Honda Karisma bernomor polisi B 6063 TBP.

Akibat perbuatan ketiga tersangka, kini mereka mendekam di sel tahanan Polsek Metro Menteng, ketiga pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan kekerasan.

Ketiga pelaku rekayasa perampokan minimarket di Cikini yang berhasil diamankan Polsek Metro Menteng dan mendekam di balik jeruji besi.

Warga Sekitar Mengenal Sosok Pelaku Penodongan Senpi Bernama Abdul Malik Adalah Sebagai Dermawan

Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral berisikan aksi unjuk rasa organisasi masyarakat (ormas) di Kota Bekasi yang menuntut pengelolaan parkir di seluruh minimarket.

Dalam video viral, dituliskan narasi bahwa ormas itu meminta paksa pengusaha minimarket bekerjasama dengan mereka untuk pengolahaan lahan parkir.

Bahkan, dituliskan pula, aksi ormas itu didukung Wali Kota Bekasi hingga kepolisian.

Setelah ditelusuri, rupanya itu terjadi di salah satu minimarket di Jalan Raya Narogong Siliwangi, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Rabu, (23/10/2019) lalu.

 Biaya Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Ardi dan Ardan Mencapai Alokasi Dana di Atas Rp 1 Miliar

Atas video viral itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto menyebut, itu merupakan kejadian lama sekitar dua minggu lalu. Video viral itu juga terjadi secara spontan.

"Yang viral itu sebenarnya spontan di lapangan. Ormas punya aspirasi tapi pada dasarnya dikembalikan ke hukum. Jadi jika dikesankan bahwa di Kota Bekasi aturan hukumnya engga ada, itu salah besar," ujar Indarto ketika memberikan keterangannya, Senin (4/11/2019).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved