Breaking News:

Staf Khusus Jokowi

Pengakuan Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden yang Kesulitan Baca Gerak Bibir Jokowi

sebagai seorang tuna rungu, Angkie Yudistia harus memperhatikan dengan cermat gerak bibir seseorang saat berbicara.

Tribunnews/Fransiskus Adhiyuda
Staf Khusus Angkie Yudistia yang mengalami tuna rungu agak kesulitan membaca gerakan bibir Presiden Jokowi 

"Kalau saya dari mata terus mikir, sebentar..ini sedang apa yang dibicarakan dan diarahkan ke mana. Jadi berusaha untuk fokus dengan mata gerakan bibir Pak Jokowi, gerakan bibir koordinator, jadi berusaha untuk fokus," ucap Angkie.

"Kalau saya tidak paham lebih baik saya tanya. Dari pada sesat di jalan lebih baik saya tanya," jelasnya.

Ini Perbandingan Gaji Menteri, Staf Khusus Presiden, hingga Bos BUMN, Tebak Mana yang Tertinggi?

Ia juga berkisah bagaimana dalam kesempatan rapat bersama staf khusus dengan Presiden Jokowi, dirinya sempat tidak paham isi pembicaraan rapat. Karena, ia ditempatkan di sisi belakang.

Padahal, para staf khusus lainnya sedang menyampaikan inovasi, laporan dan lain hal.

Sehingga, ia tak bisa melihat secara detail gerak bibir Presiden Jokowi saat berbicara.

"Tapi begitu kita selesai, bapak presiden sendiri yang notice. Angkie are you okay? Tidak pak, saya tidak mendengar. Oh iya kita lupa kok Angkie kenapa bisa di belakang ya," kata Angkie.

"Oh tidak apa-apa, karena saya sedang melihat-lihat kerja pertama dan pengalaman pertama," sambungnya.

Angkie pun mengajukan permintaan dalam rapat lanjutan untuk membawa handphone karena adanya aplikasi dari suara ke teks.

"Oh boleh, kita semua sepakat boleh, kalau itu membantu Angkie," jelasnya.

Ini Kisah Hidup Angkie Yudistia yang Sempat Dibully

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved